5 Penyebab Kebangkrutan Bisnis Yang Tidak Di Antisipasi Para Pebisnis Pemula





Membangun sebuah kerangka bisnis, membuat sebuah analisis dan mengambil keputusan bisnis secara tuntas untuk segera merealisasikannya adalah hal yang menjadi pokok. Sehingga bisnis yang dibangun benar – benar memiliki fondasi yang kokoh dan mampu bersaing dipasar atau menciptakan pasarnya tersendiri.

Bahwa kenyataan di dunia tidak ada yang benar – benar baru dalam hidup ini. Sebuah bisnis yang baru pada dasarnya adalah sebuah serpihan bisnis yang pernah terjadi dimasa lalu. Setidaknya dimasa lalu hal tersebut telah menjadi obsesi banyak orang. Rangkaian berbagai peristiwa yang mewarnai kehidupan di alam semesta ini membuat sesuatu hal terpotong – potong seperti sebuah puzzle yang suatu ketika akan ada seseorang yang menemukan bagian – bagian dari puzzle itu. Mungkin tidak dirangkainya pada saat sekarang. Tetapi hakikinya hal tersebut adalah sesuatu yang abadi dan terus bermanifestasi untuk seolah – oleh baru ditemukan.

Sehingga terdapat masa –masa tertentu yang menjadikan bisnis seolah – olah baru dan trennya beggitu sangat kuat. Bahkan tren sebuah bisnis baru dapat melupakan banyak orang pada kenyataan bahwa bisnis tersebut adalah bisnis jangka pendek yang sangat tinggi resikonya. Sebagai contoh ketika terjadi tren bisnis batu alam. Betapa banyak orang tiba –tiba terbius pada euforia terhadap tren tersebut. Hampir tidak ada batas dan klasifikasi usia maupun gender, golongan ekonomi dan strata sosial. Bahwa tiada perbincangan disetiap sudut ruang kerja, tiadak ada hari yang tidak membicarakan tentang batu. Mereka yang fasih membaca tren tersebut tentu segera mengambil langkah jitu dengan mengukur kekuatan dan masa tren pasar berlangsung. Semua orang terhipnotis dengan batu hias termasuk mitos – mitos yang mengiringinya. Ketika mereka yang telah menguasai dan mengendalikan tren pasar yang sedang berlangsung telah bersiap – siap menyimpan uang yang diperolehnya secara luar biasa. Baru kemudian mereka yang mulai masuk pasar sebagai produsen ikut ambil bagian dab jawabannya mereka akan terjebak pada modal yang akan terdepresi dengan arus tren yang hilang secara sangat cepat. Akhinya batu yang telah dipersiapkan sebagai bahan baku dengan impian keuntungan besar hanya menjadi onggokan tidak berharga. Mereka kehabiisan uang dan bangkrut. Artinya bahwa pasar selalu bergerak, dan mereka yang fasih menciptakan tren yang tidak mungkin menjadi mungkinlah yang akan mengeruk hampir semua kekayaan para korban hipnotis.

Atau masih segar di ingatan kita tentang tren bisnis tanaman hias anthurium, belakangan adalah tren bisnis kopi luwak yang hampir setiap media masa membicarakannya dan ikut ambil bagian untuk membicarakannya. Sayangnya ada beberapa media yang secara spesifikasi tidak seharusnya membahas kopi luwak tiba- tiba ikut bicara kopi luwak. Mungkin dengan sedikit bumbu dan sudut pandang hukum halal – haram atau lainnya. Kemudian tiba – tiba bisnis kopi luwak terasa senyap dan muncul tren bisnis hewan piaraan (burung). Yang menjadi pertanyaan siapakan aktor dibalik konsfirasi tren tersebut yang setiap waktu bersedia dengan sukarela mengurak uang dari banyak orang ke rekening banknya ?

Mereka bukan sindikat. Tetapi kejeniusan mereka untuk membuat uang begitu mudah mengalir deras kerekening bank tabungan mereka tanpa orang lain merasa kehilangan. Untuk mereka kita beri applause beribu kali dan kita katakan “ hebat”.

Lalu dalam kontek ini adakah korelasinya dengan judul di atas? Sepertinya tidak dan hanya bersifar intermezzo. Tetapi kami meyakinkan bahwa ini memiliki korelasi yang sangat kuat dan dahsyat. Adapun faktor yang akan kita sajikan tentang faktor penyebab kebangkrutan bisnis tanpa pengampunan (amnesty) ini.

1.Perencanaan Yang Mendadak Hanya Karena Tren
Tren yang begitu kuat mempengaruhi masyarakat sebagai objek pasar membuat banyak spekulan terburu – buru membuat keputusan untuk ikut terlibat dalam pasar. Begitu kuatnya permintaan pasar membuat kontrol psikologi seorang spekulan menjadi tidak terarah. Mereka bersedia tanpa sadar mengeluarkan seluruh sumber daya keuangannya untuk mempersiapkan kemungkinan lonjakan permintaan tanpa melihat siapa dan bagaimana kompetisi sedang berlangsung dalam jangka waktu sangat singkat.
2. Menjadi Pengikut Tetapi Tidak Menguasai Tren
Mereka yang selalu hanya mampu menjadi follower sudah pasti biasanya akan kandas tergilas oleh pergerakan dan perubahan pasar yang sangat dinamis. Ketika para perancang tren telah bersiap diri untuk menutup lapak mereka dan membuat issue baru yang akan segera menjadi tren. Sementara uang telah menumpuk di rekening tabungan mereka, para follower ternyata masih hanyut dalam mimpi pagi dan enggan untuk segera bangun dan melihat bahwa hari telah siang dan keadaan telah sunyi. Sementara uang dari tabungan mereka telah membeku menjadi bahan baku yang tidak memiliki nilai ekonomi dan bisnis.
3.Tidak Segera Memahami Tren
Tidak segera memahami tren berarti bahwa kemabukan dalam suasanya yang begitu asyik membuat para follower ini semakin gila dengan mimpinya. Meluaskan lapaknya bahkan besedia membeli lapak orang lain yang mungkin saja sipenjual lapak adalah salah satu dari pencetus tren yang hanya menjual asset untuk tutup buku dan membuka buku baru yang lebih menawarkan prosfek keuntungan luar biasa di masa depan.
4.Tidak Melek Data
Mereka yang berbisnis dalam suasanya tren biasanya hanya melihat peluang uang yang sangat besar dengan modal yang sangat kecil dengan sedikit sentuhan manis terhadap sebuah objek bisnis. Tetapi ada data waktu yang secara tidak sadar telah menggeser minat terhadap sebuah tren yang sedang tinggi. Mereka abai terhadap ringkasan –ringkasan data dan berita dari luar dan seperti sedang menutup telinga terhadap informasi terbalik tentang penurunan tren.
5.Tidak Memiliki Rencana Proteksi Bisnis
Rencana proteksi bisnis sebenarnya tidak berlaku atau hanya berlaku di sebagian kecil sektor bisnis. Yakni asuransi. Bisnis yang dibangun untuk jangka panjang tentu telah memikirkan kemungkinan perusahaan atau bisnis yang sedang dijalaninya kemungkinan akan mengalami penurunan tren atau kehilangan tren dalam waktu sangat cepat. Tetapi bukan tidak mungkin akan ada perusahaan asuransi yang dikemudian hari bersedia menjamin polis untuk bisnis – bisnis tren waktu jangka pendek.

Tentu masih banyak faktor lain yang membayangi tentang masa depan bisnis kita. Tetapi setidaknya ini menjadi gambaran betapa resiko sebuah bisnis berjalan seimbang terhadap peluang keuntungan jangka pendek yang sangat tinggi “ high return high risk”. Lebih cermat terhadap bisnis yang sedang kita geluti dan membiasakan pada standar SWOT Analysis adalah cara terbaik bagaimana masa depan binis anda tidak berubah menjadi sel kanker yang akan membunuh anda dengan cara yang sangat halus dan kejam.

Dalam arti lain yang sangat sederhana adalah, bahwa SWOT Analysis ternyata menjadi jimat paling ampuh untuk menangkal kemungkinan buruk dalam bisnis yang ditimbulkan karena kebodohan yang tidak terukur. Bersedia membuka diri dan segala informasi. Karena bisnis online yang hanya sekedar sebagai blogger yang ikut dalam program afilliasi Google adsense sekalipun harus berpedoman pada standar SWOT Analysis. M.Y.Budiono.

Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.