MENATAP ANGGUN EKSOTIS PUNCAK DEMPO, MELIHAT HORISON SAMUDERA INDONESIA DARI BAWAH LINDUNGAN LANGIT TANAH REJANG



Terlupakankah atau sengaja untuk dilupakan, tidak terlihatlah atau sengaja untuk tidak dilihat, tidak terkhabarkankah atau sengaja untuk tidak dikhabarkan. Meskupin mawar tak pernah mewartakan wanginya, setidaknya seorang putri mengilustrasikan kepada para pangeran.bahwa dia ada, di bawah lindungan langit yang sama”.
Dari hal kecil kita melihat indonesia dimasa depan, bahwa sengaja atau tidak dengan mengabaikan hal-hal kecil sama dengan mengubur indonesia secara perlahan.
Lima atau delapan tahun yang lalu salah satu kecamatan di kabupaten kepahiang , kecamatan tebat karai ayang antara lain terdiri dari desa penanjung panjang, penanjung panjang atas, peraduan binjai, taba air pauh dan lainnya. Wilayah yang berbatasan langsung dengan kecamatan kabawetan, bermani ilir untuk dibagian sebelah timurnya sempat terkabar bahwa salah satu puncak bukitnya menjadi kawasan hutan wisata. Pemerintah kepala daerah saat itu membuat akses yang menghubungkan antar desa dengan melintasi bukit tersebut.  Tujuannya adalah untuk pengembangan kawasan ekowisata disamping kawasan ekowisata yang memang telah ada sebelumnya, puncak kebun teh kabawetan. Agar rancangan kawasan ekowisata dan agrowisata dapat menjadi sokoguru  perekonomian daerah secara merata, maka pemerintah daerah terus-menerus membuat event-event lokal penting seperti touring dan lainnya. Tujuan yang sama juga untuk mengangkat potensi ekonomi yang terpendam di hijau permainnya kepahiang. Tentang kebun kopi rakyat, tentang budaya dan adat-istiadat untuk dimunculkan kepermukaan sebagai hak kekayaan daerah. Anggaran yang cukup besar terus dikucurkan dan perlu disyukuri bahwa program itu tidak sia-sia.
Tetapi belakang hari hal ini seperti tinggal dalam diary dan kenang-kenangan yang terpendam. Sejak program ekowisata dan agrowisata hanya tertumpu pada satu wilayah kecil, menjadikan wilayah lain seolah terabaikan. Kisah offroad dan touring para raider tinggal sejarah yang mungkin akan mereka baca kembali setelah pulang ke tanah jawa.
Salah satu wilayah ekowisata tersebut berada tepat dipertemuan tiga desa antara penanjung panjang, peraduan binjau dan taba air pauh dan satu desa lainnya yang berada di kecamatan bermani ilir yakni desa bukit menyan.  Kawasan perbukitan yang hampir seratus persen wilayahnya adalah perkebunan kopi robusta rakyat ini, selalu menyuguhkan pemandangan yang membuat siapa saja berdecak kagum. Udara yang sejuk dan sejauh mata memandang adalah lekukan-lekukan bukit seperti sebuah lukisan mahakarya tinggi dari negeri dongeng. Ketika sore hari menatap sunset, sekaligus menyaksikan keanggunan puncak gunung dempo yang berada di propinsi sumatera selatan dalam sekali hamparan. Setelah gerimis biasanya kabut akan turun menyelimuti lembah-lembahnya, dan atmosfer menjadi bening adalah kesempatan untuk melihat garis laut samudera hindia (indonesia) dari puncak bukit penanjung. Suasana sore yang dingin ternyata adalah pasangan yang serasi jika disandinngkan dengan suguhan kopi hitam tradisional robusta. Oksigen yang masih bersih adalah alasan mengapa mereka memiliki hak untuk datang dari kota yang penuh hiruk pikuk ke puncak bukit penanjung. Melepas lelah dan menemukan inspirasi dunia baru. Keramahan masyarakat lokal yang paham bagaimana memuji dan meninggikan tamunya adalah alasan lain, mengapa dunia wajib melihatnya.
Disini siapa saja dapat menikmati sajian kopi lokal yang telah diolah secara moderen oleh masyarakat desa penanjung panjang. Merek lokal masyarakat disini juga telah mengisi gerai-gerai swalayan moderen dan mall di ibukota.
Banyak hal memang yang harus dibangun disini, akses transportasi yang belum sempat terselesaikan sebelumnaya akibat peralihan kepala daerah menjadi penyebabnya. Tetapi bukan tidak mungkin, sebab sangat belum terlambat untuk kembali membangun mimpi-mimpi tentang bagaimana puncak bukit penanjung terwujud sebagai kawasan wisata. Para wisatawan mungkin bersedia menginap di pondok-pondok perkebunan masyarakat sekaligus untuk menikmati keramahan dan kesederhanaan alam. Menikmati masakan khas masyarakat dengan khidmad untuk turut merasakan bahwa kembali ketradisi alam adalah cara lain untuk kembali kepada tuhan. NQSA, http://www.asia.co.id





Label:

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.