PESERTA PELATIHAN UTUSAN DINAS KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN KEPAHIANG MENGUSULKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI DIGITAL KREATIVE BENGKULU




Ditengah gencar-gencarnya pemerintah propinsi bengkulu membangun UMKM untuk menghadapi bengkulu wonderful 2020 dalam hal pengurangan indeks kemiskinan, pada tahun ini (2018) pemerintah propinsi bengkulu melalui dinas koperasi dan UMKM mengadakan pelatihan lanjutan dari program pelatihan tahun sebelumnya yakni pelatihan kelayakan usaha dan buillding capacity di balai pendidikan dan pelatihan (Badiklat) propinsi bengkulu yang rencananya akan ada 11 angkatan. Angkatan pertama tahun ini diadakan pada tanggal 23 – 27 April 2018 sebanyak 40 orang dari 10 kabupaten kota se propinsi bengkulu. Pembekalan awal bagi pengusaha pemula untuk membangun usaha atau bisnis menuju goal yang lebih besar. Melalui pelatihan analisis usaha hingga mengeksekusi rencana usaha yang telah ditetapkan. Banyak hal menarik dalam tiap sesi pelatihan yakni terjadinya diskusi interaktive antara peserta dan pengajar yang masing-masing berasal dari universitas ternama di kota bengkulu antara lain Universitas Dehasen (Unived), Universitas Muhamadiyah Bengkulu  (UMB) serta pengajar dari internal dinas koperasi dan UKM. Hal yang paling menarik adalah sesi belajar yang dipandu oleh bapak Asrial B,S.Sn.AK  salah satu dari 30 assesor di Indonesia. Suasana praktik dengan sistem  presentasi dan diskusi antar kelompok peserta menjadikan waktu yang tersedia menjadi terasa kurang.

Salah satu peserta UMKM utusan dinas koperasi dan UMKM kabupaten kepahiang yang mewakili UKM Kopi Redjang di sela-sela diskusi tanya jawab megusulkan agar pemerintah propinsi bengkulu melalui dinas koperasi dan UMKM serta dinas terkait mulai membina dan mengembangkan produk digital dan industri digital di propinsi bengkulu. Saat ini pemerintah daerah sepertinya hanya fokus pada pengembangan dan pemasaran produk – produk lokal untuk dipasarkan melalui media digital internat. Seperti melalui website, weblog, jejaring sosial maupun pemasaran melalui marketplace yang telah eksis secara nasional. Tetapi tampaknya pemerintah belum mendukung penuh agar UMKM bukan saja sebagai pengguna produk industri digital, tetapi justru sebagai pemilik produk digital dan industrinya.

Dalam argumentasinya di tengah diskusi utusan UMKM Kabupaten kepahiang yang mengelola situs marketplace www.asia.co.id meminta agar pemerintah daerah terus mendorong agar UMKM juga mulai melirik produk digital seperti membuat aplikasi yang memasarkannya. Produk digital lebih mudah menembus pasar internasional. Apalagi jika industrinya berada di propinsi bengkulu . menurutnya saat ini situs yang ia kelola menggunakan domain dan hosting yang disewa dari perusahaan  penyedia layanan domain dan hosting di jakarta masterweb.com . pada umumnya penggiat digital di bengkulu belum mengklasifikasikan kegiatannya sebagai sebuah industri. Padahal ini adalah kegiatan positif dan juga mengurangi angka pengangguran atau setidaknya sebagai industri yang dapat memberi kontribusi ekonomi bagi bengkulu. Jumlah anak muda yang melakukan kegiatan bloging dan secara serius mengelola website sangat banyak dan belum terorganisir secara resmi di bengkulu. Contoh sederhana di bengkulu telah ada nguberjek.com, perusahaan yang bergerak dibidang jasa ojek online menggunakan aplikasi mobile. Bukan tidak mungkin jika pemerintah bersedia mengalokasikan sebagian anggarannya untuk pengembangan industri digital di bengkulu, akan lahir produk – produk aplikasi dari pemuda – pemuda bengkulu. Belum lagi akan lahirnya perusahaan – perusahaan fintech lokal dan perusahan pasar berbasis website seperti tokopedia maupun bukalapak di propinsi bengkulu. Salah satu kegiatan para penggiat blog bengkulu yang diam – diam turut menyumbang arus ekonomi dari luar negeri masuk ke bengkulu adalah para blogger yang memanfaatkan kegiatan bloging sekaligus ikut serta dalam program penayang iklan google adsense. Salah satu blogger yang saat ini berkerja di sebuah industri percetakan kemasan di rumah kemasan bengkulu (RKB) mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan hingga 1,5 -2 juta rupiah sebulan sebagai mitra penayang google adsense.  Padahal jumlah blogger di bengkulu yang aktif lebih dari 30 orang. Uang yang mereka peroleh langsung dari google inc sebuah perusahaan raksasa internet dunia. Produk mereka adalah karya tulis, video, desain kreative dan lain sebagainya. Produk yang mereka hasilkan tentu tidak berbeda dengan produk non digital seperti produk pangan olahan misalnya, kopi bubuk, steak, syrup jeruk kalamansi dan aneka penganan lainnya. Produk pangan tersebut selama ini selal menjadi andalan dalam setiap event pameran baik tingkat daerah maupun tingkat nasional bahkan internasional. Sementara produk digital sebagai produk yang juga bernilai ekonomi belum diberi tempat khusus untuk ikut dalam ajang pameran.

Bisa dibayangkan jika di bengkulu terdapat 1000 industri produk digital. Website sebagai pabrik atau toko dan konten sebagai produknya, dan jika seluruhnya berafilliasi sebagai mitra google adsense secara aktif dan dibina oleh pemerintah propinsi bengkulu. Diberi pelatihan khusus dan disediakan fasilitas kerja tersendiri . Artinya secara kalkulasi akan ada 1 sampai 2 milyar rupiah  lebih uang masuk ke bengkulu setiap bulannya dan turut meningkatkan daya beli produk-produk UMKM di bengkulu.

Saat ini para industri kecil bidang digital kreative belum terlembaga dengan baik sebagaimana industri nondigital. Pelakunya masih dianggap sebagai bukan pekerja profesional. Padahal sebelumnya di tahun 2017 dinas perdagangan propinsi bengkulu pernah mengundang untuk mengkolaborasikan antara industri digital dan nondigital. Acar yang dihelat di kantor dinas propinsi saat ini mengundang para penggiat industri kopi dan penggiat blog yakni Blogger bengkulu (BoBe) sebuah komunitas blog di propinsi bengkulu. Dari pertemuan tersebut sepakat terjadi sinegritas yang saling mendukung antara produsen kopi, pengelola weblog dan pemerintah daerah. Para blogger mengulas seluruh produk kopi dalam setiap artikel mereka untuk di tayangkan di internet agar dunia tahu tentang kopi bengkulu. Penggiat kopi sangat diuntungkan karena waktu mereka untuk berpromosi menjadi lebih efisien sementara informasi produk mereka menjadi tersiar  keseluruh penjuru dunia. Dari sisi para blogger, mereka menjadi memiliki bahan baku untuk membuat produk digital berupa konten artikel untuk memperkaya situs mereka. Kunjungan ke situs mereka meningkat dan dampaknya adalah peluang pendapatan mereka sebagai mitra penayang iklan google adsense (GA) lebih besar. Sementara lain beban pemerintah untuk meningkatkan daya beli lokal meningkat karena ada uang dari luar masuk ke bengkulu.

Menurut pemilik industri UMKM Kopi Redjang yang juga mengelola situs marketplace www.asia.co.id agar dinas koperasi dan UMKM bukan hanya mengadakan pelatihan untuk industri produk nyata, tetapi juga mengadakan penyediaan pelatihan resmi para produsen industri produk konten digital. Jika selama ini pemerintah daerah propinsi bengkulu dan kabupaten kepahiang serta kabupaten lainnya selalu memberi bantuan alat-alat pendukung industri seperti mesin industri untuk kopi atau produk lainnya. Maka sudah menjadi keharusan agar pemerintah juga memberi perhatian khusus bagi industri digital misalnya penyediaan layanan server agar tidak lagi menyewa di kota lain. Karena untuk sebuah desain website profesional harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah belum termasuk biaya sewa domain dan server. Semakin besar kunjungan situs tentu semakin tinggi kebutuhan ruang penyimpanan data dan semakin tinggi pula biaya sewa yang harus di bayarkan kepada perusahaan penyedia layanan server.



Label:

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.