Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Bengkulu Melatih Capacity Building 40 Wirausahawan Kabupaten Kepahiang








Sebagai bentuk upaya serius pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas standar taraf hidup masyarakat ke strata ekonomi yang lebih baik. Pemerintah juga bertanggung jawab dalam menurunkan angka pengangguran dengan berbagai terobosan. Keberhasilan ini kemudian akan menjadi tolak ukur kemajuan suatu negara.

Bahwa tidak dapat diingkari. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup tinggi tentu memunculkan berbagai persoalan dan kerentanan sosial dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok warga negara. Sementara di sisi lain ketangguhan ekonomi adalah dasar dari ketangguhan sebuah negara. Oleh sebab itu terobosan-terobosan besar harus diciptakan untuk mengatasi beragam persoalan yang timbul tersebut.

Penyediaan lapangan kerja oleh pemerintah seperti membangun badan usaha dalam berbagai sektor seperti sektor industri dan sektor perkebunan yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan lapangan kerja ternyata tidak sebanding lurus antara persiapan ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja yang dihasilkan. Baik itu tenaga kerja terdidik maupun terampil.
Bahwa standar sebuah negara maju adalah persentasenya 20 % warga negara adalah pengusaha. Dan indonesia belum mencapai persentase tersebut. Maka untuk mengejar ketinggalan angka persentase yang menjadi standar ukur, pemerintah terus mengupayakan membangun cara pandang dan pola pikir masyarakat. Bahwa dalam hal kewajiban bela negara yang termaktub dalam undang-undang dasar, setiap warga negara wajib ikut serta dalam bela negara. Meskipun pemahaman sebagian masyarakat selama ini bahwa bela negara selalu identik menjadi prajurit atau pegawai pemerintahan mulai disadari sebagai pemahaman yang tidak seutuhnya benar. Bela negara berarti kesediaan membela negara dengan bermacam motivasi salah satunya adalah menjadi pengusaha. Karena menjadi seorang pengusaha berarti setidaknya telah menyelamatkan seseorang yang seharusnya menjadi beban bangsa dan negara justru menjadi  penyelamat negara sekecil apapun kapasitasnya. Jika kemampun daya kelolanya termanajemen dengan benar dan mampu tumbuh berarti seorang pengusaha telah menyelamatkan beberapa orang yang seharusnya menjadi pengangguran untuk memperoleh kesempatan kerja guna memenuhi hak dan kewajiban hidup dia dan keluarganya.

Berdasar pada program besar inilah pemerinatah propinsi bengkulu melalui dinas koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki target-target dan strategi yang tepat untuk mendorong para pelaku usaha agar memiliki kemampuan manajerial yang handal dalam menghadapi pasar global.

Dalam hitungan sederhana setidaknya angka statistik pengangguran kabupaten kepahiang berkurang  40 orang dan akan terus berkurang dengan kemampuan tumbuh dan berkembangnya usaha para wirausahawan tersebut. Apabila mereka dalam satu tahun kedepan 50 % diantaranya masing-masing mampu merekrut rata-rata 6 orang tenaga kerja . Setidaknya angka statistik pengangguran berkurang 120 orang  di kabupaten kepahiang.

Kegagalan para wirausahan pemula pada umumnya adalah karena kemampuan manajerial (capacity building). Hal inilah yang saat  ini sedang dilakukan pelatihan bagi 40 usahawan kabupaten kepahiang sejak 28 november 2018 hingga 2 desember 2018 bertempat di hotel Umro kepahiang.

Meskipun tidak keseluruhan peserta pelatihan adalah mereka yang telah berjalan usahanya atau memiliki usaha industri UMKM, melainkan mereka yang juga diharapkan terdorong keinginannya untuk bersedia membangun sebuah usaha. Diantara peserta yang telah memiliki rencana usaha dan telah berjalan usahanya adalah pemilik usaha kerupuk pulli dari desa penanjung panjang kecamatan tebat karai Riza siska handiani. Peserta tersebut juga telah mengikuti memiliki sertifikat IRTP untuk usahanya dan nomor induk berusaha (NIB) serta siap memasarkan produknya ke swalayan tahun depan (2019). M.Haris pemilik IRTP Rajo Bermani dan Seno Hartono pemilik IRTP kerupuk cap ayam bangkok dari desa penanjung panjang atas kecamatan tebat karai. Ketiganya adalah bianaan anggota polres kepahiang Brigpol Roziq.

Hal pokok yang sangat diharapkan menurut salah satu pendamping UMKM dari dinas koperasi Harmoko Mustovo adalah, kedepan mereka harus terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai wirausahawan yang mampu tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh setelah mengikuti pelatihan ini. Menerapkan sistem manajemen yang baik dan mampu bersaing aktif dan positif dalam rangka ikut serta membangun ekonomi daerah dan ekonomi nasional.



Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.