Cara Melihat Trend Bisnis Online dalam MEA




MEA yang telah disepakati oleh seluruh Negara-negara anggota Asean masih mengundang seribu misteri. Keberhasilan MEA mulai masuk ambang ujian terberat khususnya Indonesia. Betapa tidak , Indonesia sebagai pasar terluas untuk MEA masih memiliki segudang masalah. Hal yang paling mendominasi adalah masalah politik. Hal ini sangat berdampak langsung terhadap fisikologi social dan ekonomi. Ketidak siapan MEA di kultur masyarakat bawah adalah bahwa realitanya masih banyak dan menyeluruh pada sebagian besar masyarakat yang belum tahu persis apakah MEA tersebut. Pola ekonomi dan bisnis tentu akan berubah drastis, dimana pola konvensional akan setahap demi setahap harus segera go online. Dan suasana politik para pemegang kendali di pemerintahan lebih mengutamakan ego politik dari pada kepentingan masyarakat. Apakah mereka sudah merasa sangat aman atau justru mereka sedang mencari jalan aman dan selamat ketika MEA benar-benar diterapkan 2016 ini. Berbagai persoalan dan ketidak pastian regulasi adalah bahaya yang terus mengancam keamanan investasi di Indonesia. Sektor riil akhir-akhir ini telah menciptakan bom waktu. Freeport misalnya, telah turut mempengaruhi anjloknya nilai tukar rupiah. Dengan berbagai permasalahan yang sengaja atau tidak diciptakan oleh pemerintah, penegakan hukum yang terlihat seperti sebuah acara seremoni di televisi ,acara talkshow di televisi nasional seperi sebuah adegan perang tanding antar politikus di atas panggung sandiwara. Para presenter berita yang terkadang justru melakukan framing dalam memandu acara adalah seperti sebuah metode pengalihan isu yang paling sentral.
Sikap tidak konsisten dari pendukung pemerintahan yang sedang mendapat kesempatan berkuasa semakin terlihat dan membuat kewaspadaan yang sangat ekstra dari para calon investor. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pemerintah atau pihak yang memiliki otoritas keuangan dalam negeri untuk memastikan atau member jaminan kepada rakyat tentang citra dominan mata uang rupiah. Jika MEA berarti aka nada perdangangan atau link ekonomi lintas Negara khususnya Asean tentu akan banyak mata uang asing yang beredar luas di masyarakat sampai ke daerah. Apalagi masyarakat Indonesia secara mental masih kurang menghargai produk yang terlalu menunjukan identitas dalam negeri. Baik mengenai merek elektronik sampai makanan cepat saji.

Ini adalah dampak dari penghargaan semu Negara asing yang mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia adalah contoh demokrasi terbaik di dunia. Sehingga masyarakat semakin terbius dengan isu politik yang lebih berbahaya dari candu. Kemudian menyikapi trend politik dari kegaduhan akibat kegamangan pemerintah saat ini dengan mengukur trend bisnis di masa depan adalah hal yang cukup menguras perhatian para ekonom dan bisnisman. Jika anda lihat dari beberapa kuartal terakhir. Bisnis online adalah bisnis dengan kuantitas pertumbuhan paling dominan. Bisnis-bisnis konvensional pun segera ambil start untuk go online. Sayangnya tindakkan ini baru hanya dilakukan dibisnis masyarakat perkotaan atau masyarakat terpelajar. Bagaimana tingkat desa?. Ternyata pemerintah memilki formula ampuh untuk mengantisipasi gejolak ketidak seimbangan ekonomi ketika MEA benar-benar diwujudkan secara menyeluruh. Sederhananya adalah dengan program yang diklaim sebagai program instant seperti kapsul obat penenang tersebut setidaknya masyarakat desa tidak akan merasakan langsung atau setidaknya terbius untuk melihat realita disekelilingnya yaitu realita MEA.
Praktik bisnis online yang kian praktis akan mengerus bisnis konvensional yang tidak segera go online. System pengawasan mutu produk adalah tantangan terbesar bagi masyarakat pedesaan. Dalam waktu yang relative lebih singkat dan cara kemasan yang baik dengan modal produksi yang cukup akan menghasilkan kualitas produk akhir yang memiliki nilai prioritas di pasar internasional. Hasil pertanian segar seperti buah dan sayur mayur dapat diperdagangkan lewat toko online dan pasarnya lebih luas serta lintas batas khususnya Asean. Hal yang dituntut tentunya adalah kadar residu pestisida yang minim bahkan nol. System pengiriman yang cepat dengan pesawat kargo khusus yang terintegrasi dengan layanan toko online dapat melayani pembeli hingga ke Malaysia,philipina,Thailand dan singapura serta seluruh Negara anggota MEA. Petani pedesaan harus dibina dalam hal mutu produk dan kesadaran tentang penggunaan pestisida yang tidak ramah lingkungan. Atau pilihan kedua. Mereka membuka usaha-usaha pertanian rakyat dengan skala besar dan modern, kemudian go online. Dan nasib buruknya adalah petani yang tidak mampu mengikuti trend tersebut akan tutup buku dan memilih menjadi kuli dengan harapan menerima upah menggunakan mata uang asing. Kembali yang menjadi korban adalah rakyat dan rupiahnya.

Melihat trend bisnis masa depan dalam MEA adalah bahwa trend menuju kea rah pusat bisnis online tidak lagi terkonsentrasi di pusat-pusat kota besar, tetapi akan mengurai hingga ke pelosok desa. Seluruh toko-toko retail akan segera go online,demikian juga travel,destinasi wisata dan layanan jasa lainnya. Sepertinya yang akan berhasil dalam persaingan bisnis online ke depan adalah para pekerja atau bisnisman asing yang mengadu peruntungan di Indonesia. Semua itu kembali kepada kesadaran masyarakat secara mandiri jika tidak ada campur tangan pemerintah. Tetapi masalah lain timbul. Untuk mengejar target pendapatan Negara pemerintah akan mengeluarkan regulasi tentang pajak bisnis online.secara skala bisnis ini sah dan kami mendukung penuh karena bisnis menghasilkan profit. Sayangnya ini justru menjadi hantu bagi bisnis online skala kecil. Padahal pajak telah diambil ketika seseorang membuat website bahkan untuk website pribadi ketika membayar tagihan sewa hosting dan domain.

Fakta yang harus segera ditidak lanjuti adalah membangun wadah-wadah dan pelatihan-pelatihan tentang bisnis online secara menyeluruh khususnya tingkat pedesaan bagi UKM ,petani,pelajar dan seluruh elemen masyarakat pedesaan. Kami ambil contoh, kerjasama antar UKM dan google.co.id dan masterweb.com sebagai mitra premiumnya sudah harus turun ke jalan untuk membuat perubahan nyata dalam menyadarkan para bisnisman kecil untuk segera go online dalam menghadapi MEA dan memberi kesadaran bahwa trend bisnis online akan menjadi jalan emas baru bagi perumbuhan bisnis dan ekonomi masyarakat. Kesadaran lain adalah bahwa sikap ketergantungan program dana desa yang jumlahnya sangat fantastis untuk ukuran masyarakat desa tersebut justru dalam jangka panjang akan menciptakan malapetaka.

Jika bukan anda yang memulainya saat ini, mungkin orang Malaysia,singapura,Thailand dan lainnya yang akan berbondong-bondong membangun bisnis online mereka dengan jangkauan yang luas dan menyeluruh sampai ke sendi-sendi pedesaan. Kampanye tentang go online selama ini tidak menyentuh langsung ke desa. Masyarakat desa hanya cukup bangga menggunakan berbagai aplikasi online seperti facebook,instagram dan berbagai aplikasi lainnya namun tidak dapat memberi imbal balik yang nyata. Artinya, lagi-lagi masyarakat kecil dan menegah hanya sebagai pasar bisnis online dari kelompok bisnis raksasa seperti berniaga.com yang jelas-jelas milik asing. Masyarakat hanya sebagai pengguna yang gagap dalam menggunakan aplikasi teknologi tersebut. Sebagai bentuk kesadaran perusahaan raksasa tersebut dalam program corporate social responsibility (CSR) sudah selayaknya turun dan berbagi informasi penting dari bisnis online yang terintegrasi. Beri mereka pelatihan-pelatihan bagaimana membangun sebuah situs bisnis ,bagaimana menggunakan jejaring sosial dan memberi dampak ekonomi bagi mereka .karena mereka tidak pernah tahu bahwa dari dalam tiap detik uang kekayaan mereka mengalir ke rekening situs perusahaan raksasa seperti facebook,twitter,google dll.




Label:

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.