Latest Post




Perjalanan bangsa indonesia ini sudah sangat panjang. Tetapi perjalan indonesia sebagai sebuah negara masih sangat muda. Baru satu generasi untuk ukuran rata-rata produktif. Terbukti meskipun mereka sudah berada pada kisaran usia yang cukup renta. Setidaknya sebagai sebuah saksi momentum kebangkitan bangsa ini untuk mendeklarasikan sebuah negara mereka sempat hadir. Mungkin ingatan mereka masa itu belum terlalu cukup kuat untuk merekam sebagian besar peristiwa jika mereka lahir dikisaran tahun 1940-an, tetapi mereka yang lahir sebelum tahun 1930-an tentu lebih memiliki tingkat ingatan sejarah yang cukup matang. Sayangnya usia saat ini merengkut sebagian besar ingatan mereka karena usia mereka tentu sudah di atas 80-an tahun.

Bagaimana dengan peristiwa 1926, era 1948 dan masa 1965 hingga tragedi 1998 ?. untuk mereka yang menyaksikan era 1965 pada umumnya masih memiliki kualitas ingatan yang sempurna tentang memori sebuah peristiwa kejahatan politik masa itu

Kita semua tidak sepenuhnya sependapat bahwa “Ahok” adalah penjahat dalam kasus yang beliau alami. Bahkan Ahok justru memang bukan penjahat. Tetapi tergantung kita menggunakan sudut pandang siapa, tingkat kontras pandangan dan kejujuran pada kepentingan apa kita melihat dan memberi hukum pada apa pun objek yang menjadi alasan .  ini adalah hukum “relativitas”. Setiap orang boleh mengemukakan pendapatnya menurut sudut pandang dan kapasitas pengetahuannya. Yang menjadi tolak ukur ketika pendapatnya akan dijadikan rujukan publik adalah, sudut pandang yang didasari oleh hukum relativitas tersebut harus bebas dari sentimentil dan jujur.

Banyak para pengamat politik di media elektronik saat ini adalah pengamat yang tidak memiliki karakter mental yang kuat independensinya. Secara kasat mata, Boni hargens misalnya. Tidak ada keluesan dalam setiap teknik pengutaraan data. Sehingga setiap argumentasinya hanya berdasar pada pelepasan emosi yang ini menjadi alasan mengapa Prof.Rocky gerung memberi footnote sebagai “dungu”. Sebuah tendensi dan estetika buruk bagi seorang pengamat yang memperoleh label tersebut.

Dari sudut pandang manapun setiap mereka pasti memiliki kepentingan pada kekuasaan yang telah menjadi fitrah manusia. Hanya ragam latar belakangnya yang membuat seolah-olah ada pelaku kejahatan dan ada korban kejahatan. Keduanya memiliki kedukukan yang sama pada point of view masing-masing pihak.

Ir.Basuki tjahaya purnama atau Ahok tergantung dari sudut pandang siapa dan frame siapa yang digunakan sebagai subjek penilaian.  Tersebar luasnya rekaman Buni Yani yang berimplikasi pada kontradiksi publik secara luas dapat diadili dengan hukum relativitas baik dari mereka yang pro maupun yang kontra terhadap peristiwa ini. Bagaimana framingnya dan siapa korban sebenarnya serta siapa pemulung yang paling “hoki” dalam hal ini. Semuanya akan bermuara pada “Cuan” dan “Cien”. Penulis juga tahu bahwa tidak semua sependapat dengan opini ini. Tetapi berusaha menyajikan sebuah pendapat yang diharapkan akan mampu menjadi “Radiator” yang bebas dari kepentingan yang memihak.

Ir.Basuki tjahaya purnama menjadi momentum bagi sebagian kelompok yang selama ini merasa terdiskriminasi untuk bangkit. Tetapi juga menjadi momentum bagi para penunggang kuda hitam yang siap mendulang keuntungan besar tanpa pengorbanan yang begitu berarti. mungkin ini juga bagian dari susunan rencana besar yang dibangun sangat cukup lama bagi kelompok minoritas untuk tampil sebagai superior. Kemudian tatanan sosial dan tatanan politik menjadi berubah persis seperti rencana yang telah mereka agendakan. Politik dan momentum, bahwa tim dari kelompok kecil secara psikologi memiliki tingkat soliditas yang lebih kuat dari pada kelompok besar karena mereka lebih mudah terjebak pada euforia.

Sejarah sangat cerdas membuktikan berbagai peristiwa penting yang saat ini menjadi monumen rujukan banyak orang baik secara sadar maupun tisdak sadar. Bahwa Musa atau Mosses mampu meruntuhkan kediktatoran yang hampir dianggap mustahil. Bahwa Muhammad dan pasukannya mampu memenangkan perang dengan jumlah tentara yang lebih kecil. Dan ini bisa menjadi mungkin bahwa indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar biasa hancur oleh kelompok kecil yang selama ini tidak terbayangkan. Jangan katakan ini mustahil dan dilihat secara tidak proporsional sehingga publik atau anda akan menilai penulis sebagai penyadang penyakit jiwa akut.

Kita selalu di beri sajian khas setiap musimnya pada hal-hal yang tampak nyata seperti kebangkitan komunisme atau pilihan lain yakni khilafah. Padahal bisa jadi bukan ini objek finalnya. Mungkin ada kelompok kecil yang telah membangun rencana kuat untuk mengganti sistem agama, sosial dan politik di indonesia. Sebelum negara kesatuan republik indonesia (NKRI) berdiri, telah berapa banyak negara yang ada di nusantara yang saat ini hanya ada dalam catatan sejarah dan nyaris dilupakan.

Setiap detik masyarakat di sibukkan dengan sajian informasi yang padat tentang isu komunisme dan isu khilafah. Kedua kubu seolah saling menunjukan eksistensinya. Para pengamat sosial dan politik cenderung memiliki amnesia pada kejadian yang baru berlalu 7 menit yang sebelumnya. Tidak memiliki konsitensi berfikir dan menyerahkan kedaulatan pribadinya sebagai “penjilat”. Tidak objektif. Padahal mungkin dan sangat hampir dipastikan ada “atom” sebagai kekuatan kecil yang akan menghancurkan dari dalam yang mereka saat ini tidak terlihat akibat dari framing-framing kedua kubu ini.

Dari sudut pandang pro islam, ahok adalah penjahat tetapi pahlwan dari pihak lain. Dan demikian juga pendukung khilafah yang menganggap kelompoknya adalah pahlawan sementara kelompok yang berseberangan menganggap mereka penjahat. Tetapi ada kelompok kecil yang menganggap kedua kelompok ini adalah pahlawan bagi mereka. Baik pendukung isu  khilafah maupun isu komunisme. Kelompok kecil ini tentu bukan dari pendukung komunisme maupun pendukung khilafah. Tetapi mereka bisa saja tiba-tiba muncul sebagai penunggang kuda hitam dan siap mendeklarasikan kelompok mereka sebagi penguasa. “Who is that ?’’.
Waspada dengan euforia terhadap apa yang sedang berpihak pada kita saat ini, waspada dengan euforia terpenjaranya Ahok tau berkuasanya Ir.Joko Widodo. Waspada terhadap euforia reuni 212 yang kesemuanya diklaim sebagai sukses besar terhadap momentum kebangkitan oleh masing-masing pendukung. Boleh jadi ini adalah proses seleksi alam. Bukan khilafah atau komunisme yang akan memperoleh peruntungan. Tetapi kelompok kecil yang saat ini masih dalam bentuk janin dan siap lahir. Siapa nama mereka ?. kita tidak tahu. Tetapi sejarah telah banyak memberi kesaksian terhadap peristiwa-peristiwa seperti saat ini beribu tahun yang lalu dan teori ini tetap memiliki relevansi.





“Kejahatan  seorang pemimpin suatu negara adalah bukan karena dia gagal memenuhi janji politiknya, tetapi karena dia tidak tahu untuk apa janji itu dibuat dan bagaimana cara mewujudkannya”.
Sistem demokrasi indonesia dan sistem penerapan politik praktis di indonesia menurut klaim banyak pihak adalah sistem demokrasi terbaik di dunia. Tetapi secara lebih halus sistem perpolitikan yang berlandas pada sistem demokrasi ini justru menjadi sistem skandal politik yang buruk sebagai sebuah sitem negara.

Politik yang hanya cenderung pada pencapaian kekuasan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Sistem demokrasi terbaru di indonesia justru hanya melahirkan penjahat-penjahat baru. Siapa mereka ?. adalah mereka yang sebenarnya tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai seorang pemimpin tetapi harus di desain sedemikian rupa agar tampak khas dan layak untuk kemudian didedikasikan sebagai seorang pemimpin. Dengan istilah lain mereka hanyalah agen dari sebuah persekongkolan atau konspirasi untuk sebuah kepentingan sekelompok kecil orang yang memiliki akses penuh pada sumber-sumber ekonomi vital. Boleh jadi mereka bukanlah seorang yang benar-benar paham pada komplektisitas sebuah permasalahan secara menyeluruh. Tentu ada aktor di belakang seorang pemimpin tersebut, ada desainer, melibatkan konsultan, ada agen dan akan ada korban dalam sebuah kejahatan politik transaksional.

Politik suatu negara secara luas bukan hanya pada siapa yang akan menjadi aktor utama yang siap menjadi dipublikasikan dan siapa aktor pengganti (stuntman) yang siap untuk menjadi korban dalam siklus politik praktis. Secara kasat mata sebagian pendukung terbagi pada beberapa kelompok sebagaimana mengutip “puzzle” dari Prof.Rocky Gerung dengan istilah pengelompokan “dungu satu, dungu dua, dungu tiga dan akan ada alternative lanjutan hingga multi dungu”.   

Rocky gerung menjadi trending topic  menjadi bulan-bulanan dari pihak yang awalnya setuju menjadi tidak setuju, dari yang tidak setuju menjadi setuju, dari yang tetap tidak setuju karena dasar emosional dan sentimentil kelompok dan ada yang makin setuju juga akibat kebosanan pada tatanan sosial dan politik yang berdampak pada kelompoknya.
Disisi lain, masyarakat terlanjur melihat fenomena ini sebagai fenomena kegilaan dan telah inkrah menjadi “gila”. Hal ini justru menyelamatkan mereka dari tuntutan hukum apa pun. Karena secara hukum orang gila tidak dapat di adili dan dihukum.  Dan sebagian kecil masyarakat yang masih dalam kategori waras tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan kemampuan untuk mengurus orang gila yang jumlahnya sangat fantastis.

Bayangkan betapa masyarakat kita sangat mudah melihat sesuatu bukan pada fakta yang telah memperoleh kajian ilmiah dan akademik. Sangat mudah masuk dalam euforia kegilaan masal. Dan akibatnya terbentuk sebuah sistem komunitas yang isinya adalah orang-orang gila. Yaitu orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk memimpin sebuah komunitas besar tanpa sadar akan kemampuannya. Orang gila tentu hilang rasa malunya dan orang waras tidak peduli dengan hal itu. Akhirnya keduanya terjerembab pada status yang sama “Gila”.

Para politikus membuat janji-janji politik yang sebenarnya secara ilmiah sulit dan mustahil diwujudkan hanya demi syahwat kekuasaan sesaat.  Dan jika mereka mengatakan tentang semua kualitas prestasi kebaikan mereka itu semua “bulshit”.

Layaknya seorang pemabuk. Mereka mengutarakan janji-janji tanpa dilandasi kesadaran penuh. Sehingga tidak mungkin janji itu dapat dipenuhi sedangkan mereka sendiri sebenarnya tidak memahami akar persoalan secara utuh. Maka ini adalah bentuk kejahatan kolektif yang dampaknya adalah bagi generasi selanjutnya 30 atau 50 tahun mendatang.




Seluruh media televisi nasional akhirnya tawaduk pada kekuatan tidak kasat mata. Mereka mengorbankan reputasinya dan memberi cacat tetap yang layak menerima tabungan premi asuransi sebagai korban yang mengalami cacat tetap. Siapa korbannya ?. para jurnalis. Apakah semua jurnalis juga terjebak dalam skandal dunguisme ?. boleh iya boleh tidak tergantung seberat apa kemampuan intelektul seorang pengamat untuk berargumentasi dengan berlandas pada kedaulatan pribadi. Secara pasti bahwa tidak ada satu manusia pun yang sungguh-sunggu merdeka dan berdaulat penuh atas dirinya. Nanti kita bicara dengan retorika hukum tuhan dan hukum agama. Semakin seseorang mengikatkan pada sesuatu semakin lemah tingkat independensinya sebagai makhluk yang berdaulat. Semakin mengeratkan diri pada kelompok yang sangat besar semakin kecil pula kedaulatan dan eksistensinya. Mungkin saat ini pilihannya hanya satu jika satu masih layak dikategorikan sebagai sebuah pilihan. “bagaimana mendapatkan manfaat ekonomi”.

Ketika bersandar pada filosofi “hidup adalah pilihan”, maka independesinya telah diserahkan kepada selain dirinya. Kecuali jika filosofinya “hidup adalah keputusan”. Meskipun tidak serta merta seseorang merdeka hanya karena secara latah mengambil sikap pada filosofi ke dua.

Para jurnalis kita saat ini sebagian besar tidak lebih dari seorang pekerja atau karyawan yang berkerja berdasar harga pesanan boss dan menakar kualitas produk berdasar harga kesepakatan. Dan mungkin sama sekali tidak ada proses tawar menawar , sehingga cenderung menjadi penjilat dan menjadi budak yang berkerja tanpa penghargaan. Maka sangat tidak asing jika hari ini para wartawan atau tenaga pers dapat dengan bebas menampakkan jati dirinya di depan publik seperti seolah-olah profesi jurnalis adalah profesi “zero risk”, padahal profesi jurnalis adalah profesi “high risk”. Mereka adalah teliksandi masyarakat dan resiko peran mereka di lapangan justru bisa lebih beresiko dibanding profesi seorang prajurit perang.

Hal ini yang menjadi sorotan. Ketika jurnalis kita saat ini hanya bekerja sebagai pegawai tukang fotocopy. Pegawai fotocopy tidak memiliki wewenang untuk mengkritik konsumennya. Dia hanya bekerja sesuai order dan sangat minim resiko. Kliping, cutting, atau bayar.“Begitu sangat memilukan”.

Indonesia dalam sebuah momentum besar peristiwa 02 Desember 2018 (212) yang tidak didokumentasikan oleh media televisi nasional di anggap sebagai sebuah peristiwa yang lebih ringan bobotnya dari peristiwa seorang ketua RT yang datang kerumah warga hanya untuk sekedar mengaktifkan tombol MCB dari posisi Off ke posisi On. Padahal peristiwa tersebut tidak memiliki urgensi yang berbobot untuk sebuah peristiwa yang harus dipublikasikan. Tetapi mereka memperoleh manfaat ekonomi jangka pendek yang mungkin sebagai amunisi utama untuk menyelamatkan perut anggota keluarganya. Sementara peristiwa berkumpulnya ratusan ribu orang adalah peristiwa penting. Ini adalah bentuk kejahatan jurnalistik.
Sayangnya setelah era orde baru. Pembodohan sistematik dalam dunia pendidikan seperti telah memperoleh sertifikasi halal yang tidak disadari. Dimana sikap kritik dianggap sebuah kejahatan pada negara. Negara yang lemah adalah negara yang anti kritik. Sebuah paham otoriter yang maha gila yang membungkam lawan-lawan politik dengan cara yang sangat kekanak-kanakan. Siapa korbannya ?. tentu sebagian besar masyarakat yang tidak paham politik atau mereka yang masa bodoh dengan kebutuhan akan politik. Ini wangat wajar jika seorang Rocky gerung menyebutnya sebagai sebuah ke “dungu”an nasional.

Lalu kemana peran lembaga pembangun moral selama ini termasuk agama. Ternyata agama juga masuk dalam lingkaran politik tetapi dalam pisisi yang lemah. Padahal landasan negara kesatuan republik indonesia (NKRI) adalah agama sebagai landasan dasar politik dan  terbentuknya rangkuman paham yang kemudian disepakati dengan nama  pancasila.

Sayangnya saat ini pancasila justru dipahami secara bias. Dan beberapa pokok ukuran justru dimanfaatkan oleh sekelompok golongan untuk memanipulasi paham tersebut. Bayangkan seseorang yang tidak memiliki kapasitas apalagi kualitas terhadap persoalan pada satu bidang tertentu justru meminta untuk memperoleh kepercayaan publik mengelola suatu permasalahan melalui bilik suara. Sangat buruk sekali akibatnya. Justru mereka yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta kualitas justru tidak memperoleh kesempatan untuk ikut berpartisipasi mengatasi sebuah persoalan.







Terdapat hal menarik dalam sebuah siaran telewicara di sebuah stasiun televisi HadiTV yang membahas tentang sebuah ajaran-ajaran tarekat di Indonesia. Sebuah siaran televisi khusus milik kelompok syiah yang eksis di Iindonesia sebagai media dakwah mereka. Hal yang menjadi dasar klarifikasi  saat ini bukan karena HadiTV adalah kanal siaran milik syiah, tetapi lebih kepada apa yang sedang mereka perbincangkan dalam acara tersebut. Tetapi narasumber yang mengaku sebagai peneliti tentang tarekat, Dr.Zakaria Husen Lubis.

Ada beberapa chanel televisi yang spesifikasinya adalah untuk dakwah baik itu dakwah atau mimbar dakwah agama kristen maupun islam. Terdapat InsanTV,RodjaTV,Share Channel,AswajaTV,NiagaTV dan lainnya yang secara spesifikasi ini adalah media televisi dakwah. Beberapa diantaranya adalah televisi yang menyajikan para pendakwah yang memiliki spesifikasi khusus dan menjadi sangat direkomendasikan untuk di ikuti. Seperti Ust. Adi Hidayat,LC yang ahli dalam hal bahasa arab. Memiliki cakupan keilmuan yang layak menyandang gelar ulama khususnya dalam bidang ilmu bahasa arab. Dr.Syafik Reza Basalamah.LC.,MA yang ahli dalam bidang sejarah islam. Dan beberapa ustad yang ahli bidang ekonomi dan ilmu kedokteran. Mereka berdakwah dengan keahlian dan keilmuan yang cukup dalam dan jauh dari kategori sesat lagi menyesatkan. Tetapi ini sangat berbeda dengan beberapa kajian yang disampaikan dalam HadiTV.

Menurut pengakuan Dr. Zakaria Husen Lubis beliau adalah seorang peneliti. Salah satu kajian yang beliau teliti adalah tentang tarekat dan paling spesifik yaitu meneliti tentang tarekat naqsyabandiah alkholidiah jalaliah DR.Syekh Salman Da’im.

Dalam sebuah rilis hasil penelitian yang sangat dangkal dan telalu dini untuk membuat kesimpulan bahwa beliau adalah seorang ilmuan dan peneliti yang memiliki kapabilitas dan kredibilitas seseorang yang menyandang gelar akademik “Doktoral”. Bukan karena apa yang menjadi topik bahasan tersebut menyangkut masalah setuju atau tidak setuju atas apa yang beliau sampaikan. Tetapi lebih kepada aspek kesesatan informasi yang disampaikan melalui media publik.  Sehingga publik akan dengan segera melihat secara dangkal bahwa ajaran Dr.Syekh Salman Da’im mursyid tarekat naqsyabandiah alkholidiah yang berpusat di kabupaten Simalungun Sumatera utara ini adalah ajaran sesat lagi menyesatkan. Banyak informasi yang disajikan justru hanya bersifat “puzzle”. Tidak lengkap dan sumber referensinya sangat tidak lengkap untuk sebuah kajian penelitian seorang penyandang gelar akademik strata tiga “doktoral”.

Hal ini dikhawatiran akan menjadi tendensi buruk yang menghasilkan informasi spekulatif untuk masyarakat. Esensinya adalah, bahwa komunikasi ringan yang di sampaikan seorang akademikus Dr.Zakaria Husen Lubis sebenarnya lebih kuat pada sikap provokatif. Hampir lebih pada fakta skandal untuk membangun opini kuat dari informasi sesat yang bersifat sepotong-sepotong dan manipulatif. Hasil penelitian yang tidak memiliki dasar kajian ilmiah dan hanya bersifat referensi imajinasi dari peneliti sendiri.

Menurutnya, beliau telah melakukan penelitian selama 10 hari di rumah ibadah suluk DR.Syeik Salman da’im yang ada di kawasan puncak Bogor dimana nazirnya adalah Syekh muda Ir. Baginda Doli Diapari Siregar.Frich.,SCV,.CIC. dan beberapa murid Dr.Syekh Salman Da’im di wilayah Jabodetabek.

Tuduhan-tuduhan sesat tersebut beberapa diantaranya dalah bahwa ada beberapa pengakuan murud tentang shathoid dan murid mengalami sakau seperti mengkonsumsi ekstasi. Dan banyak informasi lainnya yang sengaja didesain oleh seorang akademisi yang bergelar doktoral “Dr.Zakaria Husen Lubis” untuk disebarkan ke publik melalui corong media dakwah para penganut syiah Indonesia HadiTV untuk memprovokasi dengan paparan-paparan hasil penelitian yang sangat tidak ilmiah dan sesat lagi menyesatkan.

Informasi yang sangat dangkal dan sumber referensi yang tidak berkualitas inilah yang akan menjadi tendensi buruk bagi sebuah kajian akademik islam secara luas. Tidak secara spesifik Dr.Zakaria Husen Lubis menuduh tarekat naqsyabandiah alkholidiah jalaliah sesat, tetapi secara nyata beliau mengarahkan opini publik untuk menuduh ajaran beliau sesat melalui informasi yang berasal dari kajian penelitian ilmiah yang sesat. Hal ini disampaikan di depan publik secara  transparan tanpa klarifikasi lengkap sebagai dasar penelitian.

Salah satu pokok penting yang tidak dapat beliau sampaikan adalah mengenai silsilah guru dan sumber-sumber dari mana Dr.Syekh Salman Da’im pernah menuntut ilmu agama islam. Dari mana beliau belajar ilmu fiqih dan sebagainya. Karena sejarah panjang ini tidak diketahui lengkap oleh para murid terutama yang datang di era tahun 2000-an hingga sekarang. Benar bahwa yang lebih umum di ketahui adalah beliau adalah murid  Prof.Dr.Syekh Haji  Jalaludin, tetapi sedikit yang tahu kecuali keluarga dan para murid-murid terdahulu. Beliau adalah silsilah ke 36 dari tiga jalur guru sekaligus yakni Syekh Muhammad Daud dari Syekh Abdul Wahab Rokan dari Syekh Sulaiman Zuhdi makkah, dari Syekh Muhamad Ali dan, dari DR.Syekh Haji Jalaludin dari syekh Ali Ridho dari syekh Sualiman Zuhdi makkah.
 Tuduhan sesat Dr.Zakaria Husen Lubis yang paling buruk adalah bahwa para Khalifah telah melakukan penyimpang yang berdasar pada motif ekonomi yakni memperjual belikan tarekat dengan cara menentukan tarif untuk masuk menjadi seorang murid “Bai’ah”.






Dalam rangka memajukan ekonomi suatu daerah atau suatu kawasan untuk mampu bertahan dan maju salah satu pokok utamanya adalah industri. Selain pertanian dan perdagangan, industri memegang peranan yang sangat vital.

Industri memiliki defenisi pemahaman yang sangat luas. Industri adalah suatu tindakan mengubah sesuatu yang tradisional agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Industri dalam pengertian lain adalah suatu usaha yang tersusun secara teratur dengan manajemen yang terstruktur untuk mencapai tujuan kerja yang efektive dan memiliki nilai ekonomi yang unggul.

Sektor-sektor industri tentu disesuaikan dengan karakter dan tujuan suatu daerah. Maka kepahiang yang memiliki potensi unggul dibidang pertanian dan kepariwisataan tentu akan berangkat dari potensi besar ini. Sektor industri pertanian moderen akan memberi value bagi kemajuan ekonomi masyarakat dan daerah secara luas. Sehingga  apabila selama ini hasil pertanian hanya diperoleh dan diperjual belikan secara langsung dari petani ke tengkulak dengan harga yang rendah dan potensi margin keuntungan yang tidak memiliki dampak yang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan industri hasil petani akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Untuk memperoleh kualitas produk pertanian yang baik agar memiliki standar harga jual di pasar nasional maupun pasar internasional yang lebih baik maka harus melalui rangkaian tahap yang panjang mulai dari pemanenan, pemilahan, pengemasan, pengangkutan hingga pemasaran.biaya transportasi dari tempat pengepul ke tempat industri lanjutan tentu memiliki beban biaya yang sangat tinggi berbanding dengan rumus volume satuan. Itu sebabnya para pelaku industri lanjutan hanya akan membeli dengan harga rendah untuk mendapatkan margin yang diharapkan. Apabila biaya transpotasi yang harus dikeluarkan untuk membayar sampah hasil sortasi tidak dikeluarkan tentu akan memberi dampak pada kemampuan membeli dengan harga yang layak.

Oleh karena itu kepahiang tentu harus juga membuat kawasan industri sebagaimana kota-kota lainnya. Sehingga produk yang dihasilkan adalah produk jadi dengan biaya rendah tetapi memiliki standar harga yang cukup tinggi untuk di pasarkan ke luar daerah. Pembeli tidak harus membeli  bahan mentah dari hasil pertanian misalnya kopi, lada,kemiri,beras dan sayur mayur dari petani kabupaten kepahiang dengan harga rendah. Karena ongkos angkut dan resikonya lebih jika produk tersebut dilakukan pengolahan lanjutan di kepahiang sendiri dan kemudian disebarkan ke luar daerah dalam bentuk produk siap saji.

Semau kita tahu bahwa kawasan industri pariwisata tersentral ke kecamatan kabawetan. Namu yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah dimana kawasan industri pengolahan produk yakni komplek industri pabrik pengolahan ditetapkan. Belum lagi dimana kawasan industri digitalnya.

Menurut bapak Bando Amin C Kadir sebelum ini menjelaskan kepada suara legislatif bahwa kawasan industri kepahiang di letakkan di wilayah rimbo donok kecamatan tebat karai. Tetapi sampai saat ini belum terlihat lagi bagaimana ini akan dilanjutkan. Padahal  penetapan kawasan  industri menjadi tolak ukur untuk mengundang para investor berinvestasi aktif di kabupaten kepahiang. Selain nilai produk pertanian dan perkebunan menjadi memiliki standar harga yang  baik juga kepahiang akan mampu menyediakan lapangan kerja baru yang lebih luas.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada salah satu eks anggota DPRD kabupaten kepahiang bapak Bambang Asnadi yang menjadi anggota DPRD selama periode kepemimpinan bapak Bando Amin C Kader beliau mengatakan bahwa rencana ini dulu telahdidiskusikan. Dibuktikan dengan pembukaan jalan hotmix ke kawasan rimbo donok, dibukanya pabrik pengolahan batu andesit,dan dibangunnya gedung resi gudang oleh kementrian industri dan perdagangan. sayangnya tidak berlanjut setelah bergeserkan kepemimpinan dari bapak Bando Amin C Kader kepada bapak Hidayatullah Sjadid saat ini. Dengan kembali bersedia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD kepahiang periode 2019 untuk 5 tahun mendatang atas desakan masyarakat, bapak Bambang Asnadi berjanji akan kembali menyuarakan hal ini. Bagaimana agar ada kolaborasi antara industri pertanian dan industri hasil pertanian dan perkebunan hingga strategi pasar yang mampu bersaing di pasar luas.

Di wilayah kecamatan tebat karai industri UMKM juga terus tumbuh. Dan ini akan menjadi perhatian utama untuk diusulkan kepada pemerintah dari segi dukungann penguatan modal,dukungan alat industri mekanikal,dan dukungan pengebangan SDM yang selama ini dianggap kurang tepat karena kawasan industri wisata bersatu dengan kawasan industri pengolahan yang ada di kabawetan. Ini menyangkut masalah dampak lingkungan baik itu polusi suara mesin dan polusi udara akibat cemaran gas buang dari mesin tenaga diesel.










Sebagai bentuk upaya serius pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas standar taraf hidup masyarakat ke strata ekonomi yang lebih baik. Pemerintah juga bertanggung jawab dalam menurunkan angka pengangguran dengan berbagai terobosan. Keberhasilan ini kemudian akan menjadi tolak ukur kemajuan suatu negara.

Bahwa tidak dapat diingkari. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup tinggi tentu memunculkan berbagai persoalan dan kerentanan sosial dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok warga negara. Sementara di sisi lain ketangguhan ekonomi adalah dasar dari ketangguhan sebuah negara. Oleh sebab itu terobosan-terobosan besar harus diciptakan untuk mengatasi beragam persoalan yang timbul tersebut.

Penyediaan lapangan kerja oleh pemerintah seperti membangun badan usaha dalam berbagai sektor seperti sektor industri dan sektor perkebunan yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan lapangan kerja ternyata tidak sebanding lurus antara persiapan ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja yang dihasilkan. Baik itu tenaga kerja terdidik maupun terampil.
Bahwa standar sebuah negara maju adalah persentasenya 20 % warga negara adalah pengusaha. Dan indonesia belum mencapai persentase tersebut. Maka untuk mengejar ketinggalan angka persentase yang menjadi standar ukur, pemerintah terus mengupayakan membangun cara pandang dan pola pikir masyarakat. Bahwa dalam hal kewajiban bela negara yang termaktub dalam undang-undang dasar, setiap warga negara wajib ikut serta dalam bela negara. Meskipun pemahaman sebagian masyarakat selama ini bahwa bela negara selalu identik menjadi prajurit atau pegawai pemerintahan mulai disadari sebagai pemahaman yang tidak seutuhnya benar. Bela negara berarti kesediaan membela negara dengan bermacam motivasi salah satunya adalah menjadi pengusaha. Karena menjadi seorang pengusaha berarti setidaknya telah menyelamatkan seseorang yang seharusnya menjadi beban bangsa dan negara justru menjadi  penyelamat negara sekecil apapun kapasitasnya. Jika kemampun daya kelolanya termanajemen dengan benar dan mampu tumbuh berarti seorang pengusaha telah menyelamatkan beberapa orang yang seharusnya menjadi pengangguran untuk memperoleh kesempatan kerja guna memenuhi hak dan kewajiban hidup dia dan keluarganya.

Berdasar pada program besar inilah pemerinatah propinsi bengkulu melalui dinas koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki target-target dan strategi yang tepat untuk mendorong para pelaku usaha agar memiliki kemampuan manajerial yang handal dalam menghadapi pasar global.

Dalam hitungan sederhana setidaknya angka statistik pengangguran kabupaten kepahiang berkurang  40 orang dan akan terus berkurang dengan kemampuan tumbuh dan berkembangnya usaha para wirausahawan tersebut. Apabila mereka dalam satu tahun kedepan 50 % diantaranya masing-masing mampu merekrut rata-rata 6 orang tenaga kerja . Setidaknya angka statistik pengangguran berkurang 120 orang  di kabupaten kepahiang.

Kegagalan para wirausahan pemula pada umumnya adalah karena kemampuan manajerial (capacity building). Hal inilah yang saat  ini sedang dilakukan pelatihan bagi 40 usahawan kabupaten kepahiang sejak 28 november 2018 hingga 2 desember 2018 bertempat di hotel Umro kepahiang.

Meskipun tidak keseluruhan peserta pelatihan adalah mereka yang telah berjalan usahanya atau memiliki usaha industri UMKM, melainkan mereka yang juga diharapkan terdorong keinginannya untuk bersedia membangun sebuah usaha. Diantara peserta yang telah memiliki rencana usaha dan telah berjalan usahanya adalah pemilik usaha kerupuk pulli dari desa penanjung panjang kecamatan tebat karai Riza siska handiani. Peserta tersebut juga telah mengikuti memiliki sertifikat IRTP untuk usahanya dan nomor induk berusaha (NIB) serta siap memasarkan produknya ke swalayan tahun depan (2019). M.Haris pemilik IRTP Rajo Bermani dan Seno Hartono pemilik IRTP kerupuk cap ayam bangkok dari desa penanjung panjang atas kecamatan tebat karai. Ketiganya adalah bianaan anggota polres kepahiang Brigpol Roziq.

Hal pokok yang sangat diharapkan menurut salah satu pendamping UMKM dari dinas koperasi Harmoko Mustovo adalah, kedepan mereka harus terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai wirausahawan yang mampu tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh setelah mengikuti pelatihan ini. Menerapkan sistem manajemen yang baik dan mampu bersaing aktif dan positif dalam rangka ikut serta membangun ekonomi daerah dan ekonomi nasional.






Mengenang kembali pertemuan sebelas tahun lalu di ruang redaksi majalah sastra sagang milik harian Riau Pos 06 November 2007. Sebentar saya sempat berkaca-kaca sambil mengenang obrolan sore hari itu bersama tokoh senior sastrawan melayu itu.Hasan Junus dan pelukis senior Danjte S Moeis. Predikat senioritas itu disematkan bukan karena memang usianya yang sudah sangat sepuh serta banyaknya guratan halus pada wajahnya yang cukup tegar itu. Tetapi karena sejarah yang jujur telah mengukir indah pagutan-pagutan karya beliau yang sangat  dalam menyelami dan memancarkan fisikologi yang khas.

Pesan singkat melalui telepon seluler pada saya terima dari beliau sekitar 9 tahun yang lalu setelah saya memutuskan kembali ke tanah kelahiran istri saya Eka susiani yang asli berdarah suku rejang kepahiang dan bertekad untuk membangun usaha di daerah. Tetapi ternyata kebiasaan membaca dan menulis saya sangat sulit untuk ditinggalkan begitu saja. Terimakasih kepada istri saya yang memberi kesempatan untuk mempublikasikan beberapa karya kecil puisi-puisiku di majalah sastra horison jakarta yang sangat prestise di indonesia dan asia. Tentu hal ini kembali mengingatkan saya kepada sosok sastrawan nasional Taufik ismail, Sutardji Colzoum Bachri yang sekampung dengan tokoh yang sedang saya bicarakan ini.

“Buku ini (bukan) aku pinjam” sebagai mana penggalan lirik lagu iwan fals. Tetapi sebagai hadiah sebagai sebuah hadiah kehormatan yang mana buku terbitan yayasan sagang 2005 ini saya terima langsung dari pengarangnya. Saya selalu mengulang-ulang seluruh isi buku tersebut dan memang cukup berat dan tidak hanya di perlakukan sebagai konsumsi bacaan ringan sambil menikmati secangkir kopi. Butuh perenungan mendalam sampai ke titik tak terduga hingga saya mampu memahami sebagian kecil dari karya besar tersebut menurut ukuran saya.

Ada sobekan kecil pada sampulnya akibat kecerobahan saya yang hampir setiap musim harus pindah rumah sebagai kontraktor ( penghuni rumah kontrakan). Sehingga ada serangga yang menggerogotimya dan bersyukur tidak menghabiskan seluruh isi buku tersebut. Bukan masalah !, buku yang sama banyak beredar di toko buku. Tetapi sejarah tidak akan mampu digantikan oleh sebuah benda yang dianggap atau sama persis. Nilai sakralnya yang menjadi hilang. Terdapat nama dan tanda tangan asli pengarangnya itu yang membuat buku ini memiliki nilai mistis tersendiri bagi saya. Maaf ! bukan berarti saya melakukan hal-hal yang bersifat tahayul. Ini hanya ungkapan bagaimana saya menikmati kehormatan dari hadiah tersebut.

Ketika artikel ini saya saya terbitkan secara online. Saya tidak tahu persis kabar terakhir guru sastra kita yang sangat hebat Buya Hasan Junus itu sekarang. Tetapi saya berkeyakinan di kota bertuah itu beliau dalam keadaan sehat wal’afiat.

Di bengkulu saya merindukan hal yang saya dapatkan di riau waktu itu. Dan rasanya sampai hari ini riau, kota pekan baru meskipun ketika saya meninggalkan kota itu belum ada bentangan flay over dan kini tumbuh menjadi kota yang megah. Tapi saya tetap yakin kota pekan baru tetap sebagai kota yang menyediakan lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya budaya dan kesusasteraan. Di bengkulu masih belum terlihat nyata mana budayawan maupun sastrawan yang benar-benar hidup dan bernafas dari dan dalam lokal yang khas.

Saya ingin sekali bernostalgia ke alam yang sama di masa kini. Memiliki agenda rutin ke perpustakaan daerah atau ke majalah sagang, ke perpustakaan AKMR (akademi kesenian melayu riau) di STQ dekat anjungan Idrus tintin. Menikmati khazanah sastra melayu riau. Padahal bengkulu adalah rumpun melayu. Tetapi sangat minim kesusasteraan.

Kepahiang sepertinya telah menyiapkan diri untuk tampil di pentas dunia dengan kesusasteraan khas rejang maupun serawainya. Kita tunggu acar, selai dan zeno yang sama lahir dari bumi bediwo tanah rejang.  





Sebagai bank daerah yang masih baru ternyata bank pembanguna daerah (BPD) atau bank bengkulu menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berbagai program dan layanan nasabah terus dikembangkan.  Dengan usianya yang masih sangat muda, Bank Bengkulu mampu menyediakan  fasilitas-fasilitas yang memanjakan seluruh nasabahnya. Bank Bengkulu menyediakan layanan yang sama sebagaimana bank-bank swasta nasional yang telah lama berdedikasi dimasyarakat sepertu bank central asia (BCA), bank nasional indonesia (BNI),bank mandiri maupun bank swasta lainnya. Salah satu layanan terbarunya adalah aplikasi T-Cash yang tersedia di aplikasi mobile. Jika sebelumnya bank bengkulu memberikan layanan kepada mitra bisnisnya berupa layanan EDC secara gratis. seperti yang di berikan kepada Cv.naqsa golden exosite sebagai produsen kopi redjang untuk membantu memberi kemudahan transaksi bisnis. Saat ini bank bengkulu juga menyediakan aplikasi T-Cash yang tersedia di playstore untuk di unduh dan di gunakan dalam rangka menunjang kebutuhan transaksi bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi.

Fitur yang tersedia di aplikasi T-Cash bank bengkulu cukup lengkap untuk menunjang kebutuhan dasar bagi nasabah. Seperti fitur isi pulsa sehingga tidak perlu ke gerai penjual pulsa atau ke mesin ATM untuk membeli pulsa,paket data sehingga tidak khawatir kehabisan data internet,token PLN beli pulsa listrik dengan mudah jika sewaktu-waktu aliran listrik terpurus karena pulsa listri habis,tagihan PLN bayar tagihan listrik tidak perlu ke kantor pos atau ke kantor PLN,Go Pay menjadikan belanja online lebih mudah seperti untuk membeli produk digital dan sebagainya,BPJS tidak perlu khawatir terlambat bayar premi asuransi BPJS karena cuaca,Donasi memberikan donasi kepada siapa saja cukup dari genggaman dan satu klik dan indihome untuk menjamin layanan akses internet. Terdapat fitur transfer dana dan upgrade akun. Layanan ini menjadikan seperti memiliki mesin ATM dalam genggaman.

Sebagai bank daerah, bank bengkulu menunjukan pertumbuhan bisnis yang sangat tinggi sebagaimana moto bank bengkulu “tangguh dan tumbuh”. Ini juga membuktikan tentang bagaimana bank bengkulu berkonstribusi aktif dalam membangun bisnis di daerah. Memudahkan akses permodalan bagi industri kecil dan menengah serta mengembalikan keuntungan bisnis bank bengkulu kepada masyarakat berupa CSR (Coorporate social responsibility) yang saat ini tidak dirasakan oleh masyarakat dari bank lainnya. Salah satunya adalah CSR untuk pendidikan PAUD dan dana Hibah untuk masjid. Ini menjadikan bank bengkulu semakin populer di masyarakat.

Bank bengkulu juga menawarkan bagi usaha kecil menegah (UMKM) yang mulai tumbuh untuk membantu sistem manajemen perusahaan seperti sistem pembayaran gaji karyawan. Salah satu perusahaan daerah yang sudah melakukan kerja sama ini  adalah perusahaan perkebunan teh kaba wetan. Dimana karyawan telah melakukan pengambilan gaji mereka melalui bank bengkulu. Dan bank bengkulu memberi prioritas layanan pinjaman bagi karyawan tersebut.

Yang menjadi nilai lebih dari bank bengkulu adalah, bank bengkulu tidak sekedar memberi bantuan modal kerja yang hanya fokus pada profit orientied semata tanpa memperdulikan bagaimana mitra bisnisnya mengembangkan bisnis mereka. Karyawan Bank bengkulu setiap saat turun ke masyarakat untuk memantau dan memberi saran-saran positif bagi nasabah mitra bisnis mereka. Melihat perkembangan bisnis mereka dari produksi hingga memantau perkembangan pasar. Hal ini yang membuat para mitra bisnis merasa bahwa nasabah tidak hanya diperlakukan sebagai komoditas bisnis. Tetapi sebagai keluarga yang mendapatkan perhatian khusus.

Para petugas bank bengkulu bahkan bersedia turun ke supermarket, ke mini market dan swalayan-swalayan untuk melihat performa pasar dan sebaran produk mitra bisnisnya. Mereka memberi masukan-masukan sangat berharga untuk membuat evaluasi-evaluasi terhadap produk mereka. Hal ini memberi nilai timbal balik yang sangat positif bagi kelangsungan kemitraan usaha jangka panjang. Akan tetapi hal lain yang terpenting adalah kejujuran nasabah untuk memberikan informasi riil dari usahanya sebelum pihak bank bengkulu membuat sebuah kesimpulan tentang saran apa yang akan mereka berikan. Beberpa nasabah justru merasa bangga ketika pihak bank bengkulu memberi tahu mereka bahwa petugas bank bengkulu telah melihat listing produk binaanya di pasar swalayan atau gerai-gerai minimarket dan supermarket. Kemudian memberi saran-saran bagaimana agar pasar mereka semakin besar.






Setelah dua periode ( 2004-2009 dan 2009-2014)mendedikasikan dirinya sebagai anggota legislatif di DPRD kabupaten kepahiang dari partai persatuan daerah (PPD). Pemuda asli suku rejang dari desa penanjung panjang kecamatan tebat karai yang berlatar belakang petani ini akhirnya bersedia untuk kembali turun ke gelanggang politik. Setelah absen berpolitik selama satu periode terakhir (2014-2019) akhirnya beliau bersedia turun kembali menggunakan perahu politik yakni partai nasional demokrat (Nasdem) untuk periode 2019-2024.

Dalam sebuah bincang-bincang ringan di kediaman beliau ternyata alasan beliau untuk kembali turun ke gelanggang politik sebagai anggota legislatif adalah karena prihatin terhadap  daerahnya khususnya kecamatan tebat karai dan beberapa kecamatan yang satu dapil yang kurang mendapat perhatian khusus karena tidak memiliki wakil di DPRD. Sehingga banyak aspirasi masyarakat tidak pernah sampai ke pemerintah. Dan hal yang sangat membuat beliau prihatin adalah banyak kepentingan-kepentingan politik yang mengabaikan aspirasi dari dapil yang tidak memiliki wakil di lembaga legislatif.

Secara kasat mata hampir seluruh program bantuan industri hanya terkonsentrasi ke wilayah tertentu saja. Seperti kecamatan kaba wetan. Padahal menurut beliau wilayah-wilayah lain juga memiliki konstribusi yang sama bahkan lebih besar terhadap daerah tetapi tidak mendapatkan perhatian serius. Demikian juga industri UMKM seperti industri bubuk kopi, bantuan alat-alat industri ringan hingga alat industri menengah hanya terkonsentrasi ke wilayah kecamatan kaba wetan. Padahal ada banyak industri sejenis yang pertumbuhan usaha mereka justru lebih besar. Di kecamatan kepahiang misalnya ada kopi kepahiang di pasar ujung, Putra coffee di imigrasi permu, sari rasa kopi di desa nanti agung, anita kopi di desa tebing penyamun, kopi redjang sebagai satu-satunya merek lokal kabupaten kepahiang yang kental membawa entitas lokal dan telah merambah pasar swalayan moderen tetapi kurang memperoleh perhatian pemerintah.

Melalui diskusi-diskusi yang intens dilakukan ini akhirnya bapak Bambang Asnadi akhirnya bersedia untuk turun kembali ke dunia politik demi menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Seperti di desa penanjung panjang dan penanjung panjang atas misalnya, dua desa ini masyarakatnya mulai terbuka untuk menjadi masyarakat produksi. Selain industri kopi bubuk merek kopi redjang yang ada di desa penanjung panjang atas. Di dua desa ini juga terdapat industri kerupuk pulli antara lain merek rajo bermani, cap burung kolibri dan cap ayam bangkok dan cap putri rejang dimana pelaku usaha kerupuk tersebut telah mengikuti pelatihan di dinas kesehatan untuk memperoleh sertifikat industri pangan dan agar produknya memiliki legalitas yang sah dan izin edar.

Para pelaku UMKM sering merasakan diskriminasi dari pemerintah daerah karena terkonsentrasinya bantuan alat-alat industri pada wilayah tertentu saja. Bahkan terdapat industri rumahan yang sudah seperti dealer mesin karena menumpuknya bantuan mesin industri padahal produk hasil industrinya sangat rendah bahkan belum mampu tampil di pasar secara luas. Sementara daerah lain yang produk industrinya sudah tumbuh dan pasarnya luas justru kesulitan untuk memperoleh akses bantuan alat industri.

Dari hasil diskusi ini maka bapak Bambang Asnadi merasa bertanggung jawab secara moral untuk menjadi wadah aspirasi masyarakat yang adil. Agar bantuan untuk UMKM bisa merata dan berprioritas pada manfaat yang lebih besar. Karena ini akan menjadi sumber pendapatan yang positif dan berkonstribusi riil bagi daerah.

Melihat fenomena ini maka dapat disimpulkan bahwa bantuan alat industri dan bantuan lainnya bagi UMKM kabupaten kepahiang tidak memperioritaskan pada keadilan pembangunan dan pembangunan ekonomi masyarakat secara luas. Ini lebih kental dengan nuansa politik agenda lima tahunan.

Masyarakat khususnya pelaku UMKM berharap agar pemerintahan yang akan datang tidak berlaku diskriminatif secara politik. Agar pelaku usaha UMKM diberi akses dan perhatian yang sama. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan kepribadian melalui pelatihan-pelatiahan bisnis ke luar daerah secara bergantian. Karena selama ini kesempatan hanya diberikan untuk orang yang sama dari waktu ke waktu padahal mereka setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pameran ke luar daerah tetapi tetap tidak menunjukan pertumbuhan usaha yang jelas. Produk mereka juga tidak tumbuh, pasar mereka tidak tumbuh dan agar pemerintah khsususnya para kepala dinas tidak anti kritik.






Informasi mengenai industri digital di daerah perlahan mulai tumbuh. Meskipun dampak ekonominya bagi daerah belum terasa. Tetapi industri digital harus tumbuh di daerah. Ini adalah komitmen dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) kabupaten kepahiang yang di komando oleh bapak Aidil Fitri Saefuddin.SH, untuk membentuk sebuah gagasan industri digital. Menurutnya saat ini pertumbuhan belanja online di daerah sudah meningkat. Tetapi secara sadar bahwa daerah khususnya kabupaten kepahiang masih hanya menjadi pasar bagi industri digital. Sementara menurut beliau, dengan adanya industri digital secara global dimana masyarakat daerah hanya terlibat menjadi konsumen di industri pasar digital tidak memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Mengapa ?. karena justru ini hanya mengarahkan arus uang dari daerah ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Diskominfo kepahiang ingin mengubah pola arus mata uang bukan dari dalam ke luar, tetapi bagaimana agar arus itu terbalik yakni dari luar ke dalam. Salah satu jalannya adalah industri digital harus ada di daerah.

Di kepahiang khususnya media marketplace juga mulai terbentuk seperti www.asia.co.id dan telah ada media fintech (financial technology) seperti AAF Kepahiang. Tetapi sistem pengelolaan, manajemen dan promosinya belum massive. hal ini karena mereka lahir dan tumbuh di lingkungan yang tidak memberi dukungan penuh terhadap ide-ide mereka. Padahal jika ini diberi sebuah dorongan berupa pembinaan dan pelatihan-pelatihan indusrti digital yang nyata dari pemerintah daerah, kita yakin bahwa industri digital daerah akan mampu menjadi pendorong ekonomi daerah secara nyata.

Dalam sebuah diskusi di kantor diskominfo kepahiang. Terdapat sebuah kesimpulan bahwa diskominfo kepahiang berkomitmen untuk membangun industri digital daerah sebagai corong promosi produk lokal kepada dunia. Sebagai corong informasi guna mengundang investor luar untuk bersedia membangun bisnisnya di daerah. Khususnya sebagai sarana promosi industri pariwisata daerah. Karena dengan ini pendapatan asli daerah (PAD) tentu dapat tumbuh secara signifikan. Ekonomi daerah meningkat tajam. Ini akan berdampak pada seluruh sektor-sektor sumber ekonomi daerah.

Hasil pertanian masyarakat dapat dipasarkan secara online, demikian juga hasil peternakan dan sebagainya. Sehingga dapat memotong rantai distribusi yang panjang dimana petani sebagai penghasil produk hanya menikmati harga yang rendah karena mereka tidak melek pasar. Tengkulak lebih menikmati margin keuntungan yang lebih besar. Dengan didorongnya pertumbuhan industri digital, masyarakat ekonomi digital yang melek pasar global tentu akan memberi value yang besar bagi kesejahteraan masyarakat daerah.

Jika dilakukan survey di daerah. Ternyata fakta tentang pengetahuan industri digital masih rendah. Tingkat kepercayaan pun rendah. Ini terjadi karena kurangnya informasi dan penyuluhan ekonomi digital kepada masyarakat daerah.

Dalam hal ini diskominfo kabupaten kepahiang akan berkomitmen penuh membangun industri digital agar dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan PAD. Diskominfo kepahiang bersedia mengundang para pakar digital untuk membina para pelaku bisnis online daerah agar dapat tumbuh dan bersaing secara luas. Memberi pelatihan dan diskusi-diskusi tentang bisnis online dan industri digital secara umum. Bagaimana membangun platform bisnis, bagaimana membangun platform fintech dan memasarkannya, bagaimana meningkatkan value dari informasi yang di sajikan untuk memperoleh manfaat ekonomi yang berkualitas. Diskominfo kepahiang juga akan menyediakan ruang umum di kantor dinas kominfo kepahiang sebagai sarana diskusi umum tentang industri digital.




Peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah salah satu bentuk manifestasinya adalah tumbuhnya investasi riil di segala sektor sumber ekonomi. Kemudian hasil dari nilai pertumbuhan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan terbukti melalui serapan pasar dalam bentuk peningkatan kemampuan daya beli masyarakat.

Suatu daerah yang ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya investasi baik investasi dalam bentuk infrastruktur fisik maupun non fisik adalah, bahwa daerah tersebut selalu menarik banyak orang dari luar daerah untuk ikut menikmati perkembangan tersebut. Apakah mereka akan turut andil sebagai pelaku investasi atau hanya sebagai bagian dari konsumen pasar di daerah itu.

Di era digital saat ini dimana informasi dapat diakses hanya dalam satu genggaman. Informasi yang hadir secara terus menerus dan saling berlomba untuk menawarkan informasi yang lengkap, padat dan bermutu sebagai dasar seseorang untuk mengambil keputusan. Apakah itu sebuah keputusan politik maupun keputusan bisnis.

Investasi dalam bentuk infrastruktur fisik adalah pembangunan akses publik seperti layanan jalan, listrik, air telah diketahui secara umum dan terbukti dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi setiap daerah. Demikian juga infrastruktur non fisik seperti layanan internet yang handal. Karena ini menjadi tulang punggung di era digital. Semakin tangguh dan berkualitas layanan data maka akan semakin cepat informasi terdistribusi dan siap bersaing dengan informasi yang sama untuk lebih dahulu hadir dan diserap oleh masyarakat digital secara luas. Hal ini tentu akan memberi konstribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini telah disadari oleh mereka yang bersedia mencurahkan perhatiannya secara serius terhadap pertumbuhan ekonomi digital. Dalam diskusi ringan bersama kepala dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) kabupaten kepahiang bapak Aidil Fitri Saefuddin.SH di ruang kerjanya senin 26 November 2018, terdapat beberapa gagasan kuat yang dikemukakan untuk membuat sebuah rancangan kerja guna menumbuhkan ekonomi digital di kepahiang.
Menurut Kadiskominfo kabupaten kepahiang Aidil Fitri Saefuddin.SH yang pernah menjabat sebagai Kadis Perindustrian Kabupaten kepahiang ini,
“Kominfo adalah corong informasi, dimana hasil pengelolaan yang baik dengan sumberdaya yang berkualitas akan menjadi pondasi kemajuan ekonomi secara nyata dan berdampak pada pertumbuhan investasi dan PAD sebagai sumber modal pembangunan”.

Tentu tidak mudah untuk menyiapkan infrastruktur dan biaya teknologi yang mahal dalam waktu dekat. Tetapi, ini adalah investasi riil di era digital dan siapa pun individu yang terlibat didalamnya harus bersedia kerja secara cerdas untuk mengimplementasikannya.

Beliau juga sempat menyinggung tentang banyaknya media massa online yang lahir di daerah namun belum mampu membantu mendorong pembangunan daerah melalui publikasi yang dapat mendorong investasi. Sebagian besar media massa online hanya menyajikan berita yang kaku tanpa kritik dan solusi. Hal ini menurutnya sangat berdampak buruk bagi pembangunan investasi apabila semua atau sebagian besar situs berita online hanya menyiarkan beragam kasus yang timbul di daerah.
“ Mereka yang ingin berinvestasi di daerah menjadi tidak optimis dikarenakan informasi yang mereka terima melalui pemberitaan media massa selalu menawarkan ancaman terhadap rencana investasi mereka”.

Kedepan melalui rencana pembentukan kantor berita daerah yang digagas kadis kominfo kepahiang  Aidil Fitri Saefuddin.SH, pemerintah dapat melakukan kontrol terhadap media massa online daerah dengan standar yang terverifikasi. Beberapa diantaranya adalah, menggunankan domain situs yang legal yaitu terdaftar melalui pengujian resmi di dinas kominfo, platform situs dan, hal-hal lain yang dianggap penting. Seluruh situs berita harus terdaftar dengan data yang terverifikasi di diskominfo seperti, pemilik situs, domain situs,alamat kantor pengelola situs, platform situs dan alamat data server hingga mungkin juga sampai kepada kualitas webmasternya. Tujuannya bukan untuk mengontrol kemerdekaan pers online. Tetapi, justru untuk membantu agar situs berita tersebut dapat terus tumbuh sebagai media online berkualitas tinggi dan dapat menjadi organisasi bisnis penyiaran lokal berkelas internasional. Dampak positifnya adalah, pengelola situs mendapatkan nilai ekonomi melalui situs tersebut dan ini berdampak juga terhadap perbaikan ekonomi daerah.



Indonesia akan segera melaksanakan perhelatan besar dalam kontestasi politik beberapa minggu kedepan. Meskipun pelaksanaan resmi pilpres baru akan berlangsung di tahun 2019 mendatang, tetapi suasana hiruk pikuk telah memenuhi berbagai diskusi di masyarakat. Hal yang menjadi pembeda dari perhelatan yang sama di era lampau adalah, adanya media sosial digital yang berperan membangun opini dan mendistribusikan secara masal ke seluruh dunia. Ini sangat berbeda ketika hanya media surat kabar yang menjadi alat pendistribusi informasi. Hanya kalangan tertentu yang dapat menyampaikan informasi sepihak. Dan kontrol sosial menjadi lebih mudah dilakukan karena informasi yang didistribusikan lebih bersifat informasi sepihak. Apalagi dimasa lampau surat kabar dan media televisi hanya dapat diterima di kawasan yang tidak terlalu luas. Sejak menguatnya pertumbuhan layanan dan penggunaan internet, menjadikan informasi tersaji sangat cepat  hanya dalam hitungan per mili detik. Dimasa lampau, diskusi di rumah makan atau sekedar obrolan rakyat biasa di warung kopi tidak akan terdistribusi begitu luas. Tetapi, saat ini diskusi sederhana bahkan untuk informasi opini yang tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya pun (HOAX) dapat tersaji dalam waktu cepat.

Tetapi yang paling fatal adalah, tidak semua pengguna jejaring sosial adalah mereka yang mapan secara psikologi. Sebagian mereka hanya pengguna yang kritis secara emosional dan membuat tanggapan terhadap informasi secara tidak proporsional. Sebagai contoh sederhana, mereka yang mendukung salah satu pasangan calon yang akan melakukan kontestasi politik di tahun 2019 mendatang yakni Prabowo subianto – Sandiaga salahudin uno dengan # 2019 ganti presiden dan rival politiknya Joko widodo – Ma’ruf amin dengan #Jokowi2periode, akan bereaksi secara emosional tanpa memahami esensi informasi yang mereka terima atau tersaji di media digital.

Sekelompok pendukung fanatik masing – masing pasangan calon presiden ini secara membabi buta ketiaka menerima informasi yang seolah – olah menyudutkan tokoh yang mereka dukung, psikologi mereka hanya emosional yang berujung pada perang urat syaraf dan perang informasi palsu di media sosial yang bermuara pada penghinaan ke masing – masing lawan pendukung pasangan calon.

Sangat ironis, ini menjadi sasaran mudah bagi para penebar informasi palsu untuk membangun opini bagi masyarakat tentang tokoh yang akan diusung dalam kontestasi politik nantinya. Bahkan istilah “HOAX” menjadi senjata untuk memantik perseteruan antar pendukung di media sosial. Padahal secara gestur linguistik, masih banyak diantara pengguna jejaring sosial yang ikut terlibat dalam diskusi digital tersebut tidak benar – benar memahami apa yang mereka terima dan kemudian mereka distribusikan secara luas. Banyak diantara mereka menanggapi sebuah informasi fakta yang terkonfirmasi dengan tanggapan “HOAX” hanya karena informasi tersebut terasa tidak berpihak kepada tokoh idolanya. Atau setuju dengan sebuah informasi berita dari situs tidak resmi hanya karena berita yang disajikan memenuhi ekspetasi positif pada kandidat yang didukungnya.

HOAX selalu disadari oleh para netizen yang sebenarnya minim literasi publik ini adalah sebuah berita yang mengkritik kegagalan tokoh yang didukungnya. Dan menjadi bukan HOAX apabila narasi beritanya memuji tokoh tersebut. Padahal HOAX adalah informasi palsu yang didistribusikan melalui media internet tidak hanya karena berita tersebut sebuah kritik kegagalan, tetapi juga sebuah pujian keberhasilan yang tidak benar – benar terjadi. Sebagai salah satu contoh ketika sebuah media online melansir berita tentang kegagalan ekonomi dan kemudian didistribusikan melalui facebook, para pendukung pemerintah akan menanggapi ini adalah berita HOAX. Tetapi tidak mengkategorikan ini sebagai berita HOAX jika berita yang dilansir tentang “pemerintah sukses membangun jalan Tol lintas sumatera dari bengkulu ke lubuk linggau” dengan menyajikan foto bentangan jalan tol yang luas, panjang dan megah. Padahal ini juga dikategorikan berita HOAX, karena faktanya samapai berita tersebut disebar luaskan jalan tol tersebut tidak benar – benar ada.

Kembali lagi, bahwa dalam kontestasi politik di tahun 2019 yang akan mendaulat dua pasangan kandidat calon presiden republik indonesia Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno  dan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Para netizen yang tidak memiliki kemampuan analisis untuk beragam informasi publik di media sosial hanya akan menebarkan tambahan informasi sampah di media.

Beberapa hal penting perlu diajarkan kepada masyarakat pengguna internet. Setidaknya ini mampu mengurangi tingkat kesesatan informasi apakan berita tersebut palsu atau bukan, apakah informasi tersebut bersifat opini seseorang atau karya jurnalistik. Salah satu caranya adalah menginformasikan kepada masyarakat awam yang ikut berdiskusi aktif di media sosial bahwa, berita HOAX biasanya didistribusikan menggunakan url situs gratisan seperti blogspot atau wordpres.com , apakah isi dari situs pendistribusi adalah situs yang memiliki konten berita berimbang atau sengaja didesain untuk mendukung salah satu pasangan calon. Apakah termasuk domain TLD (top level domain) atau situs dengan domain yang terlalu asing bagi masyarakat.yang umum misalnya .com,.org,.gov. Apakah kalau menggunakan second level domain termasuk versi domain yang terdaftar menggunakan izin resmi atau bukan. Misal, .co.id,.or.id,.go.id.

Artinya, bahwa tidak seluruh pengguna jejaring sosial adalah mereka yang kaya akan literasi. Sebagian mereka justru para pendukung fanatik yang mudah terdoktrin oleh isu – isu atau justru tekanan lingkungan sehingga secara sugesti mereka akan memutuskan bahwa segala yang baik tentang tokoh dukungannya adalah berita prestasi yang memang harus diterima dengan sukarela oleh seluruh masyarakat. Dan segala berita yang buruk tentang tokoh pendukungnya adalah HOAX. Parahnya lagi, mereka terkadang tidak membaca tuntas serta memahami apa maksud yang terselip dalam setiap kalimat dari berita yang tersaji. Ketika ada satu kalimat yang seolah mengarah kepada merendahkan kandidat yang didukung maka akan langsung di justifikasi sebagai “HOAX”.

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} OUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#http://facebook.com/eka susiani} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.coom} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Leontura. Powered by Blogger.