Perkembangan Media Internet dan Dampak Nyata Terhadap Fungsi Ekonomi





Internet adalah akses lain di dunia maya sebagaimana jalur cepat seperti jalan tol dan kereta listrik cepat. Internet adalah media tempat tumbuh dan berkembangnya sebuah perekonomian. Internet mampu memangkas bisnis berbiaya tinggi dan waktu yang panjang menjadi lebih murah dan cepat. Jika penghubung antara pusat perekonomian infrastrukturnya adalah jalan raya yang disebut sebagai urat nadi perekonomian, maka internet juga memilki urat nadi yakni jaringan layanan data. Server sebagai pelabuhan dan layanan jaringan adalah sebuah jalan raya yang menghubungkan keduanya antara pelabuhan ke pelabuhan dan pelabuhan ke masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi digital memiliki kecepatan tinggal landas yang sangat mengagumkan. Layanan jaringan internet cepat sama halnya dengan jaln tol bebas hambatan. Banyak beban waktu dalam memobilisasi suatu produk barang dari pabrik ke pelabuhan dan dari pelabuhan ke konsumen  menjadi lebih cepat dan hemat. Dampaknya adalah harga jual barang menjadi lebih murah dan kemampuan daya beli masyarakat lebih tinggi. Dengan demikian, untuk memicu laju pertumbuhan perekonomian yang paling pokok adalah menyediakan infrastruktur sebagai akses mobilisasi barang. Karena dengan demikian, tingkat kerusakan produk khususnya produk pangan menjadi lebih rendah, waktu akses lebih efisien dan tingkat margin keuntungan perusahaan lebih tinggi tetapi konsumen tidak menanggung beban harga beli yang mahal.

Hal di atas tentu memiliki kaitan erat dengan ekonomi digital. Dengan infrastruktur layanan data yang terkoneksi secara menyeluruh dan kuat serta cepat akan memberi dampak ekonomi yang tumbuh secara signifikan. Jaringan internet cepat dan koneksi yang stabil akan memicu kesadaraan pengguna internet sebagai pengguna produktif.

Fakta saat ini bahwa pengguna internet terbagi menjadi dua bagian yakni:
1.Pengguna konsumtif
Pengguna internet konsumtif masih mendominasi seluruh pengguna internet khususnya di indonesia.  Sebagian masyarakt masih memanfaatkan internet sebagi media ber sosial ria. Seperti menggunakan layanan jejaring sosial facebook, twitter dan lainnya bukan untuk kepentingan ekonomi. Banyak dari mereka mengeluarkan biaya rutin untuk memperoleh layanan internet hanya sekedar untuk kebutuhan yang tidak produktif. Padahal keseharian mereka hampir setiap detik tidak bisa dipisahkan dari internet. Apakah hanya sekedar menyapa sahabat melalui facebook atau sekedar ingin tampil aktif di dunia maya. Sehingga dapat dibayangkan betapa akan lumpuhnya perekonomian suatu kawasan yang masyarakatnya hanya menggunakan internet sebagai pengguna konsumtif. Yang diuntungkan adalah penyedia layanan dan provider telekomunikasi. Belum lagi mereka yang tinggal di daerah dengan layanan internet rendah. Hampir setiap bulan mereka membelanjakan uangnya untuk memperoleh layanan data internet dan uang mereka habis hanya untuk melakukan fase loading. Jelas mereka hanya menjadi objek pasar bagi penyedia layanan jasa internet. Berapa besar uang yang mengalir keluar dari kawasan yang masyarakatnya hanya sebagai pengguna internet konsumtif. Padahal tidak ada uang yang masuk dari jalur yang sama ke kawasan itu. Mereka mencari uang dan membelanjakannya untuk memperoleh layanan data internet, mereka membaca berita online, mereka hanya sebagai pasar yang tidak memiliki akses penuh untuk kedua jalur yang seimbang.

2.Pengguna Produktif

Pengguna internet produktif adalah mereka yang sudah termasuk sebagai masyarakat ekonomi digital. Karena mereka selain menghabiskan uangnya untuk memperoleh layanan data internet sebagai sumber informasi dan referensi, mereka juga dapat melakukan tindakan ekonomi yang seimbang. Apakah mereka sebagai pengelola sebuah website berita atau pelaku usaha yang fokus menggunakan jaringan internet. Dari daerah yang telah terkoneksi dengan layanan internet cepat tentu memilki peluang untuk lebi maju perekonomiannya. Dengan internet mereka dapat mempromosikan sebuah destinasi wisata untuk mengundang wisatawan datang ke daerah. Dampak ekonominya sangat jelas. Kemudian mereka yang memiliki produk lokal tidak lagi harus pergi jauh untuk mencari pasar penjualan dengan beban biaya yang tingggi, waktu yang menjadi produk harus dipasarkan dengan harga yang lebih mahal serta tingkat penjualan yang rendah dengan segala resiko besar lainnya. Hanya bermodalkan telepon seluler yang telah mendukung internet cepat para pengusaha lokal telah mampu memasarkan produknya tanpa harus keluar dari halaman rumah mereka. Biaya pemasaran mereka jauh lebih murah, resiko mereka lebih rendah dan transaksi mereka lebih aman dengan sistem transaksi perbankan berbasi s internet (internet banking).

Hai di atas adalah gambaran seimbang bahwa pengguna internet produktif selain mengalirkan uang mereka ke luar, mereka pun dengan internet mampu mengalirkan uang dari luar untuk masuk ke daerah mereka. Disamping itu, sistem regulasi pemerintah yang semakin ketat menjadikan bisnis melalui internet menjadi bisnis paling nyaman dan memilki tingkat pendapatan keuntungan yang lebih tinggi. Sehingga pandangan berbagai pihak dalam hal penyediaan layanan cepat berupa infrastruktur modern seperti kereta cepat, tol darat, tol laut dan tol udara serta tol data menjadi satu kesepakatan yang harus segera terwujud dengan cepat. Dengan tol darat, tol laut dan tol udara serta tol data, fungsi ekonomi menjadi lebih memberi dampak keuntungan yang signifikan.

Kemudahan lain untuk mendukung semua layanan tersebut adalah bahwa hampir semua lembaga penyedia layanan telah mengizinkan penggunaan sertifikat elektronik yang legal.  Karena internet adalah jalur bebas hambatan yang mengkoneksikan antar sumber ekonomi lintas batas, maka sistem penghambat semakin dihilangkan. Salah satu contoh nyata, untuk mendapatkan layanan surat izin perdagangan antar negara pemerintah melalui lembaga resmi mengeluarkan kebijakan program INATRADE. Dimana dengan INATRADE sistem perizinan dapat dilakukan secara digital. Sangat mudah untuk memperolehnya. Dan siapa pun anda saat ini jika memiliki konsumen yang akan membeli produk anda di negara lain dapat anda layani dengan profesional tanpa harus ragu akan melangar hukum dagang internasional. Siapa pun anda saat ini bisa menjadi eksportir dengan lebih mudah dengan sistem layanan INATRADE.

Terbukti bahwa fakta pertumbuhan ekonomi suatu kawasan tidak lagi bergantung apakah kawasan tersebut sebagai kawasan produksi produk riil atau bukan. Karena produk digital saat ini sudah memiliki nilai yang sama sebagai produk riil. Seseorang yang ahli mengelola suatu gagasan secara tertulis (blogger) adalah salah satu contoh sebagai penghasil produk riil. Mereka memproduksi gagasan, menganalisa, menyusun dan mengemasnya dalam bentuk ebook untuk mereka pasarkan secara internasional. Kami memberi sedikit gambaran seorang pengembang template sebuah platform CMS osclass. Ari budin kelahiran tahun 90-an yang hasil desainnya telah di unduh di marketplace themeforest.net sebanyak 400 kali dan harga per lisensi saat ini $ 59 USD. Jika nilai tukar mata uang dollar amerika terhadap rupiah adalah Rp.13.800,-/ 1 USD. Maka cukup mengaggumkan berapa keuntungan ekonomi yang diperoleh hanya untuk sebuah desain template yang telah diunduh lebih dari 400 unduhan.
Rp.13.800,- x $ 59 USD x 400 =Rp.325.680.000,-
Belum lagi seorang pengembang lainnya yang khusus membangun desain template CMS berbasis blogspot yang lebih familiar dipanggil mas sugeng di kalangan para blogger indonesia sebagai pengembang evomag dan viomag.  Silahkan cari data lengkapnya dan hitung berapa uang yang mengalir dan dampak riilnya bagi fakta perekonomian dalam ekonomi digital. Mungkin lebih besarlagi dari nilai yang tercatat di atas. MYB.



Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.