ANALISIS HISTORIS TERHADAP KOMUNISME SEBAGAI SUATU IDEOLOGI POLITIK






RINGKASA JURNAL
MENJAGA EKSISTENSI PANCASILA DAN PENERAPANNYA BAGI MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI
&
ANALISIS HISTORIS TERHADAP KOMUNISME
SEBAGAI SUATU IDEOLOGI POLITIK

Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya piker, dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi (Sumarsono. 2007).
Pancasila lahir berdasarkan nilai-nilai budaya yang terkandung sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Pancasila itu terdiri dari Panca dan Sila. Nama Panca diusulkan oleh Ir. Soekarno sedangkan nama Sila diusulkan oleh salah seorang ahli bahasa. Pancasila dirasakan sudah sempurna dan mencakup segala aspek pada Bangsa Indonesia, masuknya era globalisasi menjadikan bangsa dunia hampir tidak memiliki batas.           Hal ini dapat mengancam eksistensi pancasila sebagai dasar dan pedoman hidup bernegara.
Ideologi memainkan peranan yang penting dalam proses dan memeliara integrasi nasiona, terutama di Negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia (Ubaidillah, 2000).
Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, dengan lain perkatan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) Pancasila (Kaelan dan Achmad Zubaidi, 2007).








a. Dampak Positif Globalisasi bagi Indonesia
(1) Semangat kompetitif
(2) Kemudahan dan kenyamanan hidup
(3) Sikap toleransi dan solidaritas kemanusiaan
(4) Kesadaran dalam kebersamaan Toleransi dan solidaritas antar bangsa berkembang menjadi kesadaran dalam kebersamaan untuk mengatasi berbagai masalah
(5) Menumbuhkan sikap terbuka, Sikap terbuka ini untuk mengenal dan menghormati perbedaan, kelebihan, dalam kehidupan manusia sebagai individu maupun bangsa yang hidup di wilayah Negara lain.
(6) Globalisasi memberi tawaran baru
(7) Terbukanya mobilitas sosial Kemajuan




b. Dampak Negatif Gobalisasi bagi Bangsa Indonesia

(1) Pergeseran nilai

(2) Pertentangan nilai

(3) Perubahan gaya hidup (Life style)

(4) Berkurangnya kedaulatan Negara


c. Upaya yang dilakukan Masyarakat Indonesia dalam Membudayakan Nilai-Nilai Pancasila

(1) Pancasila sebagai identitas dan kepribadian bangsa

(2) Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila bersifat obyektif ilmiah

(3) Pancasila sebagai sumber nilai
Nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.

(4) Pancasila sebagai sistem etika

(5) Pancasila sebagai paradigma keilmuan ekonomi, politik, hukum, dan pendidikan

(6) Pancasila sebagai ideologi terbuka




Akar pemikiran ideology komunis berasal dari konsep yang diusung oleh Karl Marx dan Frederich Engels yang menjelaskan mengenai salah satu bentuk dari perjuangan kelas proletar terhadap kelas borjuis di Eropa terutama dalam konteks masyarakat industri. Dengan kata lain, ideologi komunis merupakan reaksi terhadap masyarakat kapitalis yang telah berkembang sebelumnya yaitu pada abad 19 yang merupakan produk dari masyarakat liberal.
            Komunisme adalah doktrin mengenai keadaan bagi kemerdekaan proletariat
atas penindasan kaum borjuis. Dalam perkembangannya paham komunis terbagi
dalam dua aliran yaitu aliran social demokrat yang disebut sosialisme dan aliran
komunisme menurut ajaran Karl Marx dan Lenin. aliran sosial demokrat
menghendaki suatu bentuk pemerintahan demokratis parlementer dan pemilihan.
Sedangkan komunisme Karl Marx (yang menjadi dasar perjuangan Karl Marx, Lenin, Stalin, dan Mao Tse Tung) ialah komunisme diktator proletar yang menolak system pemerintahan demokratis parlementer. Apa yang mereka maksudkan dictator proletar ialah diatur yang dijalankan oleh apa yang mereka namakan peloporpelopor kaum buruh dan tani guna mengikis habis unsur-unsur kapitalisme

Menurut Kristol dkk (2001: xviii) komunisme ialah partai/ gerakan/ sistem
kekuasaan komunis, artinya yang mendasarkan diri pada Marxisme-Leninisme
Sedangkan komunis ialah ajaran/ gerakan/ orang yang mempunyai hubungan
organisatoris dengan salah satu partai/ organisasi komunis seperti: Stalinisme,
Maoisme, dan Brezhnevisme, serta sekurang-kurangnya menerima/ menganut
Marxisme-Leninisme.
           
            Karl Marx secara tegas menolak bahwa pribadi pemilik tanah dan kaum
kapitalis industri tidak memiliki keutamakan egoistis dalam usahanya menghalangi
perubahan sosial. Pertentangan kelas yang berkuasa terhadap perubahan membuat
revolusi akhirnya tidak dapat terelakkan. Mereka mengidentifikasikan nilai-nilainya sendiri dengan nilai-nilai yang berlaku secara universal. Karena itu kelas yang berkuasa mengerahkan semua sarana suprastruktur hukum, politik dan ideology pertumbuhan kekuatan yang mewakili sistem perekonomian yang secara potensial dan progresif (Ebenstein, 1994: 7-8)

            Negara komunis adalah negara yang berdasarkan pada : a) Ideologi
Marxisme–Leninisme artinya bersifat materialis, atheis, dan kolektivis, b)
merupakan sistem kekuasaan satu partai atau seluruh masyarakat; c) ekonomi
komunis bersifat etatis (Suseno, 1986: 30).

            Terdapat tiga elemen ideologi Marxisme: (a) idealisme filsafat jerman kususnya Hegel darimana Karl Marx mengambil metode dialektika sejarah, (b) doktrindoktrin revolusioner dari utopi Perancis, dimana Karl Marx mengambil doktrindoktrin revolusioner dan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara, (c) teori ekonomi David Richardo tentang teori nilai kerja. Sedangkan doktrin-doktrin Lenin
adalah mengenai : (a) revolusi proletar, (b) teori negara, (c) teori organisasi partai,
(d) teori revolusi di Rusia, dan (e) teori imperialisme (Sosronegoro, 1984: 82)



C. Prinsip-prinsip pelaksanaan Ideologi Komunis
1. Sistem totaliter
2. Sistem pemerintahan kediktatoran satu partai
3. Sistem ekonomi Negara
4. Sistem sentralisme demokratis

D. Strategi atau Taktik Komunis
Bahwa doktrin komunis adalah perebutan kekuasaan dan untuk itu mereka
harus mengadakan persiapan yang sistematis. Dalam strategi dan taktik komunis
yang dikembangkan oleh Lenin dan terutama oleh Mao Tse Tung dengan ajaran
liberation wajarnya menganut tiga tingkatan yaitu:
(a) Strategic defensive, tingkat 1
(b) Strategic stalemate, tingkat II
(c) Strategic offensive, tingkat III.

Post a Comment

[facebook] [blogger]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.