Hasan Junus, Acar, Selai, Zeno Dan Aku




Mengenang kembali pertemuan sebelas tahun lalu di ruang redaksi majalah sastra sagang milik harian Riau Pos 06 November 2007. Sebentar saya sempat berkaca-kaca sambil mengenang obrolan sore hari itu bersama tokoh senior sastrawan melayu itu.Hasan Junus dan pelukis senior Danjte S Moeis. Predikat senioritas itu disematkan bukan karena memang usianya yang sudah sangat sepuh serta banyaknya guratan halus pada wajahnya yang cukup tegar itu. Tetapi karena sejarah yang jujur telah mengukir indah pagutan-pagutan karya beliau yang sangat  dalam menyelami dan memancarkan fisikologi yang khas.

Pesan singkat melalui telepon seluler pada saya terima dari beliau sekitar 9 tahun yang lalu setelah saya memutuskan kembali ke tanah kelahiran istri saya Eka susiani yang asli berdarah suku rejang kepahiang dan bertekad untuk membangun usaha di daerah. Tetapi ternyata kebiasaan membaca dan menulis saya sangat sulit untuk ditinggalkan begitu saja. Terimakasih kepada istri saya yang memberi kesempatan untuk mempublikasikan beberapa karya kecil puisi-puisiku di majalah sastra horison jakarta yang sangat prestise di indonesia dan asia. Tentu hal ini kembali mengingatkan saya kepada sosok sastrawan nasional Taufik ismail, Sutardji Colzoum Bachri yang sekampung dengan tokoh yang sedang saya bicarakan ini.

“Buku ini (bukan) aku pinjam” sebagai mana penggalan lirik lagu iwan fals. Tetapi sebagai hadiah sebagai sebuah hadiah kehormatan yang mana buku terbitan yayasan sagang 2005 ini saya terima langsung dari pengarangnya. Saya selalu mengulang-ulang seluruh isi buku tersebut dan memang cukup berat dan tidak hanya di perlakukan sebagai konsumsi bacaan ringan sambil menikmati secangkir kopi. Butuh perenungan mendalam sampai ke titik tak terduga hingga saya mampu memahami sebagian kecil dari karya besar tersebut menurut ukuran saya.

Ada sobekan kecil pada sampulnya akibat kecerobahan saya yang hampir setiap musim harus pindah rumah sebagai kontraktor ( penghuni rumah kontrakan). Sehingga ada serangga yang menggerogotimya dan bersyukur tidak menghabiskan seluruh isi buku tersebut. Bukan masalah !, buku yang sama banyak beredar di toko buku. Tetapi sejarah tidak akan mampu digantikan oleh sebuah benda yang dianggap atau sama persis. Nilai sakralnya yang menjadi hilang. Terdapat nama dan tanda tangan asli pengarangnya itu yang membuat buku ini memiliki nilai mistis tersendiri bagi saya. Maaf ! bukan berarti saya melakukan hal-hal yang bersifat tahayul. Ini hanya ungkapan bagaimana saya menikmati kehormatan dari hadiah tersebut.

Ketika artikel ini saya saya terbitkan secara online. Saya tidak tahu persis kabar terakhir guru sastra kita yang sangat hebat Buya Hasan Junus itu sekarang. Tetapi saya berkeyakinan di kota bertuah itu beliau dalam keadaan sehat wal’afiat.

Di bengkulu saya merindukan hal yang saya dapatkan di riau waktu itu. Dan rasanya sampai hari ini riau, kota pekan baru meskipun ketika saya meninggalkan kota itu belum ada bentangan flay over dan kini tumbuh menjadi kota yang megah. Tapi saya tetap yakin kota pekan baru tetap sebagai kota yang menyediakan lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya budaya dan kesusasteraan. Di bengkulu masih belum terlihat nyata mana budayawan maupun sastrawan yang benar-benar hidup dan bernafas dari dan dalam lokal yang khas.

Saya ingin sekali bernostalgia ke alam yang sama di masa kini. Memiliki agenda rutin ke perpustakaan daerah atau ke majalah sagang, ke perpustakaan AKMR (akademi kesenian melayu riau) di STQ dekat anjungan Idrus tintin. Menikmati khazanah sastra melayu riau. Padahal bengkulu adalah rumpun melayu. Tetapi sangat minim kesusasteraan.

Kepahiang sepertinya telah menyiapkan diri untuk tampil di pentas dunia dengan kesusasteraan khas rejang maupun serawainya. Kita tunggu acar, selai dan zeno yang sama lahir dari bumi bediwo tanah rejang.  


Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.