Cara Agar Produk UMKM Lokal Menembus Supermarket Berskala Nasional





UMKM adalah urat nadi perekonomian masyarakat, karena produk yang dihasilkan berasal dari akar rumput dan akan segera kembali kepada habitatnya. Dalam arti yang lebih luas bahwa produk UMKM selain menawarkan harga produk yang lebih murah tentu menghidupkan perekonomian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat beragam kelas. Jarak antara produsen dengan konsumen memiliki mata rantai distribusi yang lebih singkat. Ini tentu sangat berbeda sekali dengan produsen dari industri besar. Karena masyarakat hanya menjadi pasar untuk memperoleh keuntungan perusahaan sebesar-besarnya. Masyarakat hanya sebagai komoditas bisnis dari berbagai industri raksasa pangan dan selainnya. Berbagai persyaratan ketat dilakukan sebagai alasan proteksi bisnis masing-masing perusahaan. Sehingga dampaknya adalah perusahaan dengan modal skala kecil hanya akan menjadi peserta yang menyuplai bahan baku tanpa mampu memproduksi dan memasarkannya secara lebih luas.

Kampanye standar SNI, sertifikasi halal dan sebagainya secara kasat mata bukan hanya untuk melindungi konsumen , tetapi sekaligus melindungi perusahaan dengan modal besar. Karena pengusaha pemula pada umumnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi-sertifikasi tersebut. Disamping biaya yang sulit diprediksi beberapa syarat penting terkadang sangat sulit untuk dipenuhi oleh industri kecil. Salah satu contoh pengurusan sertifikasi halal di MUI sebagai contoh khusus Bengkulu, keengganan para pengusaha industri pangan pemula untuk mengurus sertifikasi halal yang menjadi slogan kampanye pangan adalah ketidak transparanan lembaga tersebut khususnya LP-POM dalam menentukan biaya sertifikasi. Berbagai tambahan biaya tidak resmi mereka tawarkan untuk sebuah sertifikat halal. Sementara disisi lain label halal pada kemasan produk pangan telah menjadi slogan kampanye dan menjadi salah satu penghambat industri kecil untuk ikut turun panggung bersaing dipasar.

Tetapi ini bukan menjadi alasan pokok untuk tidak berbuat dalam berpartisipasi membangun ekonomi melalui UMKM. Bagaimana agar produk lokal dapat ikut menjadi kontestan pasar adalah menciptakan produk dengan standar syarat-syarat dasar. Seperti menggunakan kemasan yang menarik dan memenuhi standar kemasan food grade. Menentukan merek yang baik dan melakukan penawaran ke pasar swalayan dengan mempresentasikan produk yang diproduksi. Secara umum yang menjadi dasar adalah sertifikasi badan POM atau setingkat di bawahnya yakni izin dinkes. Syarat memperolehnya cukup mudah dan nyaris tanpa biaya yang membingungkan dan sangat transparan dari pada pengurusan sertifikasi halal MUI. Dan saat ini pasar swalayan masih toleran menerima produk UMKM selama syarat kemasan yang baik dan layak serta izin dinkes.

Beberapa swalayan atau mall biasanya menerima produk lokal untuk turut dipasarkan digerai mereka sebagai kompensasi sosial atau CSR, sementara beberapa swalayan tidak bersedia menerima produk lokal kecuali memenuhi persyaratan-persyaratan yang rumit dan ketat seperti indomaret dan alfamart.

Tetapi ketekunan para UMKM tentu akan mampu secara perlahan memasuki pasar swalayan sekelas mall. Tujuaan utama adalah membangun nilai merek sebuah produk, karena merek produk yang memasuki pasar swalayan tentu memiliki nilai prestisius tersendiri. Dalam arti lain sebenarnya kualitas produk pangan olahan industri UMKM tidak kalah dengan produk pangan olahan pabrikan. Yang membedakan adalah produk pangan olahan pabrik diproduksi secara masal dengan skala modal yang sangat besar, sehingga dengan modal yang besar mereka mampu memenuhi syarat-syarat izin sertifikasi serta lebih mampu meyakinkan rekanan yakni pasar swalayan.

Singkatnya jika para pengusaha pemula industri UMKM selalu berusaha mencari celah dengan terus memperbaiki produknya serta bertanya kepada industri pemasar syarat-syarat apa yang kurang yang harus dipenuhi atau yang bisa ditoleransi, kemungkinan agar produknya mampu menembus pasar swalayan adalah hal yang sangat mudah.



Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.