PELUANG INVESTASI BISNIS SEKTOR PARIWISATA DI PROPINSI BENGKULU




Wisata adalah kebutuhan primer saat ini. Wisata menjadi sama dengan pangan dan pakaian bagi masyarakat moderen. Karena wisata menyangkut masalah kebutuhan pokok yang sangat penting bagi psikologi seseorang atau anggota masyarakat. Beratnya tuntutan kerja untuk sekedar memenuhi kebutuhan pangan menjadi pemicu tingginya tingkat stres bagi masyarakat kalangan menengah. Rutinitas kantor dan tanggung jawab kerja maupun membangun sebuah industri bisnis. Beberapa penunjang utama ketahanan mental tersebut adalah berwisata. Setidaknya kebutuhan ideal berwisata 1 bulan sekali untuk wisata kecil jarak pendek. Hal ini menjadi peluang bagi beberapa orang yang melihat bahwa industri ini akan tumbuh lebih cepat dibanding industri pangan. Tumbuhnya situs layanan traveling menjadi salah satu bukti bahwa mereka melihat peluang ini dengan sangat cerdas.

Pada dasarnya wisata murah masih menjadi tujuan dominan untuk sebagian besar masyarakat indonesia. Dan sebagian kecil memilih wisata berkelas dan saat ini juga tergolong sudah sangat murah untuk wisata ke luar negeri. Berbagai promo penawaran perusahaan penyedia layanan jasa wisata menjadikan banyak masyarakat kalangan menengah memiliki peluang untuk berwisata ke luar negeri. Wisata religi saat ini sedang menjadi tren bisnis. Meskipun akhir ini banyak kejadian yang cukup membuat tingkat kepercayaan banyak orang menjadi menurun. Misalnya berbagai perusahaan layanan wisata umroh yang banyak menelan korban penipuan.

Bengkulu sebagai salah satu daerah yang saat ini terus dibangun wisatanya. Dalam berbagai bentuk event yang diadakan baik oleh pemerintah maupun swasta untuk menunjukan bahwa bengkulu adalah destinasi wisata yang wajib masuk dalam daftar destinasi wisata favorit.

Propinsi bengkulu memiliki sejarah yang panjang dan selama ini tidak terekspose secara luas. Dengan pantainya yang indah, menurut beberapa wisatawan mengatakan bahwa “Bengkulu adalah Bali yang terletak di pulau sumatera” pesona pantainya yang memajang dan terpanjang se-asia tenggara serta gugusan bukit yang indah dengan berbagai keragaman suku lokal yang spesial. Khususnya kabupaten kepahiang yang berada di lintasan segitiga emas, rejang lebong yang berada di kaki gunung kaba, dan kabupaten lebong yang di luar negeri terkenal dengan kopi mangkuraja sekaligus asal dari kopi vietnam yang terkenal itu. Selalu tidak pernah habis dalam sekali cerita.

Saat ini kabupaten kepahiang dan kebupaten rejang lebong masih menjadi buruan para pencinta kopi. Bahkan beberapa dari mereka berasal dari negara jerman, australia dan jepang. Bagi negara vietnam tentu kabar tentang kopi kabupaten lebong bukan hal baru. Kenikmatan kopi robusta dari kabupaten kepahiang  cukup terkenal dan beberapa produk olahan kopi seperti merek konakito, trabas, kopi redjang (red coffee) dan ikola koffie sempat berangkat ke moskow untuk pameran produk.
Tren wisata kopi yang sedang tumbuh sangat menggairahkan ini adalah sebuah celah investasi bisnis yang menguntungkan. Hal ini belum benar – benar dilakukan baik oleh pengusaha lokal maupun pemerintah daerah secara serius. Sementara beberapa penguasaha dari luar telah melihat potensi bisnis ini sebagai tujuan bisnis mereka. Kabupaten kepahiang khususnya kawasan agrowisata puncak kebun teh kabawetan tentu menjadi sasaran selanjutnya setelah pantai panjang bengkulu. Tumbunya industri bisnis perhotelan belum terlihat nyata di kabupaten kepahiang. Itu sebabnya beberapa inisiatif dari pemuda – pemuda lokal yang memiliki ide bisnis sedang memikirkan bagaimana mewujudkan konsep binis wisata hotel kemasyarakatan.

“Mereka menyebutnya home stay, tapi kami lebih sepakat menyebutnya hotel kemasyarakatan”.
Idenya mungkin sama, bahwa setiap rumah penduduk menyediakan kamar penginapan masing – masing 1 (satu) unit untuk penginapan para wisatawan. Dan hanya dibatasi 1 unit kamar setiap kepala keluarga untuk pemerataan. Agar jangan terjadi mereka yang memiliki modal besar menguasai seluruh aset binis ini. Artinya bahwa potensi pendapatan setiap keluarga akan merata. Batas menginap dalam satu kamar maksimal 5 hari bagi wisatawan dan selanjutnya harus memilih kamar dari keluarga yang berbeda. Ini adalah cara bagaimana agar semua masyarakat berpeluang menikmati program bisnis ini. Sistem pengelolaan mungkin koperasi. Agar harga yang ditawarkan memiliki standar yang jelas dan tidak merugikan wisatawan.

Saat ini masyarakat dan para pemuda yang memiliki fashion bisnis wisata menginginkan adanya investasi dari luar daerah bila perlu dari luar negeri untuk mewujudkan program wisata dengan konsep hotel kemasyarakat ini. Melalui situs http://news.asia.co.id yang sebagian pengunjungnya berasal dari negara – negara besar seperti Amerika Serikat,Rusia,Kanada,Filipina,Peru,Cili,Singapura,Argentina,Jerman,Korea Selatan dan Uni Emirat Arab ini terus mencari dukungan dari berbagai kalangan dan salah satu dukungannya adalah meminta dunia untuk mengingatkan pemerintah kabupaten kepahiang yang membangun industri – industri kecil sebagai penyumbang karbondioksida dari mesin – mesin diesel yang selama ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah. Konsep kampung kopi yang diprogramkan pemerintah tidak sejalan dengan konsep agrowisata di kawasan puncak kebun teh kabawetan yang menjadi penyumbang oksigen bersih di masa depan dengan pembangunan industri yang menggunakan mesin tenaga diesel.


Label:

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.