CARA BISNIS SEKALIGUS INVESTASI AMAN MASA DEPAN





Cara bisnis yang aman sekaligus sebagai sarana investasi masa kini dan masa depan yang cerdas adalah dengan bisnis investasi saham, saat ini investasi saham begitu sangat mudah dan murah. Betapa tidak, jika dimasa lalu berbisnis investasi saham hanya dapat diikuti oleh orang-orang kaya dengan modal besar dan sangat sulit karena beberapa faktor antara lain, para pamain saham senior sangat jarang bersedia berbagi pengetahuan serta akses masuk pasar saham terkenal begitu rumit dan beresiko sangat tinggi. Sehingga berbisnis disektor pasar modal dalam bentuk kepemilikan saham suatu perusahaan lebih dikenal dengan istilah gambling atau spekulasi perjudian tingkat tinggi. Maaf jika akhirnya fatwa tentang saham menjadi diharamkan.  Akan tetapi seiring perkembangan dan kemajuan pengetahuan serta akses pengetahuan yang super murah, super mudah dan super cepat membuat kesepakatan tentang halal haramnya bisnis saham perlahan mulai samar.

Jika bisnis saham dilakukan tanpa pengetahuan yang cukup, riset yang panjang dan ambisi pada tingkat keuntungan atau return yang tinggi sangat masuk akal jika ini dikategorikan sebagai judi tingkat tinggi dan haram berdasar hukum apapun. Tetapi jika berbisnis saham berdasar pengetahuan mendalam dengan tujuan mengembangkan keuangan pribadi atau kelompok dalam keikut sertaan modal di suatu perusahaan dengan tingkat resiko jika perusahaan beruntung maka kita memperoleh persentase keuntungan yang adil dan jika perusahaan merugi kita ikut menanggung kerugiannya maka ini dalam kategori bukan perjudian. Karena jika ini masuk kategori perjudian, maka dengan arti lain seseorang yang menggunakan uangnya untuk membangun sebuah industri bisnis yang berresiko pada untung rugi perusahaannya dapat dikategorikan sebagai judi. Atau dalam arti lain bisnisnya haram. Disinilah letak titik terangnya.

Logika sederhananya adalah sekelompok orang membangun sebuah rencana industri atau bisnis dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Berbagai risset dan analisa usaha dilakukan, kemudian perusahaan dibentuk misalnya berdiri dalam bentuk perseroan terbatas terbuka (PT.Tbk) ditengah perjalanan ternyata perusahaan yang memproduksi makanan dalam kemasan tersebut terdesak membutuhkan suntikan dana untuk memproduksi sejumlah produk akibat melonjaknya permintaan pasar karena berbagai faktor indikasi ekonomi. Sementara hal umum yang terjadi sistem penjualan pasar ritel di swalayan dengan sistem konsinyasi (titip jual) seperti contoh, merek “kopi redjang” yang diproduksi oleh CV.NAQSA GOLDEN EXOSITE. Dan berdasarperjanjian bahwa surat penagihan (invoice) baru akan terjadi 30 hari yang akan datang dan diproses 15 hari setelah tanggal invoice, artinya butuh rentang waktu untuk bisa kembali berproduksi akibat margin modal yang sudah terserap ke pasar. Sementara disisi lain terjadi perjanjian order yang harus dipenuhi jika sewaktu-waktu terjadi permintaan barang maka paling lambat satu minggu produk harus sudah listing. Maka perusahaan menawarkan surat hutang kepada masyarakat atau publik dengan penawaran bahwa hutang tersebut akan dimarginkan dalam modal keseluruhan perusahaan dan dihitung persentase modalnya, jika terdapat selisih penjualan yang dalam arti perusahaan memperoleh laba , maka laba dibagi secara adil berdasar persentase kepemilikan modal. Ini sangat berbeda dengan sistem hutang renten. Perjanjian hutang renten selalu ada pihak yang teraniaya. Bunga pengembalian yang ditetapkan biasanya hanya impas atau bahkan lebih tinggi dari nilai persentase keuntungan perusahaan.  Jika perusahaan memperoleh laba , perusahaan dapat mengembalikan pokok pinjaman sekaligus bunga. Yang menjadi resiko terburuk adalah jika ternya terjadi force majeur terhadap bisnis perusahaan tersebut sehingga potensi keuntungan menjadi nihil atau bahkan minus. Pemberi piutang berdasar perjanjian tersebut dapat menarik aset sebagai ganti hutang. Dalam arti lain bahwa hutang renten tidak peduli dengan resiko kreditur, sementara hutang piutang penyertaan modal dalam bentuk saham resiko menjadi hak dan kewajiban bersama secara adil.

Sekarang kesimpulan apa yang bisa diperoleh, apakah masih alergi dengan bisnis dalam bentuk investasi saham atau menjadi optimis berdiri sebagai pebisnis yang serius menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang ikut serta memiliki perusahaan raksasa sekalipun hanya 0,001 % dari total modal perusahaan. Mungkin di masa depan perlahan dapat mengusai persentase yang lebih besar dalam perusahaan tersebut. Optimis adalah keyword dari cara mewujudkan impian dalam bisnis.

Kembali pada topik awal, saat ini pemerintah indonesia melalui indonesia stock exchange (IDX) bersama lembaga-lembaga terkait terus berupaya memberi pemahaman dan mendorong keikutsertaan masyarakat  untuk dapat memperoleh kesempatan emas tersebut. Seperti contoh jika sebelumnya pemerintah membatasi masuknya broker saham atau forex asing dengan tagline akun mini, kemudian masyarakat diarahkan untuk trading saham pada broker lokal yang murah seperti di monex investindo berjangka (MIFX), dll hanya denga modal awal Rp.5 jutaan saat ini lebih murah lagi. Dengan program yuk nabung saham yang hanya Rp.100 ribuan mahasiswa pun bisa membeli saham sekelas djarum hanya dengan modal awal Rp. 1 juta.

Beberapa diantaranya MNCSekuritas yang menyediakan akun konvensional dan akun syariah atau BCA Securitas dengan platform BEST. Sayangnya kekurang ramahan sekuritas lokal yang tersebut diatas khusunya BCA securitas tidak menyediakan akun demo untuk pemula. Sehingga pemula yang awam “dipaksa” untuk bertransaksi dengan ilmu yang sangat minim. Ini sangat bertentangan dengan fakta broker asing yang dengan Cuma-Cuma menyediakan akun demo. Tetapi hal yang pasti bahwa keputusan mereka final dan telah mempertimbangkan banyak hal untuk nasabahnya dari sisi keamanan dan lainnya. Hal yang mungkin adalah broker asing pada umumnya menggunakan metatrader yang umum digunakan banyak organisasi bisnis trading, sehingga kemungkinan keamanannya lebih lemah dibanding sistem BEST misalnya. Karena BEST tidak bersifat open source (mungkin), berharaplah bahwa pendapat ini salah secara umum dan hanya bersifat pendapat yang tidak memiliki tingkat akurasi terverifikasi. (Budiono, alumni SMUN-1 Bandar perdagangan,2002)



Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.