Tuduhan Sesat Dr. Zakaria Husen Lubis Terhadap Dr.Syekh Salman Da’im


Terdapat hal menarik dalam sebuah siaran telewicara di sebuah stasiun televisi HadiTV yang membahas tentang sebuah ajaran-ajaran tarekat di Indonesia. Sebuah siaran televisi khusus milik kelompok syiah yang eksis di Iindonesia sebagai media dakwah mereka. Hal yang menjadi dasar klarifikasi  saat ini bukan karena HadiTV adalah kanal siaran milik syiah, tetapi lebih kepada apa yang sedang mereka perbincangkan dalam acara tersebut. Tetapi narasumber yang mengaku sebagai peneliti tentang tarekat, Dr.Zakaria Husen Lubis.

Ada beberapa chanel televisi yang spesifikasinya adalah untuk dakwah baik itu dakwah atau mimbar dakwah agama kristen maupun islam. Terdapat InsanTV,RodjaTV,Share Channel,AswajaTV,NiagaTV dan lainnya yang secara spesifikasi ini adalah media televisi dakwah. Beberapa diantaranya adalah televisi yang menyajikan para pendakwah yang memiliki spesifikasi khusus dan menjadi sangat direkomendasikan untuk di ikuti. Seperti Ust. Adi Hidayat,LC yang ahli dalam hal bahasa arab. Memiliki cakupan keilmuan yang layak menyandang gelar ulama khususnya dalam bidang ilmu bahasa arab. Dr.Syafik Reza Basalamah.LC.,MA yang ahli dalam bidang sejarah islam. Dan beberapa ustad yang ahli bidang ekonomi dan ilmu kedokteran. Mereka berdakwah dengan keahlian dan keilmuan yang cukup dalam dan jauh dari kategori sesat lagi menyesatkan. Tetapi ini sangat berbeda dengan beberapa kajian yang disampaikan dalam HadiTV.

Menurut pengakuan Dr. Zakaria Husen Lubis beliau adalah seorang peneliti. Salah satu kajian yang beliau teliti adalah tentang tarekat dan paling spesifik yaitu meneliti tentang tarekat naqsyabandiah alkholidiah jalaliah DR.Syekh Salman Da’im.

Dalam sebuah rilis hasil penelitian yang sangat dangkal dan telalu dini untuk membuat kesimpulan bahwa beliau adalah seorang ilmuan dan peneliti yang memiliki kapabilitas dan kredibilitas seseorang yang menyandang gelar akademik “Doktoral”. Bukan karena apa yang menjadi topik bahasan tersebut menyangkut masalah setuju atau tidak setuju atas apa yang beliau sampaikan. Tetapi lebih kepada aspek kesesatan informasi yang disampaikan melalui media publik.  Sehingga publik akan dengan segera melihat secara dangkal bahwa ajaran Dr.Syekh Salman Da’im mursyid tarekat naqsyabandiah alkholidiah yang berpusat di kabupaten Simalungun Sumatera utara ini adalah ajaran sesat lagi menyesatkan. Banyak informasi yang disajikan justru hanya bersifat “puzzle”. Tidak lengkap dan sumber referensinya sangat tidak lengkap untuk sebuah kajian penelitian seorang penyandang gelar akademik strata tiga “doktoral”.

Hal ini dikhawatiran akan menjadi tendensi buruk yang menghasilkan informasi spekulatif untuk masyarakat. Esensinya adalah, bahwa komunikasi ringan yang di sampaikan seorang akademikus Dr.Zakaria Husen Lubis sebenarnya lebih kuat pada sikap provokatif. Hampir lebih pada fakta skandal untuk membangun opini kuat dari informasi sesat yang bersifat sepotong-sepotong dan manipulatif. Hasil penelitian yang tidak memiliki dasar kajian ilmiah dan hanya bersifat referensi imajinasi dari peneliti sendiri.

Menurutnya, beliau telah melakukan penelitian selama 10 hari di rumah ibadah suluk DR.Syeik Salman da’im yang ada di kawasan puncak Bogor dimana nazirnya adalah Syekh muda Ir. Baginda Doli Diapari Siregar.Frich.,SCV,.CIC. dan beberapa murid Dr.Syekh Salman Da’im di wilayah Jabodetabek.

Tuduhan-tuduhan sesat tersebut beberapa diantaranya dalah bahwa ada beberapa pengakuan murud tentang shathoid dan murid mengalami sakau seperti mengkonsumsi ekstasi. Dan banyak informasi lainnya yang sengaja didesain oleh seorang akademisi yang bergelar doktoral “Dr.Zakaria Husen Lubis” untuk disebarkan ke publik melalui corong media dakwah para penganut syiah Indonesia HadiTV untuk memprovokasi dengan paparan-paparan hasil penelitian yang sangat tidak ilmiah dan sesat lagi menyesatkan.

Informasi yang sangat dangkal dan sumber referensi yang tidak berkualitas inilah yang akan menjadi tendensi buruk bagi sebuah kajian akademik islam secara luas. Tidak secara spesifik Dr.Zakaria Husen Lubis menuduh tarekat naqsyabandiah alkholidiah jalaliah sesat, tetapi secara nyata beliau mengarahkan opini publik untuk menuduh ajaran beliau sesat melalui informasi yang berasal dari kajian penelitian ilmiah yang sesat. Hal ini disampaikan di depan publik secara  transparan tanpa klarifikasi lengkap sebagai dasar penelitian.

Salah satu pokok penting yang tidak dapat beliau sampaikan adalah mengenai silsilah guru dan sumber-sumber dari mana Dr.Syekh Salman Da’im pernah menuntut ilmu agama islam. Dari mana beliau belajar ilmu fiqih dan sebagainya. Karena sejarah panjang ini tidak diketahui lengkap oleh para murid terutama yang datang di era tahun 2000-an hingga sekarang. Benar bahwa yang lebih umum di ketahui adalah beliau adalah murid  Prof.Dr.Syekh Haji  Jalaludin, tetapi sedikit yang tahu kecuali keluarga dan para murid-murid terdahulu. Beliau adalah silsilah ke 36 dari tiga jalur guru sekaligus yakni Syekh Muhammad Daud dari Syekh Abdul Wahab Rokan dari Syekh Sulaiman Zuhdi makkah, dari Syekh Muhamad Ali dan, dari DR.Syekh Haji Jalaludin dari syekh Ali Ridho dari syekh Sualiman Zuhdi makkah.
 Tuduhan sesat Dr.Zakaria Husen Lubis yang paling buruk adalah bahwa para Khalifah telah melakukan penyimpang yang berdasar pada motif ekonomi yakni memperjual belikan tarekat dengan cara menentukan tarif untuk masuk menjadi seorang murid “Bai’ah”.


Label: ,

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.