Latest Post



1.       Biodata Edward Said
Edward Said adalah seorang intelektual Palestina-Amerika yang meletakkan dasar-dasar teori kritis di bidang poskolonalisme. Lahir sebagai seorang Arab Palestina di Yerusalem yang dikuasi Britania, Said mendapat kewarganegaraan Amerika dari ayahnya. Ia menghabiskan masa kecilnya di Yerusalem dan Kairo, di mana ia belajar di sekolah-sekolah elit Inggris. Said kemudian pindah ke Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar sarjana dari Universitas Princeton dan doktor dalam bidang sastra Inggris di Universitas Harvard. Ia kemudian mengajar di Universitas Columbia sejak 1963, dan mendapat gelar profesor dalam sastra Inggris dan perbandingan sastra pada 1991.
Said terkenal karena karyanya, Orientalism (1978). Dalam buku itu, ia menganalisa aspek-aspek kebudayaan yang menjadi dasar pemikiran orientalisme, istilah yang ia definisikan ulang sebagai persepsi dan gambaran dunia Barat terhadap dunia Timur Tengah, Asia dan Afrika Utara, atau juga yang dikenal sebagai dunia Timur yang menghasilkan teori postkolonialisme.
2.       Pembahasan

·         Teori post kolonialisme merupakan sebuah seperangkat teori dalam bidang filsafat, film, sastra, dan bidang-bidang lain yang mengkaji legalitas budaya yang terkait dengan peran kolonial.
·         Postcolonial adalah perlawanan sehari-hari
·         Postcolonial menurut Anderson merupakan sebentuk mode atau siasat perlawanan massa rakyat kecil tanpa politik yang di lakukan dengan gerakan “picisan” untuk mengkaji ulang “politik  modern” identitas adiluhung (tinggi mutunya)  kalangan elit yang (sedang) berkuasa.
·         Postkolonisalisme merupakan teori kritis yang mencoba mengungkapkan akibat-akibat yang di timbulkan oleh kolonialisme.
·         Teori postkolonialis adalah teori yang mengkritik perspektif barat terhadap dunia timur.
·         Teori postcolonial adalah teori yang mempelajari kondisi dari keadaan sesudahnya

Postkolonialisme berakar dari kata post – koloni – isme, secara harfiah berarti faham mengenai teori yang lahir sesudah zaman kolonial. Kata -post bukan berarti diartikan sebagai anticolonial. Teori ini dalam menganalisis meulusuru aspek-aspek tersembunyi atau dengan sengaja di sembunyikan sehingga dapat di ketahui bagaimana kekuasaan itu bekerja, selain itu juga membongkar disiplin, lembaga, dan ideologi yang mendasarinya. 
Secara umum teori postkolonialisme sangat relevan dalam kaitannya dengan kritik lintas budaya sekaligus wacana yang di timbulkannya. Tema-tema yang di kaji sangat luas dan beragam, meliputi hamper seluruh aspek kebudayaan, di antaranya politik, ideology, agama, pendidikan, sejarah, anthropologi, kesenian, etnisitas, bahasa dan sastra sekaligus dengan bentuk praktik di lapangan, seperti perbudakan, pendudukan, perpindahan penduduk, pemaksaan bahasa, dan berbagai bentuk invasi kultural yang lain.
Postkolonialisme khususnya postkolonialsime Indonesia melibatkan tiga pengegertian. Pertama, abad berakhirnya imperium colonial di seluruh dunia. Kedua, segala tulisan yang berkaitan dengan pengalaman-pengalaman colonial belanda sejak abad ke 17 hingga sekarang. ketiga, segala tulisan yang ada kaitannya dengan paradigma superioritas barat terhadap inferioritas timur baik sebgai orientalisme maupun imperialisme dan kolonialiseme.

3.       Kesimpulan
Edward Said adalah seorang tokoh utama teori poskolonialisme dengan karyanya yang Orientalism. Poskolonilisme merupakan kritik terhadap pandangan , konsep, dan konstruksi barat tentang timur.
4.       Referensi
Nurhadi. (2007) Poskolonial : sebuah pembahasan. Seminar rumpun sastra FBS Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia
Kusmarini Yani. Suatu kajian tentang teori poskolonialisme Edward W. Said. UNY.






NAMA  : PENADI KURNIAWAN
NIM       : 17046025
PRODI   : PENDIDIKAN SEJARAH
MAKUL : TEORI-TEORI ILMU SOSIAL
DOSEN  : Prof. Dr. Mestika Zed, M.A.






RINGKASA JURNAL
MENJAGA EKSISTENSI PANCASILA DAN PENERAPANNYA BAGI MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI
&
ANALISIS HISTORIS TERHADAP KOMUNISME
SEBAGAI SUATU IDEOLOGI POLITIK

Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya piker, dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi (Sumarsono. 2007).
Pancasila lahir berdasarkan nilai-nilai budaya yang terkandung sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Pancasila itu terdiri dari Panca dan Sila. Nama Panca diusulkan oleh Ir. Soekarno sedangkan nama Sila diusulkan oleh salah seorang ahli bahasa. Pancasila dirasakan sudah sempurna dan mencakup segala aspek pada Bangsa Indonesia, masuknya era globalisasi menjadikan bangsa dunia hampir tidak memiliki batas.           Hal ini dapat mengancam eksistensi pancasila sebagai dasar dan pedoman hidup bernegara.
Ideologi memainkan peranan yang penting dalam proses dan memeliara integrasi nasiona, terutama di Negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia (Ubaidillah, 2000).
Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, dengan lain perkatan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) Pancasila (Kaelan dan Achmad Zubaidi, 2007).








a. Dampak Positif Globalisasi bagi Indonesia
(1) Semangat kompetitif
(2) Kemudahan dan kenyamanan hidup
(3) Sikap toleransi dan solidaritas kemanusiaan
(4) Kesadaran dalam kebersamaan Toleransi dan solidaritas antar bangsa berkembang menjadi kesadaran dalam kebersamaan untuk mengatasi berbagai masalah
(5) Menumbuhkan sikap terbuka, Sikap terbuka ini untuk mengenal dan menghormati perbedaan, kelebihan, dalam kehidupan manusia sebagai individu maupun bangsa yang hidup di wilayah Negara lain.
(6) Globalisasi memberi tawaran baru
(7) Terbukanya mobilitas sosial Kemajuan




b. Dampak Negatif Gobalisasi bagi Bangsa Indonesia

(1) Pergeseran nilai

(2) Pertentangan nilai

(3) Perubahan gaya hidup (Life style)

(4) Berkurangnya kedaulatan Negara


c. Upaya yang dilakukan Masyarakat Indonesia dalam Membudayakan Nilai-Nilai Pancasila

(1) Pancasila sebagai identitas dan kepribadian bangsa

(2) Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila bersifat obyektif ilmiah

(3) Pancasila sebagai sumber nilai
Nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.

(4) Pancasila sebagai sistem etika

(5) Pancasila sebagai paradigma keilmuan ekonomi, politik, hukum, dan pendidikan

(6) Pancasila sebagai ideologi terbuka




Akar pemikiran ideology komunis berasal dari konsep yang diusung oleh Karl Marx dan Frederich Engels yang menjelaskan mengenai salah satu bentuk dari perjuangan kelas proletar terhadap kelas borjuis di Eropa terutama dalam konteks masyarakat industri. Dengan kata lain, ideologi komunis merupakan reaksi terhadap masyarakat kapitalis yang telah berkembang sebelumnya yaitu pada abad 19 yang merupakan produk dari masyarakat liberal.
            Komunisme adalah doktrin mengenai keadaan bagi kemerdekaan proletariat
atas penindasan kaum borjuis. Dalam perkembangannya paham komunis terbagi
dalam dua aliran yaitu aliran social demokrat yang disebut sosialisme dan aliran
komunisme menurut ajaran Karl Marx dan Lenin. aliran sosial demokrat
menghendaki suatu bentuk pemerintahan demokratis parlementer dan pemilihan.
Sedangkan komunisme Karl Marx (yang menjadi dasar perjuangan Karl Marx, Lenin, Stalin, dan Mao Tse Tung) ialah komunisme diktator proletar yang menolak system pemerintahan demokratis parlementer. Apa yang mereka maksudkan dictator proletar ialah diatur yang dijalankan oleh apa yang mereka namakan peloporpelopor kaum buruh dan tani guna mengikis habis unsur-unsur kapitalisme

Menurut Kristol dkk (2001: xviii) komunisme ialah partai/ gerakan/ sistem
kekuasaan komunis, artinya yang mendasarkan diri pada Marxisme-Leninisme
Sedangkan komunis ialah ajaran/ gerakan/ orang yang mempunyai hubungan
organisatoris dengan salah satu partai/ organisasi komunis seperti: Stalinisme,
Maoisme, dan Brezhnevisme, serta sekurang-kurangnya menerima/ menganut
Marxisme-Leninisme.
           
            Karl Marx secara tegas menolak bahwa pribadi pemilik tanah dan kaum
kapitalis industri tidak memiliki keutamakan egoistis dalam usahanya menghalangi
perubahan sosial. Pertentangan kelas yang berkuasa terhadap perubahan membuat
revolusi akhirnya tidak dapat terelakkan. Mereka mengidentifikasikan nilai-nilainya sendiri dengan nilai-nilai yang berlaku secara universal. Karena itu kelas yang berkuasa mengerahkan semua sarana suprastruktur hukum, politik dan ideology pertumbuhan kekuatan yang mewakili sistem perekonomian yang secara potensial dan progresif (Ebenstein, 1994: 7-8)

            Negara komunis adalah negara yang berdasarkan pada : a) Ideologi
Marxisme–Leninisme artinya bersifat materialis, atheis, dan kolektivis, b)
merupakan sistem kekuasaan satu partai atau seluruh masyarakat; c) ekonomi
komunis bersifat etatis (Suseno, 1986: 30).

            Terdapat tiga elemen ideologi Marxisme: (a) idealisme filsafat jerman kususnya Hegel darimana Karl Marx mengambil metode dialektika sejarah, (b) doktrindoktrin revolusioner dari utopi Perancis, dimana Karl Marx mengambil doktrindoktrin revolusioner dan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara, (c) teori ekonomi David Richardo tentang teori nilai kerja. Sedangkan doktrin-doktrin Lenin
adalah mengenai : (a) revolusi proletar, (b) teori negara, (c) teori organisasi partai,
(d) teori revolusi di Rusia, dan (e) teori imperialisme (Sosronegoro, 1984: 82)



C. Prinsip-prinsip pelaksanaan Ideologi Komunis
1. Sistem totaliter
2. Sistem pemerintahan kediktatoran satu partai
3. Sistem ekonomi Negara
4. Sistem sentralisme demokratis

D. Strategi atau Taktik Komunis
Bahwa doktrin komunis adalah perebutan kekuasaan dan untuk itu mereka
harus mengadakan persiapan yang sistematis. Dalam strategi dan taktik komunis
yang dikembangkan oleh Lenin dan terutama oleh Mao Tse Tung dengan ajaran
liberation wajarnya menganut tiga tingkatan yaitu:
(a) Strategic defensive, tingkat 1
(b) Strategic stalemate, tingkat II
(c) Strategic offensive, tingkat III.





1.       Definisi

·         Konsumsi berlebihan adalah penggunaan barang dan jasa secara berlebihan dari yang seperlunya.
·         Konsumsi berlebihan adalah pemubaziran dan segala macam kemewahan yang tidak pada tempatnya.
·         Modal simbolik bentuk fisik yang dinyatakan dalam berbagai tampilan dangan maksud mendapat sasaran lebih.
·         Modal simbolik adalah upaya menggunakan berbagai sarana untuk tujuan lebih jauh.


2.       Pembahasan

                Konsumsi berlebihan di gunakan atau di praktekkan oleh para elite mayoritas dibenua Eropa 17-18 an, di tujukan untuk meningkatkan status sosial, mendapatkan kekusasaan sebagaimana dalam kutipan dalam Peter Burke (2000:74) :
                “Cara lain untuk menaikkan status sosial di awal Eropa modern adalah dengan meniru hidup kelompok yang status sosialnya lebih tinggi, dan mengamalkan ‘konsumsi yang berlebihan’” Konsumsi berlebihan di masa 17-18 an di Eropa menunjukkan sifat dan prilaku bangsa Eropa terkhususnya para elit atau bangsawan, mereka tidak peduli dengan laba atau penghemtan, melainkan dengan penghasilan yang stabil untuk mereka belanjakan kepada barang-barang mewah impor seperti anggur francis, semacam gaya hidup dengan konsumsi yang berlebihan.

                Konsumsi berlebihan di tujukan untuk , meningkatkan status soaial dan kekuasaan melalui perang harta, mengalifungsikan kekayaan menjadi betuk yang berbeda baik berupa kedudukan, kehormatan, kekuasaan. Di jelaskan kembali dan penamaan oleh teori yang di keluarkan oleh Thorstein Veblen, seorang sosiolog Amerika menyebutkan bahwa prilaku ekonomikelompok elite, dinamakan oleh veblen sebagai ‘Kelas pencari kesenangan’ adalah tak rasional dan mubazir, yang di dorong oleh nafsu ’berlomba-lomba’. Aksi buang- buang harta sebenarnya merupakan cara untuk mengubh modal ekonomis menjadi modal politis, sosial, kultural, atau modal simbolis, dengan konsep kunci dari konsumsi berlebihan ialah Kebesaran (Kekayaan menjelma menjadi kekuasaan), kekuasaan sebagai prestasi.



Fungsi dari konsumsi berlebihan :
1.       Menurut Colin Campabel
                Konsumsi berlebihan sebagai penguatan diri menurut kacamata mereka sendiri.
2.       Thorstein Veblem
                Konsumsi berlebihan menjelmanya kekeyaan menjadi status daan kekuasaan.
3.       Dalam peter burke (2000:)
        Konsumsi berlebihaan merupakan suatu strategi kelompok sosial untuk menunjukkan kelebihan dari orang lain.


Konsumsi berlebihan di bagi atas 2 penggolongan :
1.       Menumpuk harta untuk diri sendiri
                Dengan rumus : Ekonomi tinggi = Kekuasaan
2.       Kedermawanan kepada masyarakat, orang yang lebih lemah, bawahan yang menghasilkan kesetiaan (orientasi sosial demi kekuasaan)

                Ungkapan Boas dan Veblem bahwa Kekuatan ekonomi adalah kekuatan yang pertama dan utama untuk menjauhkan seseorang dari berbagai kebutuhan ekonomi, itulah sebabnya kekuasaan selalu di tampilkan dalam bentuk penghancuran harta benda.

·         Contoh
A.      Dari Buku Peter Burke
1.       Masyarakat Kwakiutl (suku Indian Amerika), dengan budaya ‘potlatch’ yaitu budaya memnghancurkan benda-benda (utamanya selimut dan kuningan) oleh kepala suku sebagai bukti bahwa kepala suku lebih kaya di bandingkan dengan yang lain, dan sebagai bentuk penghinaan terhadap saingan yang berada di bawahnya.
2.       Prilaku para pebesar polandia, mereka tidak perduli pada laba dan penghematan, melainkan penghasilan yang stabil untuk di belanjakan kepada barang mewah seperti anggur dari fancis.
3.        Prilaku elit di Inggris, Polandia, Itaia abad ke 16-17an.
4.       Cerita sastra tentang picaresque (penjahat Budiman) spanyol abad ke 16-17 bertumpu pada upaya pahlawan (biasanya seorang penipu ulung) untuk mengangkat dirinya ke posisi orang terhormat melalui cara –cara penggunaan simbol status dan pakaian.
5.       Seorang pimpinan perampok di kota Gdanks aba ke-17 memajang motto “agar di cemburui”(pro invidia) di gerbang rumahnya.
6.       Bangsawan di genoa belanjanya lebih besar dari kebutuhannya, guna menyakiti orang yang tidak mampu melakukan hal yang sama.
7.       Salah satu anggota keluarga Barkeley, atas kebaikannya yang berlebih-lebihan dengan mengatakan seseorang telah mengirim seluruh penghasilannya ke istana raja.






                                                                               
B.      Dari Referensi lain

1. Perkembangan teknologi yang dibarengi dengan kemajuan alat komunikasi menjadi salah satu jalan mahasiswa untuk menunjukkan status social ekonominya. Telepon seluler adalah salah satu alat komunikasi yang menjadi ciri atau simbol dari pengaktualisasian tersebut. Telepon seluler dapat menandakan di mana status sosial mahasiswa berada.

3. Penilaian
                Konsumsi berlebihan adalah pamer sedangkan modal simbolik merupakan penampilan yang memiliki maksud terselubung (status sosial maupun kekuasaan). Konsumsi berlebihan muncul ke permukaan akibat dari para elite mayoritas dibenua Eropa abad 17-18-an, di tujukan untuk meningkatkan status sosial, atau mendapatkan kekusasaan dengan strategi mengalihfungsikan harta.
                Konsumsi berlebihan dapat di bagi 2 :
1.       Menumpuk kekayaan hingga di agungkan
2.       Menjadi dermawan yang tak ikhlas, membagikan harta demi loyalitas bawahan dan kebanggaan, serta keagungan.




NAMA  : PENADI KURNIAWAN
NIM       : 17046025
PRODI   : PENDIDIKAN SEJARAH
MAKUL : TEORI-TEORI ILMU SOSIAL
DOSEN  : Prof. Dr. Mestika Zed, M.A.


Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.