SALAH SATU PENDIRI KOPI REDJANG BERENCANA MUNDUR DARI PERUSAHAAN




Perusahaan kecil yang berdiri pertengahan tahun 2014 silam kini mulai menunjukan ekistensinya. Walaupun skala usaha lokal dan masih dan tergolong UMKM, perusahan yang memproduksi dan memasarkan merek Kopi Redjang ini pun telah mulai memasarkan keberapa daerah di indonesia. Sebelum perusahaan ini lebih akrab dikenal sebagai kopi redjang, adalah perusahan berbentuk perseroaan komanditer yang berencana akan mengajukan pendirian perseroan dipertengahan tahun 2019 mendatang.

CV.NAQSA GOLDEN EXOSITE yang berarti jembatan emas menuju surga ini awalnya terinspirasi dari sebuah perguruan tarekat di kandis propinsi Riau dan Bandar tinggi Sumatera Utara pimpinan DR.Syeikh Salman Da’im dimana salah satu pendiri perusahaan ini yakni M.Y.Budiono adalah alumni perguruan tersebut sebelum melanjutkan kuliah di fakultas pertanian jurusan teknologi pangan universitas dehasen bengkulu. Ternyata butuh waktu hingga 2 tahun untuk mewujudkan rencana usaha memproduksi bubuk kopi yang awalnya di gawangi oleh Boen Darmawansyah, M.Fatikin dan M.Y.Budiono dan Ny.Eka Susiani dengan merek “Exxoca”. Perusahaan resmi didirikan di kepahiang  antara lain M.Y.Budiono, Seno Harono dan Eka Susiani.SP tepat tanggal 11 Juni 2014. Dan kemudian meminta Bapak Ansori SE berdiri sebagai penasehat perusahaan serta penasehat lain yakni boss Grapadi Konsultan jakarta. Histori singkat ini sekedar mengingatkan beberapa sosok penting yang berkontribusi terhadap kopi redjang. Bukan hal yang mudah dalam mempertahankan sebuah tim bisnis. Beberapa kali terjadi konflik internal yang menunjukkan bahwa ini kerja besar dan pasti kedepan membutuhkan pemikiran-pemikiran yang besar.

Kemajuan yang cukup baik tersebut bukan tanpa uji coba strategi yang menguras banyak sumber daya keuangan, energi fisik dan fikiran.
“seorang petarung turun ke gelanggang untuk mencari resiko dan menaklukannya, bukan menghindari....”. ini bukan ungkapan optimisme sesungguhnya. Tetapi ungkapan salah satu penanggung jawab perusahaan ketika perusahaan nyaris bangkrut di tahun 2017 akhir akibat manajement yang tidak berjalan sesuai rencana.

Beberapa anggota tim memilih menghindari konflik jika sewaktu-waktu perusahaan bangkrut. Beberapa aturan manajement yang terus diperbaiki akhirnya membuahkan hasil yang baik ketika produk kopi redjang ternya dapat diterima perusahaan swalayan lokal lokal. Beberapa produk mulai di pasarkan di padang sumatera barat. Sementara disisi lain ketika tuntutan pasar mulai tinggi, ternyata direktur perusahaan (M.Y.Budiono) justru berencana mundur dari kopi redjang lebih setahun lebih awal. Meskipun kandidat direktur mungkin saja akan diambil alih oleh wakil direktur (Seno Hartono) dan hal tersebut sebenarnya tidak menyalahi. Yang menjadi pertanyaan beberapa klien adalah, apakah telah terjadi konflik internal sehingga pimpinan perusahaan harus mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir 11 Juni 2019 mendatang.

“ tidak demikian, kami merasa bahwa sudah saatnya perusahaan butuh penyegaran, dan kami merasa bahwa perusahaan sudah mulai mapan dan harus membentuk divisi baru..”,

Bahwa kabar terbaru CV.NAQSA GOLDEN EXOSITE mendirikan satu divisi usaha berbasis internet berupa website marketplace. Sehingga dipastikan bahwa harus ada konsentrasi khusus untuk menangani salah satunya. Kemungkinan berikutnya adalah, formasi pengurus perusahaan setelah pengunduran salah satu pendiri dan pemilik kopi redjang antara lain, Bapak Ansori.SE sebagai komanditer perusahaan dan Ny.Eka Susiani.SP dan Sdr.Seno Hartono yang memegang tampuk pimpinan perusahaan lebih dini sebelum masa rotasi sampai.

Hal ini belum bersifat final. Masih dalam rencana, tetapi sepertinya hal ini bersifat mendesak. Setelah mendirikan asia.co.id sebagai situs marketplace, ternyata salah satu pemilik dan pendiri perusahaan juga mendirikan news.asia.co.id . dan rencana akan menggandeng perusahaan lokal lain untuk mendirikan suaralegislatif.com

“ ini bukan masalah konflik, tidak ada konflik, yang ada adalah perusahaan mengembangkan sayap usaha dan berusaha ekspansi”. Sebut salah satu penasehat perusahaan

Jawabaan ini menegaskan bahwa kopi redjang sebagai brand lokal yang berupaya meninggikan citra produk lokal, justru semakin tumbuh dan berkembang.

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.