Menilik pendapatan situs iklan gratis




Kami yakin banyak yang bertanya dari mana sumber pendapatan situs-situs ecommerce seperti bukalapak.com, berniaga.com,dan situs iklan baris sejenisnya. Itulah alasan mengapa kami memberi sedikit ruang untuk menulis artikel ini. Menyempatkan waktu untuk beropini serta menyajikan untuk pembaca sebagai bahan rujukan. Sebelumnya kami juga mencari rujukan dari berbagai opini yang dapat memperkuat pendapat kami sementara. Kami menemukan salah satu blog yang mengulas tentang hal bagaimana situs berniaga.com dan sejenisnya memperoleh pendapatan. Dari beberapa komentar yang kami lihat ada salah satu komentar yang isinya bahkan hampir sama dengan artikel tersebut dari sisi jumlah kosa kata. Silahkan anda lihat blog cara-riri.com
Kebanyakan komentator sangat puas, walau kami yakin mereka tidak sungguh-sungguh puas. Dengan artikel ini kami bukan sepenuhnya bermaksud menyangkal. Tapi sedikit memberi perimbangan yang mungkin akan saling memberi manfaat satu sama lain.
Salah satu komentar yang kami maksud di atas bahkan menyangkal dengan cara yang tidak wajar dan terkesan emosional serta dipaksakan. Penulis blog tersebut tidak menjelaskan dengan sumber yang jelas berapa sebenarnya biaya yang dikeluarkan oleh berniaga.com. secara sederhana penulis hanya menjelaskan tentang hal yang mutlak yakni bagaimana mereka memperoleh fitback untuk membayar sewa hosting, menyewa domain dan menghidupi kelanjutan situs. Apalagi didukung oleh kenyataan berniaga.com kini dimiliki oleh olx. Apakah mereka bangkrut karena program iklan gratis yang tidak menguntungkan?. Atau karena hanya sangat sedikit masyarakat khususnya Indonesia yang masih cinta fanatik kepada segala sesuatu yang bermerek gratis. Sehingga hanya perusahaan skala menengah yang memasang iklan premium.kemudian penulis membandingkan dengan blog yang dikelolanya dengan besaran biaya hosting yang harus ditanggung.  Sangat jauh. Bumi-langit !. jika penulis tahu fakta yang sesungguhnya bahwa berniaga.com menghabiskan dana ± Rp.100 milyar. Fantastik !.
Jika berniaga.com bangkrut berarti situs tersebut tidak memiliki energy untuk tumbuh dan berkembang. Tidak memiliki nilai market. Lalu apa motivasi olx untuk memerger situs ecommerce tersebut. Jawaban ini barangkali masih butuh fakta dukungan yang lebih konkrit. Sudah sangat pasti bahwa yang mereka beli adalah asset perusahaa. Dengan nominal yang begitu besar mereka cukup menghidupkan satu perusahaan yakni olx yang secara jelas memiliki cabang di berbagai Negara besar di dunia. Kemudian jika faktanya situs iklan baris gratis tidak memberi dampak pendapatan yang fantastis bagi pemiliknya baik itu milik perorangan atau group raksasa rasanya mustahil hingga hari ini terus bermunculan situs-situs sejenis. Situs tersebut bahkan masuk kategori perusahaan rintisan (start up) yang dilirik oleh banyak investor.
Mari membuat pengandaian!. Situs-situs besar tersebut dengan melakukan kampanye secara besar-besaran dan sejumlah dana yang sangat besar bagaimana mereka mengembalikan modal para investor dan meraih profit mereka sendiri. Logika sederhananya adalah jika arus kunjungan situs mereka besar tentu dampak pendapatan iklan mereka juga besar. Lalu bagaimana dengan iklan gratis yang hanya memakan daya situs berupa bandwith?. Atau bagaimana jika tidak signifikan antara biaya pemenuhan daya situs dan pendapatan iklan premium mereka. Tetapi realitanya mereka justru semakin tangguh dan menjadi perusahaan yang menghidupi banyak orang baik sebagai karyawan maupun kewajiban-kewajiban lainnya seperti pajak yang memberi devisa kepada Negara.
Sekarang kita akan membuat perhitungan cara lain. Faktanya adalah apakah anda tahu berapa sebenarnya harga yang anda bayar per kilobyte untuk mengakses sebuah situs. Berapa yang anda habiskan untuk surfing di sebuah situs toko online?. Bisa mencapai puluhan megabyte bahkan gigabyte. Berapa harga sebenarnya yang ditetapkan oleh provider telekomunikasi dan berapa yang sebenarnya tanpa anda sadari membayar per kilobyte-nya. Coba anda teliti kembali berapa kuota internet anda dan untuk kemampuan berapa lama anda bisa surfing di situs toko online atau situs iklan baris gratis.
Berapa lama waktu upload iklan dan berapa lama loading situs tersebut. Berapa kuota internet yang anda keluarkan. Jika misal harga perkilobyte adalah RP.0,001,- tapi kenyataannya anda membayarnya denga harga Rp.0,002,-. Selisihnya adalah Rp.0,001,- x 1000 000 000 pengunjung = Rp.100 000,-. Kemudian kalikan berapa lama mereka surfing di situs tersebut dan berapa kilobyte mereka menghabiskan kuota internet. Kemudian untuk biaya sewa hosting. Jangan pusing !. dengan dana yang sangat besar mereka sudah dapat dipastikan tidak akan menyewa server. Tetapi mereka membeli dan memiliki server sendiri. Anggap saja mereka menyewakan untuk mereka sendiri dan sisanya mungkin bisa disewakan kepada pihak lain. Iklan yang selalu muncul di ponsel anda tentang kuota internet murah pernahkah mereka sebagai provider transparan berapa harga persatuan kilobyte. Faktanya dalam sebuah berita nasional bahwa biaya layanan komunikasi di Indonesia tergolong yang paling mahal termasuk layanan data. Wajar jika perusahaan telekomunikasi nasional di Indonesia bisa membukukan laba bersih hingga di atas Rp.10 trilyun dan dengan CSR yang sangat murah. Mereka mengumumkan tentang acara pertandingan bola volley sebagai CSR (corporate social responsibility).masih sama.bumi-langit !.
Sedikit menyinggung artikel yang pernah kami publikasikan sebelumnya bahwa kami belum memiliki layanan wifi. Sehingga kami harus menggunakan modem untuk mengelola situs ini dan hanya satu-satunya bisa menggunakan layanan telkomsel. Dalam satu bulan kami menghabiskan hingga 6 gigabyte data. Sekitar ± Rp.200 000,- belum temasuk listrik sewa hosting dan lain-lain. Apakah di masa depan kami tidak menuntut pendapatan?.mustahil, karena organisasi nonprofit pun tetap butuh biaya untuk operasional dan sebagai sumber pendapatan orang-orang di dalamnya. Meskipun seolah-olah profit bukanlah orientasi.
Sekarang di televisi terus bermunculan iklan situs-situs seperti traveloka.com, misteraladin.com dan yang paling baru adalah pegipegi.com. situs ini sebelumnya beriklan di layanan CPA accesstrade.co.id. bahkan kami sebagai salah satu publisher accesstrade sempat menayangkan banner pegipegi.com. biaya belanja iklan mereka tentu sekarang lebih besar lagi. Kita tunggu kabar selanjutnya akan sebesar apa situs destinasi wisata tersebut.
Kembali ke persoalan di atas sebelum menutup aritkel ini. Lalu bagaimana jalan untuk memonetisasi situs anda di masa depan. Karena teramat jarang sumber yang membahas tentang hal seperti ini. Sebagian dan kebanyakan artikel membahas monetisasi situs dengan mengikuti berbagai layanan iklan online sebagai publisher. Menjual produk, mengikuti program CPA atau CPC .menjadi publisher adsense seperti google adsense yang semakin sulit untuk ditembus.semakin besar arus kunjungan situs anda maka semakin besar pula perusahaan tempat anda menyewa hosting dan semakin kaya raya pula perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang prestisius, luxuary dan tertutup tersebut. Bahkan mereka hampir menjadi dewa.
Kami demikian juga anda butuh mencari sumber informasi yang lebih detil. Pemerintah dalam hal ini kementrian UKM dan kementrian informatika membuka akses-akses pendidikan seperti ini secara lebih progresif dan terus-menerus. Menjadikan bisnis internet atau blogging sebagai salah satu pelajaran di sekolah. Tujuannya jelas !, akan mengurangi pengangguran di masa depan. Karena blogger bukanlah profesi pengangguran. Sebagaimana yang artikel lain yang kami publikasikan bahwa blogging adalah bisnis dan blogger adalah bisnisman.


Label:

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.