Profesi,kehormatan dan status sosial




Berbicara tentang profesi akan merujuk kepada kehormatan dan menilai serta menempatkan seseorang pada kelas sosialnya. Relative !.
Baik, setiap wadah yang menjadi lingkungan sosialnya tentu memiliki tingkat relativitas yang bisa saja sedikit berbeda dan bisa saja memiliki perbedaan yang sangat jauh atau mencolok dan justru menjadi standar-standar yang kuat dan baku. Profesi sebagai prajurit militer akan merujuk kepada kepangkatan dan kemudian strata jabatan dalam lingkungan militer. Dan ini terkadang sudah sangat lazim berpengaruh diluar institusinya. Ketakziman ditunjukan bagaimana sikap yang baku golongan tamtama terhadap segolongannya mengenai tingkat kepangkatan. Demikian juga golongan bintara  maupun perwira.. kemudian golongan tamtama terhadap bintara dan tamtama terhadap perwira atau bintara terhadap golongan perwira. Belum lagi jabatan yang sedang diembannya apakah  sebagai komandan regu atau komandan kompi . apakah sebagai panglima bukan perwira bukan panglima. Tentu profesi ini memiliki kehormatan dan status social kedalam. Namun sudah menjadi tradisi bahwa kehormatan dari profesi mereka menjelajah ke luar. Dalam hal ini tentu kita tidak akan menempatkan kehormatan dan status sosial dalam lingkup profesi yang sempit. Tapi sudah pada tahap bernegara sebagai ekosistemnya. Maka ada kelas militer sebagai golongan dan status sosial yang dianggap lebih tinggi dari masyarakat non militer. Ini berlaku umum di Indonesia misalnya, tetapi mungkin tidak berlaku di Negara lain.
Di satu Negara misalnya Indonesia, tentu setiap daerah memiliki ke-khas-an masing masing tentang kelas sosial . kemudian status sosial sebagai golongan pegawai negeri sipil dianggap lebih tinggi di banding petani meskipun PNS golongan paling bawah dengan penghasilan berupa gaji yang sangat rendah. Di tempat lain mungkin pegawai perusahaan dengan jabatan sebagai menejer atau direktur dianggap lebih tinggi disbanding dengan pegawai negeri sipil. Sehingga kadang-kadang seseorang atau segolongan orang melupakan eksistensinya dengan mengorbankan berbagai landasan etika untuk memenuhi hasrat status sosial di sekitarnya. Padahal itu belum tentu berlaku umum atau tidak berlaku di tempat lain.
Status sosial juga dapat dilihat dari sisi pendapatan pada suatu wilayah. Dan rasanya ini lebih adil. Kemudian kebutuhan sekundernya telah menjadi primer dan kebutuhan tertiernya telah menjadi kebutuhan sekunder. Misalnya kepemilikian kendaraan dengan tipe dan merek serta standar harga tertentu. Kepemilikan kendaraan limit edition adalah salah satu lambangnya. Apakah seseorang memiliki lebih dari satu mobil dengan merek tertentu misalnya Cadillac, Lamborghini,Ferrari marcedes benz atau hanya mobil dengan merek pasaran yang murah meriah. Apakah seseorang memiliki villa atau bungalow di puncak atau hanya tinggal di pemukiman prestisius dalam komplek di tengah perkotaan yang sempit. Atau apakah seseorang memiliki sebuah jet pribadi.
Dari hal lain. Sumber penghasilan juga melambangkan citra sebuah kelas sosial. Seseorang yang memiliki sumber penghasilan dari gaji sebagai pegawai negeri sipil tentu tidak akan lebih tinggi strata sosialnya dari para pemilik saham-saham perusahaan besar. Seseorang yang memiliki sebuah mobil seharga RP.500 juta dengan profesi hanya sebagai pegawai negeri sipil tentu tempat duduknya tidak akan sama dengan orang yang memiliki mobil denga merek dan haraga yang sama yang berprofesi sebagai pemegang saham perusahaan.
Kemudian profesi seorang penulis artikel atau seorang blogger. Ini adalah sebuah profesi yang tidak dianggap profesi untuk sebagian besar orang. Mereka dianggap tidak memiliki status sosial dari segi pekerjaan. Padahal di era digital yang membutuhkan akses serba cepat dan efisien ini adalah profesi dan sangat layak mendapat konpensasi kehormatan sosial. Mereka telah memudahkan banyak orang tentang kebutuhan informasi. Mereka kadang-kadang menjadi guru private untuk banyak orang tanpa mereka sadari. Dan yang terpenting mereka bisa memperoleh nilai penghasilan yang jauh lebih besar dari hanya seorang pegawai negeri sipil atau militer.
Sangat jelas dan tegas bahwa meskipun dari zaman yang kurang menyenangkan menulis artikel atau sebagai blogger tidak dianggap profesi, perlu di tkenkan lagi bahwa menjadi penulis artikel atau blogger adalah profesi yang mahal dan memiliki kelas sosial yang kuat. Tentu anda yang mendedikasikan kepada profesi blogger atau sejenisnya harus memiliki konfidensi yang dapat membuktikan bahwa kelas sosial anda sama tingginya atau bahkan lebih tinggi bukan hanya ke dalam ( sesama blogger) tapi juga ke luar.
Kedepan mungkin departemen dalam negeri akan mempertimbangkan sebuah profesi khusus untuk para blogger dalam mengisi kolom pekerjaan. Sehingga Negara mengetahui profesi sebenarnya per masing-masing individu. Meskipun tidak mencakup semua profesi pekerjaan. Misalnya tidak akan tersedia kolom perkerjaan saat mengurus KTP denga profesi pekerjaan sebagai penjudi atau pekerjaan terlarang lainnya. Sehingga pekerjaan sebagai wiraswasta adalah pengganti yang dianggap mewakili profesi pekerjaan seseorang. Akann sangat berbeda dengan profesi petani,pedagang atau pegawai negeri yang telah disediakan pilihan khusus.
Penulis artikel, bahkan sekarang telah memiliki berbagai wadah untuk menjual keahliannya. Misalnya sribulancer.com. penulis artikel professional dapat mengambil berbagai penawaran untuk memenuhi permintaan bebagai situs untuk membuat artikel yang akan disiarkan di situs mereka. Memiliki penghasilan?, jawababnya adalah ya !. seseorang yang berkerja sebagai fasilitator pernah mengatakan kepada kami bahwa pekerjaan sebagai penulis arikel adalah profesi yang tidak terukur atau dengan penghasilan tidak pasti. Mungkin benar, mungkin juga salah jika menurut pendapat kami dengan membandingkan berbagai profesi lain misalnya berniaga atau buruh. Menjadi penulis artikel tentu bisa saja sama dengan pedagang yang akan menjual kemampuannya dalam memenuhi permintaan pasar atau pembeli (customer). Bagaimana jika menjadi blogger?, menjadi blogger juga hampir sama. Mengapa?.mereka atau anda harus mendisiplinkan diri dengan segala hal. Berkerja untuk menyajikan sesuatu yang memiliki nilai jual atau memahami market. Blogger yang berhasil mengedepankan kualitasnya sehingga menjadi rujukan banyak orang tentu akan memiliki nilai penghasilan yang sangat fantastis. Anda yang memiliki situs sama saja dengan toko yang ramai pengunjung meskipun situs anda bukan kategori toko online. Atau anda memiliki panggung pertunjukan atau showroom atau munkin taman bermain yang disukai banyak orang. Di sekitarnya anda bisa menjual berbagai hal. Produk atau apapun yang dapat mengalirkan arus pendapatan. Seperti sebuah taman yang menyediakan space iklan untuk disewakan. Apakah iklan yang langsung kepada anda sendiri atau iklan pihak ketiga melalui program affiliasi. Internet tentu memberi kemudahan dan budget yang lebih rendah dalam hal sewa menyewa ruang iklan. Berkerja sama denga penyedia layanan ikalan PPC seperti chitika.com atau yang kalau yang paling trend adalah adsense milik google. Potensi pendapatan anda akan sangat besar sebanding dengan kerja keras anda dengan disiplin dan bertanggung jawab.
Kemudian apa yang menjadikan profesi blogger atau menulis content di website masih dianggap bukan profesi yang menjanjikan potensi penghasilan lebih besar?. Tergantung bagaimana anda berpendapat !, apakah pekerjaan ini akan menjadi pekerjaan sampingan anda atau menjadikan sebagai pekerjaan utama. Pada artikel lain kami akan membahas tentang berprofesi sebagai blogger sama denga profesi sebagai pengusaha dengan perusahaanya dan segala seluk-beluk manajemen dan aspek-aspek pendukungnya.
Kesimpulannya adalah jelas. profesi sebagai writer online atau sebagai blogger, sebagai pengelola website atau sebagai publisher Misal,google adsense adalah pekerjaan yang memiliki kehormatan dan nilai status sosial yang diperhitungkan. Blogger tidak akan sama dengan pengangguran yang dianggap sampah masyrakat atau beban sosial Negara. Pekerja online sebagai blogger adalah sebuah dedikasi dan pilihan yang secara terang-terangan adalah pekerja yang super sibuk, penuh disiplin dan membanggakan. Memiliki strata sosial bukan hanya sesama blogger tetapi juga di luar ekosistemnya ( blogger).blogger adalah pemilik sebuah perusahaan ,pemegang otorisasi dan wiraswasta professional.


Label:

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.