KOPI REDJANG, MEREK KOPI LOKAL KEPAHIANG YANG MERAMBAH PASAR NASIONAL




Sebagai industri kecil yang berada di desa penanjung panjang atas kecamatan tebat karai kabupaten kepahiang sekitar 15 km dari ibukota kabupaten kepahiang ke arah kota pagar alam terus optimis bahwa merek kecilnya akan mampu berdiri sejajar dengan merek-merek lokal lainnya yang terlebih dahulu eksis di pasaran dibidang industri kopi olahan. Merek yang mulai dikenalkan pertama sekali di kota pekanbaru propinsi riau tahun 2016 silam terus berbenah dan meningkatkan sistem manajemennya.
 Terbukti dengan permintaan konsumen yang terus tumbuh dan produksi yang meningkat setelah adanya suntikan dana dari Bank bengkulu sekitar Juli 2017 yang lalu. Kopi redjang terus menawarkan produk-produknya yang terdiri dari berbagai jenis kemasan ke beberapa supermarket dan minimarket lokal propinsi bengkulu. Saat ini kopi redjang adalah satu-satunya produk lokal kepahiang yang telah merambah pasar swalayan ibukota. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, kopi redjang siap mengisi gerai-gerai hampir mayoritas pasar swalayan moderen bengkulu. Dibawah bendera NAQSA GOLDEN EXOSITE ini kopi redjang juga menawarkan produk melalui berbagai blog baik yang diulas oleh blog-blog mandiri lokal maupun situs milik NAQSA GOLDEN EXOSITE yang berbentuk marketplace maupun website berita

Komitmen kerja keras  dengan slogan “Quality-Quantity-Qualified” ini ditunjukan dengan semakin solidnya tim kerja kopi redjang. Salah satu pemilik modal kopi redjang Bapak Ansori.SE di wilayah kota madya bengkulu alumni Universitas Hazairin Bengkulu (UNIHAZ) fakultas ekonomi  ini terus mengembangkan pasar dengan sangat masive. Dengan capaian target tujuan bahwa perusahaan kecil ini akan segera membentuk perseroan dalam waktu yang tidak lama lagi.

Menurut Ny.Eka Susiani.SP salah satu pemilik modal perusahaan sekaligus pimpinan inti perusahaan alumni Universitas Negeri Bengkulu (UNIB) fakultas pertanian jurusan ilmu tanah tahun 2003 ini meyakinkan bahwa produknya siap bersaing secara nasional dalam target orientasi 5 tahun mendatang. Dengan pendampingan yang konsisten sesuai kesepakatan internal dengan Bank Bengkulu sebagai pendukung kredit permodalan usaha, tentu semakin meningkatkan keyakinan perusahaan dalam hal peningkatan mutu manajemen dan produk yang dihasilkan.

Sementara menurut direktur perusahaan saat ini, menerangkan bahwa fokus utama saat ini adalah pengembangan pasar seluas-luasnya diimbangi dengan peningkatan produksi seimbang. Sementara pertumbuhan profitabilitas belum menjadi fokus utama.akan dimungkinkan jika mengandeng beberapa perusahaan lokal sejenis untuk memenuhi tuntutan pasar.

“ Inovasi dan kreasi adalah hal pokok bagaimana kami harus bertahan dalam persaingan pasar yang cukup sulit sebagai perusahan kecil yang baru berdiri”.

Fakta bahwa kopi dari propinsi bengkulu kini menjadi pusat perhatian dari semua daerah di indonesia bahkan mancanegara karena kulitas cita rasa robustanya yang khas. Sehingga kebutuhan terhadap produk kopi olahan siap saji sangat tinggi. Jumlah input produk dipasar lebih kecil dari output inilah yang menjadi optimisme bahwa bisnis ini akan mampu bertahan. Kuncinya bersedia terbuka terhadap informasi baru yang terus berkembang di media. Mengikuti alur pasar atau sesekali mencoba membuat terobosan pasar. Intinya sangat mudah karena biaya promosi di media saat ini sangat terjangkau. Contoh terkecil adalah , anggaran untuk mengiklankan produk di facebook ads hanya dalam kisaran Rp.10000,-/hari yang dapat menjangkau hingga 300-500 potensi pasar. Iklan media ofline juga cukup murah akibat persaingan pertumbuhan media yang sangat pesat. Memasarkan lewat blog menggunakan jasa SEO hanya berkisar Rp.20000,-/artikel untuk 500 kosakata. Belum termasuk blog-blog kuliner yang bersedia me-review produk kita dengan gratis.

Hampir di seluruh gerai pusat oleh oleh kota bengkulu kopi redjang sudah lebih satu tahun eksis dan mampu bertahan dengan gempuran merek-merek baru yang hampir tiap bulan bermunculan.

“teknik kami adalah menggunakan psikologi harga, murah tidak selamanya laku di pasaran, mahal juga tidak selamanya dihindari pasar, harga produk menunjukan strata dan gengsi seseorang, ini adalah psikologi. Yang penting harga yang dipresentasikan wajar dan masuk akal”.

Salah satu tagline kopi redjang terbaru benar-benar ingin konsen bahwa merek lokal ini terasa citra lokalnya. Sehingga pilihan bahasa menjadi salah satu fokus untuk menunjukan bahwa merek produk kopi redjang adalah merek produk dengan identitas lokal yang khas
“Assei Coa De Leien”, sendiri berarti “cita rasa tiada duanya” yang menggunakan bahasa suku rejang sebagai identitas khas suku lokal bengkulu yang selama ini kurang diangkat ke publik internasional. Kedepan perusahan ingin dengan produknya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kabupaten kepahiang ke dunia internasional. Seperti halnya kopi Gayo dari dataran tinggi tanah gayo tempat berdiamnya suku gayo di aceh, kopi Mandailing dari suku mandailing di dataran tinggi mandailing sumatera utara, kopi Toraja dari tanah toraja suku toraja sulawesi, kopi Vietnam, kopi Brazil, sehingga kopi Redjang juga akan berdiri sejajar di etalase dunia internasional sebagai merek yang membawa identitas sebuah suku bangsa yang keberadaannya bukan sekedar melengkapi tetapi memperkaya khazanah negara indonesia.961

Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.