Articles by "Opinion"

Showing posts with label Opinion. Show all posts




Membahas tentang google adsene hampir tiada habisnya. Betapa tidak, program kerjasama yang ditawarkan oleh google ini terhadap para pemilik website atau blog selalu memberi nilai prestisiusme tersendiri. Banyak program kemitraan sebagai penayang iklan online dari berbagai website baik lokal maupun internasional. Untuk lokal misalnya, ada program adsensecamp yang terkesan mirip dengan adsense milik google. Accesstrade.co.id juga menawarkan hal serupa tetapi dengan sistem cost per actions (CPA). Tampilan iklannya sangat bagus untuk menambah keindahan website. Awal munculnya accesstrade memang terlalu mudah untuk mendaftar menjadi mitra program mereka. Tetapi sama halnya dengan google adsense saat ini juga termasuk sulit untuk dapat diterima sebagai penayang iklan dari mitra accesstrade. Belum lagi program affiliasi lokal lainnya yang termasuk mudah untuk menjadi mitra penayang iklan mereka.

Google adsense sendiri memang memiliki syarat-syarat yang terkesan cukup sulit untuk dapat diterima menjadi mitra bisnis mereka. Karena apa yang mereka tawarkan benar-benar sebuah kerjasama bisnis yang memiliki nilai tinggi. Ketika sebuah website diterima dan disetujui untuk menjadi penayang iklan mitra google, maka ini menunjukan bahwa website tersebut adalah website yang dinilai sebagai website profesional. Banyak para pendaftar google adsense terkadang harus menyerah atau mungkin melakukan hal-hal yang ilegal untuk dapat diterima dan disetujui sebagai klien bisnis google. Tetapi cara ilegal selalu menemui jalan buruk dikemudian hari.

Berbagai pendapat di media internet menjelaskan dengan beragam teori dan asumsi-asumsi bagaimana agar mudah dan segera diterima serta disetujui untuk menayangkan iklan adsense di website. Beragam sudut pandang selalui dikemukakan berdasarkan analisis terhadap syarat dan kebijakan yang dikeluarkan oleh google. Ketika di lihat dari motto google adsense bahwa “google love content”.  Maka hampir semua penulis menjelaskan bahwa semua harus menulis konten sebanyak mungkin dengan jumlah syarat minimum serta agar segera muncul di halaman pertama google. Beberapa orang menerima pendapat ini dan segera merealisaikannya ada yang dengan cara buruk misalnya menduplikasi artikel dan sedikit menambahkan beberapa kalimat agar tidak terkesan hasil jiplakan. Ternyata tidak selamanya relevan. Ketika penulis yang lain melihat dari sisi bahwa google lebih nepotis. Sehingga mereka mengeluarkan pendapat bahwa jika ingin segera diterima oleh google adsense maka  menggunakan platform milik google akan lebih cepat diterima. Artinya  mengajukan website atau blog berbasis CMS blogspot. Banyak diantara pemula yang kemudian meyakini ini sehingga berlomba-lomba membuat blog gratisan menggunakan blogspot. Membuat sedikita rtikel atau menduplikat artikel dari blog lain untuk kemudian menawarkannya kepada google agar menjadi mitra bisnis google melalui program google adsense. Ternya ini juga tidak selamanya benar. Terbukti dimilis-milis jejaring sosial masih banyak yang mengeluhkan mengapa belum juga disetujui menjadi penayang iklan mereka.

Penulis yang berbeda pula melihat dari sisi umur website dan beberapa yang lain melihat dari sudut seberapa banyak tautan balik dari situs yang berbeda masuk kedalam situsnya (backlink).sehingga tidak sedikit dari mereka yang membuat situs-situs gratisan di berbagai situs penyedia layanan situs gratis denga tujuan membuat tautan balik ke situsnya. Meskipun banyak benarnya, tetapi belakangan terasa agak kurang relevan. Karena ternyata banyak blog yang dibuat di situs dummy dilakukan seadannya. Akan tetapi jika analisis dikumpulkan dalam satu kerangka, tentu analisis mereka sangat relevan dengan beberapa catatan.

Sekarang kita masuk pada topik pembahasan. Sekarang kita berpikir sedikit lebih bijak. Coba kita tidak selalu berpikir bahwa google adalah mesin robot dan posisikan bahwa kita seolah-olah sedang berhadapan langsung dengan seorang boss perusahaan besar dan kita sebagai perusahaan kecil yang sedang menawarkan untuk menjadi bagian dari bisnis mereka. Tentu kita menghormati mereka denga sangat adil. Tidak menipu dengan tawaran-tawaran palsu. Karena tentu mereka jauh lebih berpengalaman sedangkan perusahaan kita hanya duplikasi dari sebagian kecil di departemen perusahaan mereka. Google adalah perusahaan besar dengan tim kerja berupa ahli-ahli berpengalaman. Kapital mereka sangat besar sehingga apapun akan mereka lakukan untuk menjaga reputasi mereka. Google itu unik dan menarik tetapi sekaligus tegas dalam setiap kebijakan yang diambilnya.

Google adalah perusahaan yang berorientasi profit dan hampir semua pengelola website baik kecil,menengah maupun besar tentu pandangannya sama yakni orientasi profit. Ini yang harus kita lakukan dengan sangat jujur. Bagaimana mungkin kita menawarkan sesuatu produk kepada perusahaan yang telah diakui reputasinya dari sisi kontrol mutu (Quality Control)nya dengan produk duplikasi dan imitasi. Sementara kita berharap sebuah keuntungan besar dari bisnis mereka. Tentu keuntungan besar yang kita peroleh masih sangat kecil dibanding keuntungan yang mereka peroleh. Tetapi ini adalah realitas bisnis. Semakin tinggi reputasi bisnis kita maka akan semakin tinggi pendapatan yang akan kita peroleh untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Bahwa hal sederhana yang harus kita ingat, posisikan kita sebagai seorang pebisnis profesional yang bersedia menjadi bagian dari bisnis berkapital besar. Bagaimana mungkin kita menawarkan bisnis untuk mengambil keuntungan materi yang besar tanpa mengorbankan hal yang sama ?.

Ingat sekali lagi !,
Bahwa seorang blogger adalah seorang pebisnis profesional. Secara psikologi, seorang pebisnis tidak identik seorang penipu yang melakukan cara-cara ilegal untuk memuluskan tujuannya.
Agar mudah diterima dan disetujui untuk menjadi mitra bisnis google melalui program adsense bagi seorang yang bermental pebisnis yang berani mencoba tanpa takut gagal adalah
1.       Website Premium
Website premium setidaknya ditandai dengan salah satunya domain berbayar. Bukan gratisan. Ini untuk menunjukan bahwa kita sungguh-sungguh dalam membuat sesuatu yang memang layak menjadikan ini sebagai sesuatu yang memiliki reputasi nilai yang prestisius
2.       Desain template Premium
Tentu saat ini menggunakan desain template premium baik itu menggunakan CMS platform wordpress, osclass,blogspot dan sebagainya harganya cukup murah. Mungkin seperseratus dari modal bisnis layanan cuci kendaraan. Tentu google tahu persis apakah kita menggunakan media gratisan atau berbayar. Karena ada identitas tersemat dari para developer untuk desain resmi berbayar. Ini adalah kode unik yang mengidentitaskan diri kita sebagai pengguna resmi. Google memberi nilai lebih pada penggunaan media berbayar yang berarti anda pebisnis sungguhan yang layak berkerjasama dengan mereka. Sangat berbeda bagi mereka yang hanya menawarkan media duplikasi gratis.
3.       Layanan server premium
Menggunakan server premium atau menyewa pada layanan penyedia hosting berbayar itu menunjukan bahwa bisnis kita adalah bisnis yang bersedia mengeluarkan anggaran untuk memperoleh keuntungan materi di masa mendatang. Kesediaan kita untuk mengeluarkan anggaran rutin tentu menunjukan kita kepada sang bigboss bahwa legalitas perusahaan kita memenuhi syarat untuk mendapat apresiasi lebih dari perusahaannya
4.       Produk
Produk atau konten sebagai penawaran akhir untuk dinilai apakah produk kita sebagai produk yang dibutuhkan oleh google atau tidak. Bahwa produk yang kita tawarkan berguna untuk didistribusikan kembali kepada konsumen publik. Tentu ada produk yang tidak mereka terima sesuai kebijakan layanan perusahaan mereka misalnya produk ilegal yang melawan hukum suatu negara dimana google akan mendistribusikan produk atau konten kita secara masal. Apakah produk kita tawarkan hanya satu jenis atau berbagai jenis dalam satu lembaga (website). Jika google menilai kita layak sebagai mitra bisnis mereka, tentu ucapan selamat datang dari penawaran yang kita ajukan akan direspon secara resmi melalui surat elektronik. Kemudian kita dituntut untuk beretika yang wajar dalam bisnis dengan cara tidak melakukan kecurangan-kecurangan. Atau cara yang mengindikasi pada kecurangan
5.       respon pasar
produk  yang sama dengan produk yang kita tawarkan tentu sangat banyak. Dan google search sebagai etalase di pasar kontent global tentu harus pilih-pilih produk mana yang paling lengkap dan bermutu untuk terdaftar di etalase paling depan. Maka menyajikan kontent produk yang lengkap, padat dan memilki nilai manfaat yang sangat tinggi bagi publik dan benar-benar ditunggu dan dibutuhkan publik.
6.       komitmen bisnis
kemampuan kita untuk tampil terdepan tentu akan sebanding dengan seberapa besar tingkat keuntungan materi yang akan kita terima dari bisnis yang kita lakukan

tidak ada pilihan kecuali merealisasikan impian kita dengan berbuat lebih dari yang lain. Google Adsense (GA) akan membawa anda terbang bersama Garuda Airways (GA).











Membangun sebuah kerangka bisnis, membuat sebuah analisis dan mengambil keputusan bisnis secara tuntas untuk segera merealisasikannya adalah hal yang menjadi pokok. Sehingga bisnis yang dibangun benar – benar memiliki fondasi yang kokoh dan mampu bersaing dipasar atau menciptakan pasarnya tersendiri.

Bahwa kenyataan di dunia tidak ada yang benar – benar baru dalam hidup ini. Sebuah bisnis yang baru pada dasarnya adalah sebuah serpihan bisnis yang pernah terjadi dimasa lalu. Setidaknya dimasa lalu hal tersebut telah menjadi obsesi banyak orang. Rangkaian berbagai peristiwa yang mewarnai kehidupan di alam semesta ini membuat sesuatu hal terpotong – potong seperti sebuah puzzle yang suatu ketika akan ada seseorang yang menemukan bagian – bagian dari puzzle itu. Mungkin tidak dirangkainya pada saat sekarang. Tetapi hakikinya hal tersebut adalah sesuatu yang abadi dan terus bermanifestasi untuk seolah – oleh baru ditemukan.

Sehingga terdapat masa –masa tertentu yang menjadikan bisnis seolah – olah baru dan trennya beggitu sangat kuat. Bahkan tren sebuah bisnis baru dapat melupakan banyak orang pada kenyataan bahwa bisnis tersebut adalah bisnis jangka pendek yang sangat tinggi resikonya. Sebagai contoh ketika terjadi tren bisnis batu alam. Betapa banyak orang tiba –tiba terbius pada euforia terhadap tren tersebut. Hampir tidak ada batas dan klasifikasi usia maupun gender, golongan ekonomi dan strata sosial. Bahwa tiada perbincangan disetiap sudut ruang kerja, tiadak ada hari yang tidak membicarakan tentang batu. Mereka yang fasih membaca tren tersebut tentu segera mengambil langkah jitu dengan mengukur kekuatan dan masa tren pasar berlangsung. Semua orang terhipnotis dengan batu hias termasuk mitos – mitos yang mengiringinya. Ketika mereka yang telah menguasai dan mengendalikan tren pasar yang sedang berlangsung telah bersiap – siap menyimpan uang yang diperolehnya secara luar biasa. Baru kemudian mereka yang mulai masuk pasar sebagai produsen ikut ambil bagian dab jawabannya mereka akan terjebak pada modal yang akan terdepresi dengan arus tren yang hilang secara sangat cepat. Akhinya batu yang telah dipersiapkan sebagai bahan baku dengan impian keuntungan besar hanya menjadi onggokan tidak berharga. Mereka kehabiisan uang dan bangkrut. Artinya bahwa pasar selalu bergerak, dan mereka yang fasih menciptakan tren yang tidak mungkin menjadi mungkinlah yang akan mengeruk hampir semua kekayaan para korban hipnotis.

Atau masih segar di ingatan kita tentang tren bisnis tanaman hias anthurium, belakangan adalah tren bisnis kopi luwak yang hampir setiap media masa membicarakannya dan ikut ambil bagian untuk membicarakannya. Sayangnya ada beberapa media yang secara spesifikasi tidak seharusnya membahas kopi luwak tiba- tiba ikut bicara kopi luwak. Mungkin dengan sedikit bumbu dan sudut pandang hukum halal – haram atau lainnya. Kemudian tiba – tiba bisnis kopi luwak terasa senyap dan muncul tren bisnis hewan piaraan (burung). Yang menjadi pertanyaan siapakan aktor dibalik konsfirasi tren tersebut yang setiap waktu bersedia dengan sukarela mengurak uang dari banyak orang ke rekening banknya ?

Mereka bukan sindikat. Tetapi kejeniusan mereka untuk membuat uang begitu mudah mengalir deras kerekening bank tabungan mereka tanpa orang lain merasa kehilangan. Untuk mereka kita beri applause beribu kali dan kita katakan “ hebat”.

Lalu dalam kontek ini adakah korelasinya dengan judul di atas? Sepertinya tidak dan hanya bersifar intermezzo. Tetapi kami meyakinkan bahwa ini memiliki korelasi yang sangat kuat dan dahsyat. Adapun faktor yang akan kita sajikan tentang faktor penyebab kebangkrutan bisnis tanpa pengampunan (amnesty) ini.

1.Perencanaan Yang Mendadak Hanya Karena Tren
Tren yang begitu kuat mempengaruhi masyarakat sebagai objek pasar membuat banyak spekulan terburu – buru membuat keputusan untuk ikut terlibat dalam pasar. Begitu kuatnya permintaan pasar membuat kontrol psikologi seorang spekulan menjadi tidak terarah. Mereka bersedia tanpa sadar mengeluarkan seluruh sumber daya keuangannya untuk mempersiapkan kemungkinan lonjakan permintaan tanpa melihat siapa dan bagaimana kompetisi sedang berlangsung dalam jangka waktu sangat singkat.
2. Menjadi Pengikut Tetapi Tidak Menguasai Tren
Mereka yang selalu hanya mampu menjadi follower sudah pasti biasanya akan kandas tergilas oleh pergerakan dan perubahan pasar yang sangat dinamis. Ketika para perancang tren telah bersiap diri untuk menutup lapak mereka dan membuat issue baru yang akan segera menjadi tren. Sementara uang telah menumpuk di rekening tabungan mereka, para follower ternyata masih hanyut dalam mimpi pagi dan enggan untuk segera bangun dan melihat bahwa hari telah siang dan keadaan telah sunyi. Sementara uang dari tabungan mereka telah membeku menjadi bahan baku yang tidak memiliki nilai ekonomi dan bisnis.
3.Tidak Segera Memahami Tren
Tidak segera memahami tren berarti bahwa kemabukan dalam suasanya yang begitu asyik membuat para follower ini semakin gila dengan mimpinya. Meluaskan lapaknya bahkan besedia membeli lapak orang lain yang mungkin saja sipenjual lapak adalah salah satu dari pencetus tren yang hanya menjual asset untuk tutup buku dan membuka buku baru yang lebih menawarkan prosfek keuntungan luar biasa di masa depan.
4.Tidak Melek Data
Mereka yang berbisnis dalam suasanya tren biasanya hanya melihat peluang uang yang sangat besar dengan modal yang sangat kecil dengan sedikit sentuhan manis terhadap sebuah objek bisnis. Tetapi ada data waktu yang secara tidak sadar telah menggeser minat terhadap sebuah tren yang sedang tinggi. Mereka abai terhadap ringkasan –ringkasan data dan berita dari luar dan seperti sedang menutup telinga terhadap informasi terbalik tentang penurunan tren.
5.Tidak Memiliki Rencana Proteksi Bisnis
Rencana proteksi bisnis sebenarnya tidak berlaku atau hanya berlaku di sebagian kecil sektor bisnis. Yakni asuransi. Bisnis yang dibangun untuk jangka panjang tentu telah memikirkan kemungkinan perusahaan atau bisnis yang sedang dijalaninya kemungkinan akan mengalami penurunan tren atau kehilangan tren dalam waktu sangat cepat. Tetapi bukan tidak mungkin akan ada perusahaan asuransi yang dikemudian hari bersedia menjamin polis untuk bisnis – bisnis tren waktu jangka pendek.

Tentu masih banyak faktor lain yang membayangi tentang masa depan bisnis kita. Tetapi setidaknya ini menjadi gambaran betapa resiko sebuah bisnis berjalan seimbang terhadap peluang keuntungan jangka pendek yang sangat tinggi “ high return high risk”. Lebih cermat terhadap bisnis yang sedang kita geluti dan membiasakan pada standar SWOT Analysis adalah cara terbaik bagaimana masa depan binis anda tidak berubah menjadi sel kanker yang akan membunuh anda dengan cara yang sangat halus dan kejam.

Dalam arti lain yang sangat sederhana adalah, bahwa SWOT Analysis ternyata menjadi jimat paling ampuh untuk menangkal kemungkinan buruk dalam bisnis yang ditimbulkan karena kebodohan yang tidak terukur. Bersedia membuka diri dan segala informasi. Karena bisnis online yang hanya sekedar sebagai blogger yang ikut dalam program afilliasi Google adsense sekalipun harus berpedoman pada standar SWOT Analysis. M.Y.Budiono.

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.