Mata Uang Virtual Bitcoin Haram Di Indonesia




Artikel ini bukan sedang berbicara tentang hukum suatu alat transaksi berdasar sudut pandang agama tertentu dan sengaja mendiskreditkan wilayah suatu Negara dengan mayoritas komunitas agama tertentu. Kami hanya berbicara berdasarkan opini namun memiliki beberapa landasan fakta sebagai rujukan.

Kemajuan pesat teknologi informasi telah memudahkan segala aktifitas manusia. Efisiensi waktu,tenaga dan sumber daya lainnya adalah hal yang paling penting. System atau mekanisme pasar yang terus berkembang pesat menuntut sebuah perubahan bagi peradaban yang stagnan. Sehingga berbagai dinamika yang terjadi secara cepat dan terus-menerus harus membutuhkan jalan keluar.

Sedikit merujuk kepada mitologi yang menjadi sejarah. Bahwa telepati yang telah bertransformasi menjadi wujud sebuah objek riil  berkembang menjadi telepon dan telegrap  tidak kehilangan eksistensinya. Terbukti bahwa aktifitas telepati yang berubah menjadi telepon dan sejak beberapa dekade terakhir, aktifitas telepati telah banyak ditinggalkan dan didiskriminasi sebagai mitologi kuno dan bersifattidak  eksakta justru hidup kembali di luar kesadaran penggunanya. Karena telepati telah bertransformasi dalam bentuk yang mengikat keduanya yakni jaringan internet berupa dunia tak kasat mata. Seseorang dapat hadir secara virtual di dalam satu kisaran waktu seolah-olah melewati ruang batas dan waktu.

Kembali kebagian dari pokok masalah artikel ini, pasar sebagai transaksi tukar menukar kebutuhan manusia pun terus berkembang dengan sangat pesat. Dalam aktifitas pasar yang disebut aktifitas bisnis di setiap zaman selalu menemukan hal-hal yang awalnya sulit diterima secara umum. Pertukaran barang dan jasa dengan system barter bukan hal baru. Kemunculan mata uang berupa emas dan perak sebagai jaminan suatu transaksi perlahan mulai ditinggalkan. mengapa ?, alasannya adalah emas dan perak sulit didapatkan, sehingga transaksi dengan benda tersebut sangat terbatas. Era baru memunculkan kesepakatan baru dalam aktifitas pasar dan bisnis. Menerapkan system mata unag sebagai jaminan nilai barang dan jasa menjadi jalan keluar yang tepat hingga saat ini. Tetapi awal lahirnya mata uang juga tidak serta merta diterima masyarakat. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mata uang jenis baru ini masih rendah. Sehingga system barter tetap masih mendominasi pasar masa itu. Beberapa peraturan bersama dalam kelompok masyarakat suatu Negara melalui badan regulasi yang menangani system transaksi di pasar member penguatan jaminan terhadap sebuah benda yang mewakili benda sebenarnya berupa barang maupun jasa.

Kemudian sejak lahirnya internet sebagai perwujudan sempurna telepon dan telepati , pasar bisnis dalam aktifitas transaksi melahirkan kesepakat baru dimasyarakat yankni mata uang virtual seperti bitcoin. Hal ini telah jauh diramalkan sebelumnya. Sejak internet bukan lagi menjadi barang mahal hampir semua orang sepakat bahwa cara orang bertransaksi secara elektronik adalah jalan keluar yang paling baik. Nominal penjamin suatu barang dan jasa tidak lagi diwakili sepenuhnya dengan benda berupa mata uang kertas dan logam. Kemanan tentu menjadi hal yang paling diperhitungkan. Dengan uang virtual yang awalnya masih berupa data rekam yang ada dalam sebuah microchip atau barcode dalam sebuah plastic bernama card money (ATM) kini menjadi jauh lebih praktis. Seseorang hanya perlu membawa sebuah handphone dengan aplikasi yang terus terhubung dengan jaringan internet dapat memanajement aktifitasnya dalam satu genggaman, bahkan handphone hampir ditasbihkan sebagai kantor sekaligus pasar dalam satu microchip. Apakah kemunculannya tidak melahirkan masalah baru,jawabnya ya!. Karena setiap regulasi yang mengatur ketertiban aktifitas publik selalu melangkah dibelakang peristiwa. Kecepatan badan regulasi untuk menangkap sinyal masa depan selalu terlambat. Sesuatu telah terjadi di pasar dan setelah timbul polemik baru sebuah regulasi diterbitkan. Para ahli dan orang-orang yang bertindak atas nama regulator dan pengamatnya selalu berbicara tentang fakta hukum dan konsekwensinya. Sementara dilain pihak dinamika yang terjadi terus berjalan berkejaran dengan waktu secara otomatis .

Kembali ke pokok masalah artikel ini. Bitcoin yang muncul sebagai fenomena pasar memberi dampak kemudahan transaksi dan investasi secara online dan menjawab semua kebutuhan bisnis online. Kelahirannya telah lama diramalkan dan ditunggu tetapi di lain pihak kelahirannya juga dikecam dan dipersoalkan. Hal ini hampir sama dengan lahirnya seorang nabi dalam kitab suci. Padahal seharusnya para regulator telah mengantisipasi dan membuat penyambutan yang ideal . ternya kepentingan yang berbeda-beda menjadi sumber masalah utamanya.

Seorang pengamat dalam sebuah wawancara di televisi swasta nasional di Indonesia ketika ditanya tentang bitcoin secara fakta hukum menjelaskan bahwa bitcoin sebagai alat transaksi termasuk illegal. Rujukan hukumnya adalah undang-undang bank Indonesia (BI). Sementara fakta yang terjadi bitcoin telah tumbuh dan berkembang serta dipercaya sebagai alat transaksi. Bahkan berbagai penyedia layanan bitcoin serta alat-alat transaksinya telah tersedia dengan system komputerisasi yang sangat modern. Sebagai contoh di Bali, menurut data yang dilansir televisi swasta nasional tersebut bahwa secara luas bitcoin telah menjadi alat transaksi yang paling ideal. Beberapa pusat perbelanjaan telah menerima bitcoin sebagi alat transaksi. Bahkan yang paling menakjubkan di Bali jual beli resort dengan nilai transaksi jutaan rupiah dilakukan dengan bitcoin. Lalu mengapa bitcoin masih menjadi barang haram di Indonesia .haram di sini merujuk pada legalitas secara fakta hukum sebuah Negara.

Meskipun beberapa Negara belum mengakui bitcoin sebagai alat transaksi yang sah ,tetapi fakta dipasar bitcoin telah berlaku secara mandiri di masyarakatnya  .China misalnya, meskipun belum sepenuhnya mengakui bitcoin sebagai mata uang setidaknya cukup memberi celah untuk menjadikan bitcoin dilegalkan secara utuh. Indonesia seharusnya meniru jerman yang dapat menerima bitcoin sebagai alat transaksi yang sah secara hukum . ini sangat penting ketika MEA benar-benar telah terwujud secara menyeluruh, trend bisnis online menuntut kepraktisan transaksi lintas batas. Jika alasan pemerintah Indonesia adalah  tentang kemanan transaksi elektronik yang rawan penyalah gunaan atau pembajakan, alasan tersebut adalah sebuah ketakutan yang memiliki dasar yang lemah. Jika regulasinya dapat mengontrol dan member jaminan yang kuat tentu Indonesia akan menjadi pasar dengan system multi transaksi yang akan menjadi rujukan dunia dimasa depan. Pembajakan elektronik adalah dinamika bukan fenomena. Bukankah mata uang berupa emas dan perak maupun uang kertas juga rawan pembajakan,perampokan perampasan secara paksa. Alasan lain adalah kekhawatiran tentang bitcoin akan dijadikan sebagai celah money loundring itu juga alasan yang lemah. Jika sistemnya benar-benar kuat dan badan otoritasnya tetap mengawasi secara ketat setidaknya celah kejahatannya akan lebih kecil.

Sangat disayangkan fenomena transaksi dengan uang virtual berupa bitcoin yang sangat praktis masih dalam kategori haram di Indonesia . sebenarnya mereka yang mempersoalkan adalah para aktifis yang secara sepihak bertindak untuk melindungi kelemahan kreatifitas berfikirnya. Mereka tidak siap dengan perubahan karena telah cukup lama menikmati kemapanan yang stagnan. Kasus ini tidak jauh beda dengan fenomena ojek online. Mereka yang merasa menadapat kompetitor baru sementara secara kelompok bisnis mereka sendiri belum siap untuk ikut dalam perubahan yang sangat dinamis membuat berbagai alasan yang sangat tidak berharga.siapa yang paling diuntungkan ketika seorang kepala Negara ikut berbicara tentang fenomena ojek online, yaitu para penayang trending topic untuk melancarkan aktifitas bisnisnya. Atau setidaknya ini adalah framing politik jangka pendek.

Hal yang paling dikhawatirkan adalah tidakan para otoritas pemerintah seperti ketika pemblokiran situs-situs broker online dilakukan, jika ini terjadi terhadap situs-situs penyedia layanan bitcoin.tetapi yang membuat pelaku bisnis optimis adalah teknologi seratus langkah lebih maju dibanding para regulator.




Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.