CARA CERDAS KAMPANYE MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DALAM POLITIK PRAKTIS





Media sosial adalah fenomena baru sejak lebih kurang sepuluh tahun terakhir.  Media sosial adalah cara efektif untuk membangun citra seseorang atau pun kelompok. Dalam berbagai hal media sosial telah menciptakan iklim ekonomi baru. Media sosial seperti facebook, twitter, dan akhir-akhir ini instagram telah menjadi sebuah kebutuhan sekaligus dilema dalam waktu bersamaan. Dengan media sosial seseorang yang tidak populer bahkan sangat jauh dari populer bisa mendadak menjadi seorang figur yang populer. Tetapi disisi lain seseorang yang kepopulerannya telah terbukti mapan dan pada posisi yang sangat tinggi bisa hancur seketika oleh media sosial. Terbukti dengan media sosial banyak tokoh – tokoh baru yang lahir dalam keadaan prematur. Media sosial sangat berperan dalam menaikkan popularitas seseorang.

Tetapi media sosial sebagai sumber berita terkadang tidak valid dan beberapa berita yang tidak terkonfirmasi secara legal. Beberapa akun media sosial benar-benar sebagai media yang sah sebagai sarana komunikatif, tetapi sebagian besar dari akun media sosial adalah akun sampah. Maka sikap penerima berita adalah harus mampu melakukan konfirmasi sendiri secara teliti. Secara sederhana  kita dapat merasakan psikologi pemilik akun tersebut. Apakah akun tersebut tergolong akun sampah karena akun tersebut dibuat tanpa identitas yang jelas. Apakah akun tersebut akun premium yang memang dimilki oleh seseorang atau kelompok atau lembaga tertentu dengan paparan identitas yang jelas, terkonfirmasi dan valid. Apakah akun tersebut sengaja dibuat oleh lembaga tertentu untuk membangun identitas lembaga tersebut atau membagun identitas seorang tokoh.

Saat ini media sosial juga sebagai sarana yang sangat efisien untuk berpolitik. Karena biaya untuk membangun sebuah produk lembaga konsultan politik menjadi lebih murah dengan jangkauan yang sangat luas serta lebih cepat mempengaruhi psikologi masyarakat awam. Namun demikian, beberapa teknik kampanye yang tidak melanggar etika berpolitik tertap harus diperhatikan. Cara yang efisien salah satunya adalah menggunakan jasa para blogger untuk membuat artikel positif tentang calon tokoh menggunakan situs blog yang telah terkoneksi dengan semua akun media sosial untuk calon tokoh tersebut. Biarkan para blogger menceritakan tentang semua hal positif dari pribadi tokoh dan lembaganya yang seolah-olah tidak ada ikatan sama sekali antara tokoh dan blogger. Dengan teknik ini tentu biaya politik dapat ditekan lebih murah. Hal ini lebih positif dari pada tokoh itu sendiri menggunakan media sosial sendiri dan menulis status sendiri untuk memberi tahu tentang berita – berita positif dari pribadinya. Untuk di kota – kota besar yang sudah maju hal ini sudah dilakukan. Sayangnya untuk politikus daerah yang baru mengenal media sosial belum sepenuhnya dilakukan. Para politikus masih ingin berkomunikasi secara langsung dengan calon audiens menggunakan media sosial. Ini terkesan sangat tidak profesional. Status yang mereka buat di media sosial terkadang cenderung tidak memberi dampak yang serius dan relevant terhadap psikologi penerima pesan. Kekanak – kanakan dan sangat terkesan bodoh. Mereka ingin menunjukan bahwa hal positif sedang dia lakukan dan berharap bahwa masyarakat yang terkoneksi dengan media sosial memberi dukungan positif terhadap kegiatan yang dia beritakan melalui media sosial tersebut. Ini secara umum justru akan menurunkan popularitas tokoh tersebut.

Jika cara – cara yang telah dilakukan oleh para politikus dari kota – kota besar  yang telah maju juga dilakukan oleh para politikus daerah. Tentu banyak hal yang bisa dibangun antara lain. Konstribusi dari dan untuk blogger lebih nyata. Status yang tayang di media sosial berupa tautan yang bisa viral dengan lebih positif dan lebih terkesan sangat profesional. Terlihat bahwa pujian positif bukan berasal dari diri sendiri, tetapi berasal dari pihak profesional yang beritanya terkonfirmasi validitasnya. Tokoh yang di sajikan terkesan lebih natural seolah benar-benar suara dari masyarakat yang terrangkum dalam sebuah berita legal.

Cara ini selain memberi peluang kerja para penggiat website blog , juga turut mengasah kemampuan dan kecerdasan para penulis pemula untuk menjadi penulis profesional. Akun media sosial yang digunakan tentu akun profesional dan premium yang isi statusnya bukan dukungan dan pujian murahan.

Bahwa politik praktis adalah jalan untuk mencapai kekuasaan dengan jalan yang lebih pendek dan sederhana. Meskipun harus disadari etika dalam politik praktis cenderung memiliki identitas jalan politik yang buruk. Tetapi fenomena politik dalam negara demokrasi adalah politik dengan perjuangan pendek untuk jangka pendek. Lahirnya media sosial menjadi pemicu lahirnya politikus prematur dalam politik praktis. Seseorang yang asing bisa di desain dan muncul tiba –tiba sebagai tokoh yang cerdas, berkarakter dan pahlawan masa depan. Ini adalah dilema. Tetapi kita terlanjur sepakat dengan keadaan ini dan bagaimana kita mampu keluar sebagai pemenang dengan cara yang baik, etika yang baik dengan biaya yang sangat efisien dalam berpolitik.

Label: , ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.